<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787</id><updated>2011-10-03T09:28:34.151-07:00</updated><category term='aWik'/><category term='CERITA TUHAN'/><category term='Remeh temeh'/><category term='Iseng'/><category term='Esai'/><category term='Sastra Satire'/><category term='My Journey'/><category term='Kesahajaan'/><title type='text'>Jalan Keheningan</title><subtitle type='html'>Inilah ruang penyembuhku dari luka-luka kehidupan.      


Aku hanyalah seorang pejalan hidup dalam keramaian dunia. Ruang ini aku buat untuk mencerap setiap makna dibaliknya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>80</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-8693183854419225169</id><published>2011-06-26T22:23:00.000-07:00</published><updated>2011-06-26T22:24:27.150-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesahajaan'/><title type='text'>Rejeki</title><content type='html'>daftar rejeki kita:&lt;br /&gt;1. Iman&lt;br /&gt;2. Kesehatan&lt;br /&gt;3. Hati yang bening&lt;br /&gt;4. Pikiran yang jernih&lt;br /&gt;...5. Keluarga yang membaikkan&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;Sering kita melupan rejeki-rejeki itu.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-8693183854419225169?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/8693183854419225169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=8693183854419225169&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8693183854419225169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8693183854419225169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/06/rejeki.html' title='Rejeki'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-821870677165378367</id><published>2011-06-15T00:56:00.000-07:00</published><updated>2011-06-15T00:58:23.234-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing</title><content type='html'>Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing di Indonesia 1492&lt;br /&gt;Sekelompok orang Perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville mencoba memanjat tebing Mont Aiguille (2097 m), dikawasan Vercors Massif. Tak jelas benar tujuan mereka, tetapi yang jelas, sampai beberapa dekade kemudian, orang-orang yang naik turun tebing-tebing batu di Pegunungan Alpen adalah para pemburu chamois, sejenis kambing gunung. Jadi mereka memanjat karena dipaksa oleh mata pencaharian, kurang lebih mirip para pengunduh sarang burung walet gua di tebing-tebing Kalimantan Timur atau Karang Bolong, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1623&lt;br /&gt;Yan Carstensz adalah orang Eropa pertama yang melihat “….. pegunungan yang sangat tinggi, di beberapa tempat tertutup salju !” di pedalaman Irian. Salju itu sangat dekat ke khatulistiwa. Laporannya tak dipercaya di Eropa, padahal belum lama berselang diberitakan ada juga salju di Pegunungan Andes dekat khatulistiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1624&lt;br /&gt;Masih berkaitan dengan pekerjaan juga, pastor-pastor Jesuit merupakan orang-orang Eropa pertama yang melintasi Pegunungan Himalaya, tepatnya Mana Pass (pass = pelana/punggungan yang terentang antara dua puncak), dan Garhwal di India ke kawasan Tibet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1760&lt;br /&gt;Profesor de Saussure agaknya begitu jatuh cinta pada Mont Blanc di perbatasan Perancis-Italia, sehingga dia menawarkan hadiah besar bagi siapa saja yang dapat menemukan lintasan ke puncaknya, untuk penyelidikan ilmiah yang diimpikannya. Sayang tak ada yang tertarik, terutama karena keder terhadap naga-naga yang konon mbaurekso di puncak gunung tertinggi di Eropa Barat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1786&lt;br /&gt;Setelah beberapa percobaan gagal, Puncak Mont Blanc (4807 m) digapai manusia. Mereka adalah Dr.Michel-Gabriel Paccard dan seorang pandu gunung, Jacques Balmat. Puncak tertinggi di Alpen yang didaki sebelumnya adalah Lysjoch (4153 m), tahun 1778.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1830&lt;br /&gt;Alexander Gardiner melintasi Pelana Karakoram dari Sinkiang di Cina ke wilayah Kashmir di India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1852&lt;br /&gt;Ahli-ahli ukur tanah di India berhasil menentukan ketinggian Puncak XV, 8840 meter. Berarti puncak tertinggi di dunia, mengalahkan Puncak VIII (Kangchenjunga, 8598 m) yang sebelumnya dianggap paling tinggi. Puncak XV itu lalu diberi nama Everest (padahal aslinya orang Nepal menyebutnya Sagarmatha, atau Chomolungma kata orang Tibet). Belakangan ketinggiannya dikoreksi, 8888 meter, lalu dikoreksi lagi menjadi 8848 meter, sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1854&lt;br /&gt;Batu pertama Zaman Keemasan dunia pendakian di Alpen, diletakkan oleh Alfred Wills dalam pendakiannya ke Puncak Wetterhom (3708 m), cikal bakal pendakian gunung sebagai olah raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1857&lt;br /&gt;Alpine Club yang pertama berdiri, di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1858&lt;br /&gt;Ketinggian K2 (singkatan Karakoram nomer 2) terukur, 8610 meter, menggeser lagi kedudukan Kangchenjunga menjadi juara tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1865&lt;br /&gt;Dinding selatan Mont Blanc dipanjat untuk pertama kali lewat lintasan Old Brenva, menandai lahirnya panjat es (ice climbing). Sementara itu di Alpen bagian tengah, Edward Whymper dan enam rekannya berhasil menggapai Puncak Matterhorn (4474 m)di Swiss. Tetapi 4 anggota tim, yang saling terikat dalam satu tali, tewas dalam perjalanan turun, ketika salah seorang terpeleset jatuh dan menyeret yang lain. Musibah ini mengakhiri 11 tahun Zaman Keemasan. Tak urung lebih dari 180 puncak besar telah didaki dalam masa itu, sedikitnya satu kali, dan lebih dari setengahnya oleh orang-orang Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1874&lt;br /&gt;WA Coolidge mendaki Puncak Jungfrau dan Wetterhorn di musim dingin, sehingga digelari Bapak Winter Climbing. Pada tahun 1870-an ini muncul trend baru, pendakian tanpa pemandu, yang segera menjadi ukuran kebanggaan di antara pendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1878&lt;br /&gt;Regu yang dipimpin Clinton Dent berhasil memanjat Aiguille du Dru di Perancis, memicu trend baru lagi, yaitu pemanjatan tebing-tebing yang tak seberapa tinggi namun curam dan sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1883&lt;br /&gt;WW Graham menjadi orang Eropa pertama yang mengunjungi Pegunungan Himalaya dengan tujuan mendaki gunung sebagai olahraga dan petualangan. Dia mendaki beberapa puncak rendah di kawasan Nanda Devi dan Sikkim India, bahkan konon berhasil mencapai Puncak Changabang (6864 m).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1895&lt;br /&gt;Percobaan pertama mendaki gunung berketinggian di atas 8000 meter, Nanga Parbat (8125 m), oleh AF Mummery. Orang Inggris yang sering disebut Bapak Pendakian Gunung Modern ini hilang pada ketinggian sekitar 6000 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1899&lt;br /&gt;Ekspedisi Belanda pembuat peta di Irian menemukan kebenaran laporan Yan Carstensz, yang dibuat hampir 3 abad sebelumnya. Maka namanya diabadikan di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1902&lt;br /&gt;Percobaan pertama mendaki K2, oleh ekspedisi dari Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1907&lt;br /&gt;Ekspedisi di bawah Tom Longstaff mendaki Trisul (7120 m), puncak 7000-an yang pertama. Longstaff adalah orang pertama yang mencoba penggunaan tabung oksigen dalam pendakian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1909&lt;br /&gt;Ekspedisi Persatuan Ahli Burung dari Inggris (BPUE) memasuki rawa-rawa sebelah selatan kawasan Carstensz. Dalam 16 bulan mereka kehilangan 16 orang anggota mati dan 120 sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1910&lt;br /&gt;Karabiner buat pertama kali dipakai dalam pendakian gunung, diperkenalkan oleh pemanjat-pemanjat dari Munich, Jerman Barat, diilhami oleh penggunaannya dalam pasukan pemadam kebakaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1912&lt;br /&gt;Eks anggota ekspedisi BPUE 1090, Dr.AFR Wallaston, kembali ke Irian bersama C.Bodden Kloss, dengan 224 kuli pengangkut barang dan serdadu. Tiga jiwa melayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1921&lt;br /&gt;George L.Mallory dkk. berhasil sampai di North Col Everest dalam perjalanan penjajagan mereka dari sisi Tibet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1922&lt;br /&gt;Usaha pertama mendaki Everest berakhir pada ketinggian 8320 meter di punggungan timur laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1924&lt;br /&gt;Mallory dan Irvine yang kembali mencoba Everest, hilang pada ketinggian sekitar 8400 meter. Rekannya, Edward Norton, mencapai 8570 meter, rekor waktu itu, sendirian dan tanpa bantuan tabung oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1931&lt;br /&gt;Schmid bersaudara mencapai Puncak Matterhorn lewat dinding utara, sekaligus melahirkan demam North Wall Climbing. Peningkatan taraf hidup di Inggris dan Eropa daratan pada umumnya, menimbulkan perubahan pola penduduk kota melewatkan waktu luangnya, menyebabkan populernya panjat tebing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1932&lt;br /&gt;Grivel memperkenalkan cakar es (crampoon) model 12 gigi, yang karena efektifnya tetap disukai hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1933&lt;br /&gt;Comici dari Italia memanjat overhang dinding utara Cima Grande Lavredo di kawasan Dolomite, Alpen Timur, menandai aid climbing yang pertama. Sekitar tahun ini pula sol sepatu Vibram ditermukan oleh Vitale Bramini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1936&lt;br /&gt;Dr.A.H.Colijn, manajer umum perusahaan minyak Belanda dekat Sorong, dan geolog DrJ.J.Dozy, menemukan bijih tembaga di kawasan dinding timur Gletser Moriane, tak jauh dari kawasan Carstensz, Irian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1937&lt;br /&gt;Bill Murray mengubah tongkat pendaki yang panjang menjadi kapak es, menandai lahirnya panjat es modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1938&lt;br /&gt;Dinding utara Eiger di Swiss akhirnya berhasil dipanjat, oleh tim gabungan Jerman Barat dan Austria, yang oleh Hitler diiming-imingi dengan medali emas olympiade. Dinding maut ini sebelumnya telah menelan cukup banyak korban, dan berlanjut hingga kini. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1941&lt;br /&gt;Ekspedisi Archbold ‘menemukan’ Lembah Baliem, kantung suku Dani dengan tingkat kebudayaan yang amat tinggi, di tengah belantara yang seolah tak berbatas dan tak tertembus. Irian kian jadi perhatian ilmuwan-ilmuwan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1949&lt;br /&gt;Nepal membuka perbatasannya bagi orang luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1950&lt;br /&gt;Tibet dicaplok Cina. Pendakian Himalaya dari sisi ini tak diperkenankan lagi. Maurice Herzog memimpin ekspedisi Perancis mendaki Annapurna (8091m), puncak 8000-an yang pertama, menandai awal 20 tahun Zaman Keemasan pendakian di Himalaya. Di Alpen, tali nilon mulai dipergunakan. Sebelumnya, tali serat tumbuhan hampir tak memiliki kelenturan, sehingga ada ‘hukum’ bahwa seorang leader tak boleh jatuh, sebab hampir pasti pinggangnya patah tersentak. Pakaian bulu angsa mulai membuat malam-malam di bivouac lebih nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1951&lt;br /&gt;Don Whillan menemukan pasangannya, Joe Brown, duet pemanjat terkuat yang pemah dimiliki Inggris. Panjat bebas (free climbing) gaya Inggris menjadi tolok ukur dunia panjat tebing. Walter Bonatti dkk. menyelesaikan dinding timur Grand Capucin, awal aid climbing pada tebing yang masuk kategori big wall.&lt;br /&gt;Bermula di Inggris, terjadi Revolusi Padas. Tebing batu gamping ternyata tak serapuh yang selama itu disangka. Tebing-tebing granit dan batuan beku lainnya mendapat saingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1952&lt;br /&gt;Herman Buhl solo di dinding timur laut Piz Badile di Swiss, dalam waktu 4 1/2 jam. Inilah nenek moyang speed climbing. Rekor waktu pada rute tersebut, yang dibuat tahun 1937, 52 jam !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1953&lt;br /&gt;Herman Buhl dkk. menggapai Puncak Nanga Parbat (8125 m), puncak 8000-an kedua yang didaki orang. Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Sherpa Tenzing Norgay yang tergabung dalam suatu ekspedisi Inggris, menjadi manusia-manusia pertama yang berdiri di puncak atap dunia, Everest.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1954&lt;br /&gt;Ekspedisi Inggris sukses di Kangchenjunga, ekspedisi Perancis sukses di Makalu (8463 m). Di Alpen, Don Whillan dan Joe Brown mencatat dinding Barat Aiguille du Dru dalam 2 hari, rekor lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1955&lt;br /&gt;Walter Bonatti solo pilar barat daya du Dru 6 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1956&lt;br /&gt;Ekspedisi Jepang berhasil mendaki Manaslu (8163 m). Jepang segera menjadi salah satu negara besar dalam dunia pendakian di Himalaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1957&lt;br /&gt;Herman Buhl dan tim Austria mencapai Puncak Broad Peak (8047 m), sekaligus mematok pendakian pertama gunung 8000-an dengan alpine tactic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1958&lt;br /&gt;Lapangan terbang perintis dibuka pada beberapa lokasi di Irian, membangkitkan semangat para pendaki gunung untuk menjajal Carstensz, sang perawan salju di khatulistiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1960&lt;br /&gt;Claudio Barbier dari Belgia solo ketiga dinding utara di Tre Cima Laverdo dalam 1 hari. Pertama kali speed climbing menggunakan teknik gabungan free dan aid climbing.&lt;br /&gt;Helm mulai sering digunakan para pemanjat tebing.&lt;br /&gt;Harness menjadi wajib, menyusul kematian seorang pemanjat Inggris di Dolomite. Harness pertama yang diproduksi massal dan dijual untuk umum terbuat dari webbing, merek Tankey.&lt;br /&gt;Tebing 48 Citatah mulai digunakan sebagai ajang latihan bagi pasukan Angkatan Darat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1961&lt;br /&gt;Ekspedisi dari Selandia Baru coba mendaki Carstensz Pyramide tapi mengalami kegagalan sebab keterlambatan dukungan logistik lewat jembatan udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1962&lt;br /&gt;Puncak Cerstensz Pyramide akhirnya berhasil digapai oteh tim Heinrich Heiner. Juga Puncak Eidenburg didekatnya, oleh ekspedisi yang dipimpin oleh Phillip Temple.&lt;br /&gt;Awal pemakaian baut tebing di Alpen; Tebing pantai mulai diminati. Pemanjat Amerika Serikat mulai bicara di Alpen, diawali Hemmings dan Robbins yang menciptakan lintasan super sulit di dinding barat du Dru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1963&lt;br /&gt;Tim gabungan Inggris-AS memanjat dinding selatan Aiguille du Fou, hardest technical climbing di Alpen waktu ilu, dengan teknik-teknik aid climbing gaya AS. Kode etik dalam panjat tebing mulai banyak diperdebatkan di rumah-rumah minum. Pemanjatan solo pertama Eiger Nordwand, oleh Michel Darbellay, dalam satu hari.&lt;br /&gt;Bonatti dan Zapelli menyantap mix climbing (ice dan rock) tersulit di Alpen, dinding utara Grand Pilier d’Angle di Mont Blanc. Seorang ahli gletser yang baru kembali dari Antartika berusaha mendaratkan pesawat terbangnya di di Puncak Jaya, dekat Carstensz. Untung angin kencang mengurungkan niatnya, sebab salju tebal di sana terlalu lunak sebagai landas pacu. Tapi buntutnya, dua pesawat DC 3 kandas di lereng utara dan selatannya, pada ketinggian sekitar 4300 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1964&lt;br /&gt;Ekspedisi Cina berhasil mendaki Shisha Pangma (8046 m)di Tibet, satu-satunya puncak 8000-an yang terletak diluar Nepal dan Pakistan (Karakoram). Beberapa pendaki Jepang serta 3 orang ABRI, Fred Athaboe, Sudarto dan Sugirin, yang tergabung dalam Ekspedisi Cendrawasih, berhasil mencapai Puncak Carstensz (4884 m) di Irian. Dua perkumpulan pendaki gunung tertua lahir, Mapala Ul di Jakarta dan Wanadri di Bandung. Tahun ini dianggap awal sejarah pendakian gunung di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1965&lt;br /&gt;Seratus tahun pendakian pertama Matterhorn diperingati dengan peliputan pendakian Hornli dkk. Oleh BBC/TV sampai ke puncak. Untuk pertama kalinya pendakian gunung maupun panjat tebing menjadi olahraga yang juga dapat ‘ditonton’ orang banyak.&lt;br /&gt;Robbins dan John Harlin dri AS bikin lintasan lurus di dinding barat du Dru, mendemonstrasikan keunggulan pemanjat AS dalam pemanjatan panjang dan berat. Pemerintah Nepal menutup pendakian Himalaya di wilayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1967&lt;br /&gt;Revolusi bagi para pemanjat es. Chouinnard memperkenalkan kapak es berujung lengkung, dan McInnes menawarkan jenis Terodactyl. Lahirnya sekrup es berbentuk pipa meningkatkan standar pemanjatan ice climbing.&lt;br /&gt;Penggunaan tali kernmantle dipelopori oleh Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1968&lt;br /&gt;Nafas segar bagi para pendaki, sejumlah lapangan terbang milik misi Katolik dibuka (Ji Irian. Tapi dasar sial, hampir bersamaan dengan itu Pemerintah Rl tidak lagi mengeluarkan izin pendakian di kawasan Carstensz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1969&lt;br /&gt;Reinhold Messner keluar dari pertapaannya di tebing-tebing Alpen Timur, meluruk ke barat, menyikat dinding es raksasa tes Drotes dalam waktu 81/2 jam solo, membuyarkan rekor sebelumnya, 3 hari.&lt;br /&gt;Pemanjat-pemanjat Jepang mulai membanjiri pasaran di Alpen, antara lain bikin lintasan baru di Eiger.&lt;br /&gt;Sensus yang dilakukan British Mountaineering Club (BMC) mengatakan, ada 45.000 pemanjat dan 500.000 walkers, di Inggris saja.&lt;br /&gt;Nomer perdana majalah ‘Mountain’ beredar, menjadi media pendaki gunung dan pemanjat tebing pertama yang beredar luas dalam bahasa Inggris, sehingga banyak mempengaruhi perkembangan lewat perdebatan dan opini.&lt;br /&gt;Pemerintah Nepal membuka kembali wilayahnya bagi pendakian Himalaya, dengan beberapa peraturan baru dan membatasi pendakian pada puncak-puncak yang terdaftar dalam permitted peaks saja. Agen-agen trekking komersial tumbuh dan berjibun seperti kutu yak, menggelitik kelompok-kelompok kecil dari luar ‘main-main’ di Himalaya dengan mudah dan murah.&lt;br /&gt;Soe Hok Gie dan ldhan Lubis gugur di Gunung Semeru, terkena gas beracun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1970&lt;br /&gt;Dinding Selatan Annapurna dirambah tim Inggris, menggunting pita pembukaan era pendakian jalur-jalur sulit di gunung-gunung besar. Tingkat kesulitan lintasan menjadi lebih penting dari pada sekedar mencapai puncak. Ini tak lepas dari kian canggihnya perlengkapan panjat es, kecepatan pemanjatan meningkat drastis.&lt;br /&gt;Di Alpen artificial climbing tambah populer dan kaya teknik. Kurang lebih tahun ini pula lahir cabang panjat dinding. Tebing buatan yang pertama dikenal orang kemungkinan besar didirikan di Universitas Leeds,Inggris. Perancangnya Don Robinson, yang kemudian juga merancang dinding panjat di Acker’s Trust, Birmingham, dinding panjat pertama yang diklaim mampu menampung segala pegangan, pljakan dan gerakan panjat tebing, sekaligus menawarkan bentuk sculpture yang artistik.&lt;br /&gt;Sejalan dengan itu, bentuk-bentuk latihan terpisah dalam panjat tebing mulai menggema. Salah seorang pelopornya ialah Pete Livesey, pemanjat yang juga pecinta speleologi dan olahraga kano, serta punya dasar di atletik sebagai pelari. Pete tahu benar pentingnya latihan spesifik bagi jenis-jenis olahraga tersebut. Dan dia mencoba menerapkan prinsip yang sama pada panjat tebing. Pelan tapi pasti, panjat tebing mulai dipandang lebih sebagai kegiatan atletis, ketimbang sekedar ‘hura-hura di tebing’. Tak lagi memadai semboyan ‘best training for climber is climbing’, apalagi hanya dengan memupuk kejantanan lewat gelas-gelas bir, seperti yang selama &amp; dianut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1971&lt;br /&gt;Kawasan Carstensz kembali dibuka untuk pendakian, segera diserbu oleh ekspedisi-ekspedisi dari Australia, Jerman, AS, bahkan Hongkong. Tahun ini pula Mapala UI berhasil mencapai Puncak Jaya, antara lain oleh Herman O. Lantang dan Rudy Badil, orang-orang sipil Indonesia pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1972&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya panjat dinding masuk dalam jadwal olimpiade, yaitu didemonstrasikan dalam Olympiade Munich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1974&lt;br /&gt;Pasangan Reinhold Messner dan Peter Habeler mendaki Hidden Peak (8068 m) di Karakoram, 3 hari dengan Alpine push, kemudian memecahkan rekor kecepatan Eiger, 10 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1975&lt;br /&gt;Ekspedisi dari Jepang menjadi tim wanita pertama yang menjejakkan Puncak Everest. Sementara itu Cina mengirimkan tim pertamanya, dari punggungan timur laut. Perlengkapan panjat es kian lengkap, lalu ramalan cuaca kian akurat dengan intervensi komputer. Akibatnya, seolah tak ada lagi pelosok Alpen yang terpencil.&lt;br /&gt;Namun, bercak-bercak kapur magnesium mulai terasa merisihkan tebing-tebing di Inggris dan Eropa daratan, kebanyakan dituduhkan sebagai ulah pemanjat-pemanjat ‘hijau’, yang mengobral magnesium pada lintasan-lintasan yang seharusnya bisa dilampaui tanpa bubuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1976&lt;br /&gt;Harry Suliztiarto tak sanggup lagi menahan obsesinya, dengan tali nilon dia mulai latihan panjat memanjat di Citatah, dan dibelay oleh pembantu rumahnya. Patok pertama panjat tebing modern di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1977&lt;br /&gt;Skygers Amateur Rock Climbing Group didirikan di Bandung oleh Harry Suliztiaito, Agus Resmonohadi, Heri Hermanu, Deddy Hikmat. Inilah awal tersebarnya kegiatan panjat tebing di Indonesia.&lt;br /&gt;Ekspedisi Selandia Baru coba mendaki Everest tanpa bantuan sherpa. Mereka cuma sampai South Col, tapi mereka mereka seolah memukul gong yang gaungnya merantak ke mana-mana, ‘ekspedisi berdikari’. Yang pro mengganggapnya sebagai kejujuran yang wajib, yang kontra melecehkannya sebagai kesia-siaan yang konyol. Perdebatan tak selesai hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1978&lt;br /&gt;Messner &amp; Habeler menggegerkan dunia kangouw Himalaya dengan pendakian Everest tanpa bantuan tabung oksigen. Tambah geger ketika Messner bersolo karier di Nanga PQrtied dalam waktu 12 hari. Pendakian solo ini oleh banyak pakar dianggap lebih penting daripada pendakian tanpa oksigennya.&lt;br /&gt;Pemerintah Nepal menambahkan beberapa permitted peaks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1979&lt;br /&gt;Harry Suliztiarto memanjat atap Planetarium, Taman Ismail Marzuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1980&lt;br /&gt;Tebing Parang untuk pertama kalinya oleh tim ITB, di bawah pimpinan Harry Sulisztiarto. Wanadri untuk pertamakalinya menyelenggarakan ekspedisi ke Carstensz di Pegunungan Jayawijaya. Skygers menyelenggarakan sekolah panjat tebing untuk pertama kalinya. Sampai kini belum ada lagi kelompok yang membuat pendidikan panjat tebing untuk umum seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Nepal membuka kesempatan pendakian musim dingin, di samping musim semi dan musim gugur. Kian banyak kaki meratakan jalan-jalan setapak dipelbagai pelosok Himalaya, kikan tinggi sampah menumpuk di sana-sini. Sebagai gantinya, konon mata uang asing makin deras mengalir ke sana. Tapi siapa yang tambah kaya?&lt;br /&gt;1981&lt;br /&gt;Dua ekspedisi Indonesia sekaligus di dinding Selatan Carstensz, Mapala Ul dan ITB. Salah seorang anggota tim Mapala Ul, Hartono Basuki, gugur di sini. Jayagiri dari Bandung mengirimkan Danardana mengikuti sekolah pendaki gunung di Glenmore Lodge, Skotlandia, dilanjutkan pendakian Matterhorn di Swiss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1982&lt;br /&gt;Jayagiri kembali mengirimkan orang, Irwanto, ke sekolah pendakian di ISM, Swiss, dilanjulkan ekspedisi 4 orang ke Mont Blanc di Perancis, dan Matterhorn serta Monte Rosa di Swiss.&lt;br /&gt;Ahmad dari kelompok Gideon Bandung tewas terjatuh di Tebing 48 Citatah, korban pertama panjat tebing di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1984&lt;br /&gt;UGM (Mapagama) mengirimkan Tim Ekspedisi Gajah Mada ke Irian Jaya. Tim panjatnya berhasil mencapai puncak Carstensz Pyramide melalui jalur normal.&lt;br /&gt;Tebing Lingga di Trenggalek, Jawa Timur, serta tebing pantai Uluwatu di Bali, berhasil dipanjat oleh kelompok Skygers bersama GAP (Gabungan Anak Petualang) dari Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1985&lt;br /&gt;Tebing Serelo di Lahat, Sumatra Selatan, berhasil dipanjat oleh tim yang menamakan dirinya Ekspedisi Anak Nakal. Ekspedisi Mapala Ul gagal mencapai Puncak Chulu West (6584 m) di Himalaya, Nepal. Ekspedisi Jayagiri gagal memanjat Eiger Nordwand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1986&lt;br /&gt;Kelompok gabungan Exclusive berhasil memanjat Tebing Bambapuang di selatan Toraja, Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;Ketompok UKL (Unit Kenal Lingkungan) Univeritas Pajajaran Bandung memanjat tebing Gunung Lanang di Jawa Timur.&lt;br /&gt;Pemanjat-pemanjat Jayagiri Bandung merampungkan Dinding Ponot di air terjun Sigura-gura, Sumatera Utara.&lt;br /&gt;Ekspedisi Jayagiri mengulang pemanjatan Eiger, berthasil, menciptakan lintasan baru. Mapala Ul mengirimkan ekspedisi ke Puncak Kilimanjaro (5895 m) di Afrika antara lain Don Hasman (Wartawan Mutiara).&lt;br /&gt;Kompetisi panjat tebing pertama di dunia diselenggarakan di Uni Soviet, di tebing alam, dan sempat ditayangkan juga oteh TVRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1987&lt;br /&gt;Empat Anggota Ekspedisi Aranyacala Universitas Trisakti tewas diserang Gerombolan Pengacau Irian dalam perjalanan menuju Jayawaijaya.&lt;br /&gt;Ekspedisi Wanadri menyelesaikan pemanjatan Tebing Batu Unta di Kalimantan Barat. Kelompok Trupala memanjat tebing Bukit Gajah di Jawa Tengah. Sepikul di Jawa Timur disantap Skygers.&lt;br /&gt;Beberapa ekspedisi dan pendaki Indonesia dikirimkan keluar negeri. Mapala Ul ke Puncak Chimborazo (6267 m)dan Cayambe (gagal) di Pegunungan Andes, Amerika Selatan.&lt;br /&gt;Ekspedisi Wanita Indonesia Mendaki Himalaya ke lmja Tse, Himalaya, hampir bersamaan dengan dua anggota Ekspedisi Jayagiri Saddle Marathon yang sedianya berambisi memanggul sepeda ke puncak namun terhadang birokrasi Nepal. Di Afrika, ekspedisi sepeda ini berhasil mencapal puncak tertingginya, Kilimanjaro (5895 m) dan Mount Kenya (5199 m, tanpa sepeda).&lt;br /&gt;Ekspedisi Wanadri gagal mencapai Puncak Vasuki Parbat (6792 m) di Garhwal Himalaya, India.&lt;br /&gt;Lomba panjat tebing pertama di Indonesia dilaksanakan di tebing pantai Jimbaran di Ball.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1988&lt;br /&gt;Dinding panjat buat pertama kali diperkenalkan di Indonesia, dibawa oleh 4 atlet pemanjat Prancis yang diundang atas kerjasama Kantor Menpora dengan Kedubes Perancis di Jakarta. Mereka juga sempat memberikan ilmu lewat kursus singkat kepada pemanjat-pemanjat kita. Bersamaan, lahir Federasi Panjat Gunung &amp; Tebing Indonesia, diketuai Harry Suliztiarto.&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya disusun rangkaian kejuaraan untuk memperebutkan Piala Dunia Panjat Dinding yang direstui dan diawasi langsung oleh UIAA (badan Internasional yang membawahi federasi-federasi panjat tebing dan pendaki gunung), diawali dengan kejuaraan di Snowbird, Utah, AS.&lt;br /&gt;Ekspedisi panjat tebing pertama yang dilakukan sepenuhnya oleh wanita, Ekspedisi Putri Parang Aranyacala, Tower III. Sedangkan kelompok putranya memanjat Tebing Gunung Kembar di Citeureup, Bogor.&lt;br /&gt;Ekspedisi UKL Unpad Bandung di Batu Unta, Kalbar, kehilangan satu anggotanya, Yanto Martogi Sitanggang jatuh bebas. Speed climbing pertama di Indonesia dilakukan oleh Sandy &amp; Jati, di dinding utara Parang, 3 jam. Sekaligus merupakan pemanjatan big wall pertama tanpa menggunakan alat pengaman sama sekali, keduanya hanya dihubungkan dengan tali.&lt;br /&gt;Lomba panjat ‘tebing buatan’ pertama dilakukan di Bandung, mengambil dinding gardu listrik.&lt;br /&gt;Ekspedisi Wanadri berhasil menempatkan 3 pendakinya di Puncak Pumori (7145 m) di Himalaya, Nepal, disusul pasangan Hendricus Mutter dan Vera dari Jayagiri mendaki Imja Tse (6189 m), tanpa bantuan sherpa.&lt;br /&gt;Lalu di Alpen, Ekspedisi Jayagiri Speed Climbing gagal memenuhi target waktu 2 hari pemanjatan dinding utara Eiger, mulur menjadi 5 hari. Sedangkan ekspedisi dari Pataga Jakarta berhasil menciptakan lintasan baru di dinding yang sama.&lt;br /&gt;Di Yosemite, AS, Sandy Febyanto dan Jati Pranoto dari Jayagiri memanjat Tebing Half Dome (gagal memecahkan retor John Bachar &amp; Peter Croft 4,5 jam) dan Tebing El Capitan (gagal memecahkan rekor 10,5 jam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1989&lt;br /&gt;Awal tahun dunia panjat tebing Indonesia merunduk dilanda musibah, gugurnya salah satu pemanjat terbaik Indonesia, Sandy Febyanto, jatuh di Tebing Pawon, Citatah. Tapi tak lama, semangat almarhum seolah justru menyebar ke segala penjuru, memacu pencetakan prestasi panjat tebing di Bumi Pertiwi ini.&lt;br /&gt;Tim Panjat Tebing Yogyakrta/TPTY melakukan ekspedisi ke Dinding Utara Carstensz tetapi gagal mencapai puncak secara direct, namun jalur normal Carstensz berhasil dipanjat sebelumnya.&lt;br /&gt;Kembali kawasan Citeureup dirambah anak Aranyacala, kali ini Tebing Rungking.&lt;br /&gt;Arek-arek Young Pioneer dari Malang memanjat tebing Gajah Mungkur di seputaran dalam kawah Gunung Kelud. Kemudian tim Jayagiri dalam persiapannya ke Lhotse Shar di Nepal, mematok target memanjati semua pucuk-pucuk tebing sekeliling kawah Kelud tadi, tapi tak berhasil. Ekspedisi Lhotse Shar itu sendiri batal berangkat.&lt;br /&gt;Tebing Uluwatu dipanjat ekspedisi putri yang kedua, dari Mahitala Unpar.&lt;br /&gt;Kelompok MEGA Universitas Terumanegara melakukan Ekspedisi Marathon Panjat Tebing, beruntun di tebing-tebing Citatah, Parang, Gajah Mungkur, dan berakhir di Uluwatu, dalam waktu hampir sebulan, marathon panjat tebing pertama di Indonesia. Ekspedisi Putri Lipstick Aranyacala dia Bambapuang, tapi musibah menimpa sebelum puncak tergapai. Ali Irfan Batubara, fotografer tim, tewas tergelincir dari ketinggian.&lt;br /&gt;Tahun ini tercatat tak kurang dari sepuluh kejuaraan panjat dinding diselenggarakan di Indonesia. Beberapa yang besar antara lain di Universitas Parahyangan Bandung, Universitas Trisakti Jakarta, ISTN Jakarta, di Markas Kopassus Grup I Serang, dua kali oleh Trupala SMA-6 (di Balai Sidang dan Ancol), lalu SMA 70 Bulungan Jakarta, kelompok KAPA FT Ul, Geologi ITB.&lt;br /&gt;Mapala Ul bikin 2 ekspedisi, Mount Cook (3764 m) di Selandia Baru dan Puncak McKinley (6149 m) di Alaska. Empat anggota Wanadri mengikuti kursus pendakian gunung es di Rainier Mountaineering Institute di AS, dilanjutkan dengan bergabung dengan ekspedisi AS ke Kangchenjunga di Himalaya.&lt;br /&gt;Di Alpen, Ekspedisi Wanita Alpen Indonesia berhasil pula merampungkan misinya, mendaki 5 puncak tertinggi di 5 negara Eropa, Mont Blanc (4807m, Perancis), Grand Paradiso (4601 m, Italia), Marts Rosa (4634 m, Swiss), Grossgiockner (3978 m, Austria) dan Zugsptee (2964 m, Jerman Barat).&lt;br /&gt;Akhir tahun ini ditutup dengan gebrakan Budi Cahyono melakukan pemanjatan solo di Tower III Tebing Parang. Artificial solo climbing pada big wall yang pertama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1991&lt;br /&gt;Aryati menjadi wanita Asia pertama yang berhasil menjejakkan kakinya di Puncak Annapurna IV, Himalaya, pada Ekspedisi Annapurna Putri Patria Indonesia.&lt;br /&gt;Tim Srikandi Tim Panjat Tebing Yogyakarta (6 orang) membuat jalur di Bukit Tanggul, Tulung Agung, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1992&lt;br /&gt;Dunia petualangan Indonesia kembali berduka karena kehilangan dua orang terbaiknya, Norman Edwin dan Didiek Syamsu, anggota Mapala UI tewas di terjang badai di Gunung Aconcagua, Argentina.&lt;br /&gt;Ekspedisi Pemanjat Putri Indonesia menjejakkan kakinya di Puncak Tebing Cima Ovest, Tre Cime, Italia.&lt;br /&gt;Ekspedisi Putri Khatulistiwa Tim Panjat Tebing Yogyakarta memanjat dinding utara Bukit Kelam, Sintang, Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1996&lt;br /&gt;Clara Sumarwati membuat kontroversi dalam pendakiannya di Everest, puncak tertinggi di Pegunungan Himalaya pada tanggal 26 September 1996. Banyak pihak di Indonesia yang meragukan bahwa kedua kakinya telah menjejak puncak tertinggi di dunia itu. Tetapi berdasarkan data dari Adventure Stats.com pada bulan Januari 2002 nama Clara Sumarwati telah tercatat sebagai pendaki Everest ke 836.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1997&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pratu Asmujiono menyusul Clara menjejakkan kakinya di Puncak Everest pada tanggal 26 April. Menurut catatan Adventure Stats.com, ia merupakan orang yang ke 851. Asmujiono berangkat bersama tim Ekpedisi Everest Indonesia yang merupakan gabungan anggota Kopassus dan pendaki sipil lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-821870677165378367?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/821870677165378367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=821870677165378367&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/821870677165378367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/821870677165378367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/06/sejarah-pendakian-gunung-dan-panjat.html' title='Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-4579780197146499227</id><published>2011-06-15T00:53:00.000-07:00</published><updated>2011-06-15T00:54:30.189-07:00</updated><title type='text'>Panjat Tebing</title><content type='html'>I.   SEJARAH PANJAT TEBING&lt;br /&gt;Aktivitas panjat tebing sudah dikenal masyarakat sejak lama bahkan masyarakat tradisional, mereka melakukan pemanjatan guna mencari sumber kehidupan ataupun perlindungan, khususnya didaerah pantai dan kawasan karst untuk mencari sarang  burung atau sumber mata air. Tetapi mereka tidak memakai system dan prosedur yang baku seperti dalam olahraga panjat tebing sehingga faktor keamanan dan tingkat resiko yang dihadapi sangatlah tinggi.&lt;br /&gt;Panjat tebing pertama kali dikenal di kawasan benua Eropa tepatnya di kawasan pegunungan Alpen sebelum perang Dunia I. Pada awal tahun 1910 dinegara Austria mulai diperkenalkan penggunaan peralatan-peralatan yang digunakan untuk menunjang dalam kegiatan panjat tebing seperti carabiner (cincin kait) dan piton (paku tebing) yang pada saat itu masih terbuat dari besi baja. Dan berawal dari situlah para pendaki dari Austria dan Jerman mulai mengembangkan peralatan dan teknik olah raga ini. Seiring waktu yang terus berjalan peralatan olah raga ini banyak mengalami inovasi, terutama pada bahan pembuatannya, uji kekuatan gaya tariknya, kepraktisan penggunaan alat serta prosedur keamanan alat yang telah distandartkan.&lt;br /&gt;Di Indonesia olahraga panjat tebing sendiri telah terbentuk sejak tahun 1988 yang memiliki organisasi yang pada saat itu bernama FPGTI (Federasi Panjat Gunung Dan Panjat Tebing Indonesia) yang kemudian berganti nama dengan FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) sampai sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.   DEFINISI&lt;br /&gt;Panjat tebing atau istilah asingnya dikenal dengan Rock Climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olah raga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya. Pada umumnya panjat tebing dilakukan pada daerah yang berkontur batuan tebing dengan sudut kemiringan mencapai lebih dari 45o  dan mempunyai tingkat kesulitan tertentu.&lt;br /&gt;Pada dasarnya olah raga panjat tebing adalah suatu olah raga yang mengutamakan kelenturan, kekuatan / daya tahan tubuh, kecerdikan, kerja sama team serta ketrampilan dan pengalaman setiap individu untuk menyiasati tebing itu sendiri. Dalam menambah ketinggian dengan memanfaatkan cacat batuan maupun rekahan / celah yang terdapat ditebing tersebut serta pemanfaatan peralatan yang efektif dan efisien untuk mencapai puncak pemanjatan&lt;br /&gt;Pada awalnya panjat tebing merupakan olah raga yang bersifat petualangan murni dan sedikit sekali memiliki peraturan yang jelas, seiring dengan berkembangnya olah raga itu sendiri dari waktu kewaktu telah ada bentuk dan standart baku dalam aktifitas dalam panjat tebing yang diikuti oleh penggiat panjat tebing. Banyaknya tuntutan tentang perkembangan olah raga ini memberi alternatif yang lain dari unsur petualangan itu sendiri. Dengan lebih mengedepankan unsur olah raga murni (sport)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.   SISTEM PEMANJATAN&lt;br /&gt;System pemanjatan dibagi menjadi dua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Himalayan system&lt;br /&gt;Pemanjatan system Himalayan ini adalah pemanjatan yang dilakukan dengan cara terhubungnya antara titik start (ground) dengan pitch / terminal terakhir pemanjatan, hubungan antara titik start dengan pitch adalah menggunakan tali transport, dimana tali tersebut adalah berfungsi supaya hubungan antara team pemanjat dengan team yang dibawah dapat terus berlangsung tali transport ini berfungsi juga sebagai lintasan pergantian team pemanjat juga sebagai jlur suplai peralatan ataupun yang lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Alpen system&lt;br /&gt;Lain halnya dengan system diatas, jadi antara titik start dengan pitch terakhir sama sekali tidak terhubung dengan tali transpot, sehingga jalur pemanjatan adalah sebagai jalur perjalanan yang tidak akan dilewati kembali oleh team yang dibawah. Maka pemanjatan dengan system ini benar-benar harus matang perencanaanya karena semua kebutuhan yang mendukung dalam pemanjatan tersubut harus dibawa pada saat itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari bentuk penggunaan peralatan panjat tebing terbagi menjadi 2 kelompok besar :&lt;br /&gt;* Artificial climbing :&lt;br /&gt; Merupakan pemanjatan yang mana didalam pergerakannya sepenuhnya didukung oleh alat dan pemanjat tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan alat tersebut. Peralatan selain sebagai pengaman juga sebagai tumpuan untuk menambah ketinggian dalam melakukan pemanjatan tersebut. Perlu diingat bahwasannya untuk dapat bergerak cepat dan aman dalam melakukan pemanjatan bukan disebabkan karena adanya peralatan yang super modern melainkan lebih diutamakan pada penggunaan teknik yang baik.&lt;br /&gt;* Free climbing :&lt;br /&gt;Adalah pemenajatn yang mengunakan alat hanya semata-mata untuk menambah ketinggian dan alat berfungsi sebagai pengaman saja tetapi tidak mempengaruhi  gerak dari pemanjat. Walaupun dalam pemanjatan tipe ini pemanjat diamankan oleh seorang belayer namun pengaman yang baik adalah diri sendiri.&lt;br /&gt;Sednangkan untuk pengembangan dari jenis pemanjatan free climbing itu sendiri dibagi menjadi dua yaitu :&lt;br /&gt;- Top rope : pemanjatan dimana tali pemanjatan sudah terpasang sebelumnya&lt;br /&gt;- Solo : pemanjatan yang dilakukan seorang diri dengan merangkap fungsi sebagai Leade, Cleaner dan Belayer.&lt;br /&gt;Sedangkan solo sendiri juga dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu :&lt;br /&gt;a.   Solo artificial climbing&lt;br /&gt;b.   Solo free climbing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.   TEKNIK DASAR PANJAT TEBING&lt;br /&gt;Seorang pemanjat harus bisa memahami tebing yang akan dipanjat, bagaimana kontur tebing tersebut, apa saja peralatan yang nantinya akan dipergunakan, dan kalau bisa tahu secara detail bagaimana bentuk pegangan dan celah-celah yang ada pada tebing tersebut  yang paling utama pemanjat harus  bisa menentukan jalur pemanjatan, cara pemasangan dan penggunaan peralatan yang benar, hal itu akan menjadi safety standart prosedur dalam pemanjatan sehingga menjadi support tambahan bagi kesuksesan dalam melakukan pemanjatan.&lt;br /&gt;Teknik pemanjatan dikelompokkan sesuai bagian dengan tebing yang dimanfaatkan untuk memperoleh gaya tumpuan dan pegangan, yaitu :&lt;br /&gt;a.   Face Climbing&lt;br /&gt;Yaitu memanjat pada permukaan tebing dimana masih terdapat tonjolan atau rongga yang memadai sebagai pijakan kaki maupun pegangan tangan&lt;br /&gt;b.   Friction / Slab Climbing&lt;br /&gt;Teknik ini hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu&lt;br /&gt;c.   Fissure Climbing&lt;br /&gt; Teknik ini memanfaatkan celah yang digunakan oleh anggota badan yang seolah-olah berfungsi sebagai pasak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara demikian dan beberapa pengembangan, dikenal teknik-teknik berikut ;&lt;br /&gt;a.   Jamming&lt;br /&gt;Teknik memanjat dengan memanfaatkan celah yang tidak begitu lebar. Jari-jari tangan, kaki atau tangan dapat dimasukkan / diselipkan pada celah sehingga seolah-olah menyerupai pasak&lt;br /&gt;b.   Chimneying&lt;br /&gt;Teknik memanjat celah vertical yang cukup besar. Badan masuk diantara celah dan punggung menempel disalah satu sisi tebing. Sebelah kaki menempel pada sisi tebing depan, dan sebelah lagi menempel ke sisi tebing belakang. Kedua tangan diletakkan menempel pula dan membantu mendorong serta membantu menahan berat badan.&lt;br /&gt;c.   Bridging&lt;br /&gt;Teknik memanjat pada celah vertikal yang lebih besar (gullies). Caranya dengan menggunakan kedua tangan dan kaki sebagai pegangan pada kedua celah tersebut. Posisi badan mengangkang kaki sebagai tumpuan dibantu juga tangan sebagai penjaga keseimbangan.&lt;br /&gt;d.   Lay back&lt;br /&gt;Teknik memanjat pada celah vertical dengan menggunakan tangan dan kaki. Pada teknik ini jari tangan mengait tepi celah tersebut dengan punggung miring sedemikian rupa untuk menempatkan kedua kaki mendorong kedepan dan kemudian bergerak naik silih berganti.&lt;br /&gt;e.   Hand traverse&lt;br /&gt;Teknik memanjat pada tebing dengan gerak menyamping (horizontal). Hal ini dilakukan bila pegangan yang ideal sangat minim dan untuk memanjat vertukal sudah tidak memungkinkan lagi. Teknik ini sangat rawan, dan banyak memakan tenaga karena seluruh berat badan tertumpu pada tangan, sedapat mungkin pegangan tangan dibantu dengan pijakan kaki (ujung kaki) agar berat badan dapat terbagi lebih rata.&lt;br /&gt;f.   Mantelself&lt;br /&gt;Teknik memanjat tonjolan-tonjolan (teras-teras kecil) yang letaknya agak tinggi namun cukup besar untuk diandalkan untuk tempat brdiri selanjutnya. Kedua tangan dgunakan untuk menarik berat badan dibantu dengan pergerakan kaki. Bila tonjolan-tonjolan tersebut setinggi paha atau dada maka posisi tangan berubah dari menarik menjadi menekan untuk mengngkat berat badan yang dibantu dengan dorongan kaki.&lt;br /&gt;Sebagaimana panjat tebing ialah memanfaatkan cacat batuan untuk menambah ketinggian sehingga seorang pemanjat dituntut berani, teliti dan terampil juga dalam kemampuan berfikir yang tepat dalam bertindak dengan keadaan yang terbatas untuk membuat keputusan menyiasati dan memecahkan permasalahan yang dihadapi secara tepat, cepat dan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.   PROSEDUR PEMANJATAN&lt;br /&gt;Tahapan-tahapan dalam pemanjatan hendaknya dimulai dari langkah-langkh sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.   mengamati lintasan dan memikirkan teknik yang akan dicapai.&lt;br /&gt;b.   Menyiapkan peralatan yang akan dibutuhkan&lt;br /&gt;c.   Untuk Leader, perlengkapan teknis diatur sedemikian rupa agar mudah untuk diambil / memilih dan tidak mengganggu gerakan. Tugas dari Leader sendiri adalah membuat lintasan yang akan dilaluinya dan pemanjat berikutnya.&lt;br /&gt;d.   Untuk Belayer, memasang ancor dan merapikan alat-alat. Tugasnya adalah membantu Leader baik dengan aba-aba maupun dengan tali yang dipakai Leader, Belayer juga bertugas mengamankan Belayer dari resiko jatuh atau yang lainnya, dengan langkah awal yaitu meneliti penganman yang dipakai Leader.&lt;br /&gt;e.   Bila belayer dan Leader telah siap melakukan pemanjatan, segera memberi aba-aba pemanjatan&lt;br /&gt;f.   Bila Leader sampai ketinggian 1 pitch (tali habis) ian harus memasang ancor.&lt;br /&gt;g.   Leader yang sudah memasang ancor diatas, selanjutnya berfungsi sebagai Belayer untuk mengamankan pemenjat berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.   PERALATAN PANJAT TEBING&lt;br /&gt;Adapun jenis-jenis peralatan yang biasa digunakan untuk panjat tebing adalah :&lt;br /&gt;- Tali (Karn Mantel)&lt;br /&gt;- Webbing&lt;br /&gt;- Carabiner screw dan non screw&lt;br /&gt;- Piton (pasak tebing)&lt;br /&gt;- Ascender (alat untuk naik pada tali)&lt;br /&gt;- Descender (alat untuk turun pada tali)&lt;br /&gt;- Eterier (tangga tali)&lt;br /&gt;- Chock friend&lt;br /&gt;- Harness&lt;br /&gt;- Hamer&lt;br /&gt;- Hand drill&lt;br /&gt;- Magnesium&lt;br /&gt;- Sepatu dan helm&lt;br /&gt;- Chock stopper&lt;br /&gt;- Chock hexentrix&lt;br /&gt;- dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII.   SIMPUL-SIMPUL&lt;br /&gt;Simpul-simpul dasar yang biasa digunakan pada panjat tebing adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Simpul delapan (figure of eight knot)&lt;br /&gt;- Simpul delapan ganda (double lub figure of eight knot)&lt;br /&gt;- Simpul nelayan (fisherman knot)&lt;br /&gt;- Simpul perusik&lt;br /&gt;- Simpul pangkal (eliver hitch)&lt;br /&gt;- Simpul pita&lt;br /&gt;- Simpul bowline&lt;br /&gt;- Simpul jangkar&lt;br /&gt;- Simpul belay (Italian hitch)&lt;br /&gt;- Simpul kupu-kupu&lt;br /&gt;- dll&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-4579780197146499227?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/4579780197146499227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=4579780197146499227&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4579780197146499227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4579780197146499227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/06/panjat-tebing.html' title='Panjat Tebing'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-4930815469235429799</id><published>2011-06-15T00:51:00.000-07:00</published><updated>2011-06-15T00:52:33.707-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Tips Persiapan mendaki gunung</title><content type='html'>Bagi sebagian orang, mendaki gunung adalah kegiatan yang tidak berguna. Selain kedinginan dan kelelahan, risiko yang bakal dihadapi juga cukup besar. Banyak cerita para pendaki gunung yang tewas karena berbagai hal. Di antaranya jatuh ke jurang dan mati kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagi para petualang mendaki gunung menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Di sini, mereka bisa berjalan menusuri rimba, melewati jurang yang terjal, dan mendaki bukit. Dengan aktivitas ini pemandangan alam yang tergelar di jagad raya bisa dinikmati dengan puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melakukan pendakian sejumlah persiapan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Perbekalan, perlengkapan, dan yang penting badan yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, untuk mendapatkan perlengkapan pendakian saat ini banyak toko yang khusus menjual itu. Tinggal pilih sesuai dompet, mau merek lokal atau asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tas punggung besar (carril), kantong tidur (sleeping bag), topi gunung, dan sandal gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan Pendakian&lt;br /&gt;Bagi para petualang, mendaki gunung adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, dengan melakukan kegiatan ini, maka seseorang bisa menyaksikan keindahan alam yang luar biasa di puncak gunung. Belum lagi dengan pemandangan yang bisa ditemui di sepanjang jalur pendakian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mendaki gunung tetap memerlukan persiapan khusus, baik teknis maupun fisik. Sebab jika tidak, maka bisa jadi mendaki gunung akan menjadi kegiatan yang sangat tidak menyenangkan.Bahkan lebih dari itu, tanpa persiapan khusus, seorang pendaki bisa mengalami celaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan umum yang harus dimiliki seorang pendaki sebelum mulai naik gunung antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membawa alat navigasi berupa peta lokasi pendakian, peta, altimeter (Alat pengukur ketinggian suatu tempat dari permukaan laut), atau kompas. Untuk itu, seorang pendaki harus paham bagaimana membaca peta dan melakukan orientasi. Jangan sekali-sekali mendaki bila dalam rombongan tidak ada yang berpengalaman mendaki dan berpengetahuan mendalam tentang navigasi.&lt;br /&gt;2. Pastikan kondisi tubuh sehat dan kuat. Berolahragalah seperti lari atau berenang secara rutin sebelum mendaki.&lt;br /&gt;3. Bawalah peralatan pendakian yang sesuai. Misalnya jaket anti air atau ponco, pisahkan pakaian untuk berkemah yang selalu harus kering dengan baju perjalanan, sepatu karet atau boot (jangan bersendal), senter dan baterai secukupnya, tenda, kantung tidur, matras.&lt;br /&gt;4. Hitunglah lama perjalanan untuk menyesuaikan kebutuhan logistik. Berapa banyak harus membawa beras, bahan bakar, lauk pauk, dan piring serta gelas. Bawalah wadah air yang harus selalu terisi sepanjang perjalanan.&lt;br /&gt;5. Bawalah peralatan medis, seperti obat merah, perban, dan obat-obat khusus bagi penderita penyakit tertentu.&lt;br /&gt;6. Jangan malu untuk belajar dan berdiskusi dengan kelompok pencinta alam yang kini telah tersebar di sekolah menengah atau universitas-universitas.&lt;br /&gt;7. Ukurlah kemampuan diri. Bila tidak sanggup meneruskan perjalanan, jangan ragu untuk kembali pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan Mental&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mental amat berpengaruh, karena jika mentalnya sedang fit, maka fisik pun akan fit, tetapi bisa saja terjadi sebaliknya. Untuk mengetahui keadaan mental seseorang dalam kondisi fit atau tidak memang tidak mudah. Tentunya yang lebih memahami keadaan mental ini adalah diri kita sendiri. Kesiapan mental secara pribadi akan sangat berpengaruh pada kondisi tim. Jika kesiapan mental tidak dalam kondisi fit alangkah baiknya jika tidak memaksakan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan Fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa latihan fisik yang perlu kita lakukan, misalnya : Stretching /perenggangan (sebelum dan sesudah melakukan aktifitas olahraga, lakukanlah perenggangan, agar tubuh kita dapat terlatih kelenturannya). Jogging (lari pelan-pelan) Lama waktu dan jarak sesuai dengan kemampuan kita, tetapi waktu, jarak dan kecepatan selalu kita tambah dari waktu sebelumnya. Latihan lainnya bisa saja sit-up, push-up dan pull-up Lakukan sesuai kemampuan kita dan tambahlah porsinya melebihi porsi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa perlengkapan atau bekal yang harus dibawa saat mendaki gunung adalah :&lt;br /&gt;* Carriel atau tas besar untuk menampung seluruh perbekalan dan peralatan yang dibutuhkan&lt;br /&gt;* Matras. Fungsinya adalah untuk alas duduk saat beristirahat sejenak.Matras juga bisa digunakan untuk pelapis di dalam carriel agar terlihat lebih rapi.&lt;br /&gt;* Jas hujan. Alat ini sangat diperlukan terutama untuk mengantisipasi jika turun hujan saat pendakian. Sebab seringkali cuaca di gunung kurang bersahabat dan turun hujan yang cukup lebat.&lt;br /&gt;* Tenda.Alat ini digunakan ketika para pendaki hendak beristirahat dalam waktu yang cukup lama. Tenda juga bisa melindungi para pendaki saat terjadi hujan atau angin kencang.&lt;br /&gt;* Kantung tidur atau Sleeping bag.Alat ini berfungsi untuk menyelimuti saat tidur di gunung.Selain itu juga bisa digunakan sebagai alas tidur.&lt;br /&gt;* Alat penerangan, seperti senter, lilin, batere cadangan, lampu badai. Dengan adanya alat penerangan yang memadai, maka kegiatan mendaki di malam hari bisa berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;* Topi, sarung tangan, kaos kaki tebal, sepatu khusus. Sepatu khusus ini diperlukan karena medan di pegunungan beda dengan medan di daerah yang datar sehingga memerlukan sepatu yang khusus.&lt;br /&gt;* Pakaian hangat seperti jaket, kaus lengan panjang dan celana panjang kasual dengan bahan yang kuat dan nyaman pakai.&lt;br /&gt;* Alat-alat P3K, suplemen makanan, makanan instan/kalengan, dan minuman mineral. Ketersediaan makanan yang cukup akan mampu memberikan energi yang cukup pula saat mendaki.&lt;br /&gt;* Golok tebas, pisau lipat, dan teropong. Yang tidak kalah pentingnya adalah alat perekam (kamera atau handycam) untuk mendokumentasikan kegiatan selama pendakian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan Administrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempersiapkan seluruh prosedur yang dibutuhkan untuk perijinan memasuki kawasan yang akan dituju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan Ketrampilan dan Pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan untuk dapat hidup di alam bebas. Kemampuan minimal yang perlu bagi pendaki adalah pengetahuan tentang navigasi darat, survival serta EMC (emergency medical care) praktis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-4930815469235429799?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/4930815469235429799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=4930815469235429799&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4930815469235429799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4930815469235429799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/06/tips-persiapan-mendaki-gunung.html' title='Tips Persiapan mendaki gunung'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-4506024618544959369</id><published>2011-06-14T20:26:00.001-07:00</published><updated>2011-06-14T20:26:52.869-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Jalur Pendakian Gunung Arjuno Via Lawang</title><content type='html'>Terdapat beberapa gunung di kawasan Gunung Welirang-Arjuna diantaranya : Gn. Arjuna (3339 mdpl), Gn. Welirang (3156 mdpl), Gn. Kembar I (3051 mdpl), Gn. Kembar II (3126 mdpl), Gn. Ringgit (2477 mdpl).&lt;br /&gt;Gn. Arjuna-Welirang dapat didaki dan berbagai arah; arah Utara (Tretes), dan arah Timur (Lawang) dan dari arah Barat (Batu-Selecta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita menginginkan mendaki dari kota Lawang, dari arah Surabaya kita naik bus jurusan Malang dan turun di Lawang (kira-kira 76 Km) dan bila dari Malang, dari Terminal Arjosari kita naik bus menuju Lawang dengan jarak 18 Km.&lt;br /&gt;Dari Pasar Lawang kita mencarter kendaraan bak terbuka (angkutan desa) menuju desa Wonorejo (Kebun Teh Wonosari) sejauh 13 km, atau bisa juga dengan menggunakan ojeg. Pendakian ke puncak dimulai dari desa Wonorejo ini menuju ke Perkebunan Teh desa Wonosari sejauh 3 km.&lt;br /&gt;Di sini kita melapor pada petugas PHPA dan juga meminta ijin pendakian, persediaan air kita persiapkan juga di desa terakhir ini. Di sepanjang jalur hingga mencapai puncak kita tidak akan menemukan sumber air.&lt;br /&gt;Dari desa Wonorejo terus berjalan dan melewati kebun teh Wonosari yang cukup landai, namun jalanan berdebu dan sering bertiup angin kencang. Sekitar 1 jam perjalanan selanjutnya kita akan sampai di kawasan hutan lamtoro dan pinus. Di kawasan hutan ini kita harus berjalan melintasi akar-akar pohon yang kadang kala cukup merepotkan.&lt;br /&gt;Selama 1 jam setelah melintasi kawasan pepohonan, kita akan sampai di kawasan padang rumput. Jalur berupa tanah berdebu melintasi rumput dan alang-alang. Di depan mata kita dapat menyaksikan bentuk gunung Arjuna secara utuh. Di butuhkan waktu sekitar 30 menit untuk melintasi padang rumput yang sangat panas terutama di siang hari. Akhir dari padang rumput ini terdapat pondok-pondok yang sudah rusak namun masih dapat dimanfaatkan untuk berteduh maupun berlindung dari hempasan angin.&lt;br /&gt;Suasana teduh dan sejuk akan kita nikmati saat kita melintasi hutan kecil yang cukup lebat, disini terdapat sebuah sungai , kita harus menyeberangi sungai ini dengan cara melompati batu-batuan, sungai ini sering kali kering di musim kemarau.&lt;br /&gt;Kita kembali akan menapaki padang rumput yang sangat terjal menyusuri punggunan gunung. di beberapa puncak punggung bukit terdapat batu-batu besar yang menghalangi perjalanan, sehingga pendaki harus melewati sisi batu yang berhadapan dengan jurang yang sangat curam dan dalam. Selanjutnya kita kembali akan menyusuri punggung bukit yang banyak ditumbuhi pohon pinus.&lt;br /&gt;Sekitar 3 jam kita akan sampai di Pos III disini terdapat sebuah pondok yang terbuat dari alang-alang. Pendaki dapat merebahkan badan beristirahat diatas tumpukan alang-alang. Pondok ini sangat membantu untuk beristirahat berlindung dari panas, hujan, kabut atau hempasan angin.&lt;br /&gt;perjalanan dilanjutkan dengan melintasi kawasan padang rumput yang semakin menanjak, sesekali nampak elang jawa terbang mencari mangsa. Sekitar 2 jam perjalanan kita akan sampai di sebuah pondok yang dapat digunakan untuk berlindung dari hujan dan terpaan angin kencang.&lt;br /&gt;Meninggalkan pondok kita akan memasuki kawasan hutan tropis yang cukup lebat, di sini banyak terdapat monyet hitam berekor panjang, udara sejuk dan pemandangan hutan yang sangat indah membuat kita memperlambat perjalanan untuk menikmati suasana hutan. Sekitar 30 menit kita akan meninggalkan kawasan hutan tropis.&lt;br /&gt;Jalur beralih ke hutan pinus yang semakin terjal, jalur ini berupa tanah yang berdebu jika dimusim kemarau dan licin bila di musim hujan. Kadangkala jalur tertutup oleh semak-semak berbunga yang sangat indah.Di beberapa tempat kita akan berhadapan dengan batu-batu besar yang menghadang perjalanan. Sekitar 2 jam kemudian kita akan sampai di pertemuan jalur yang menyatu dengan jalur purwosari. Puncak gunung Arjuna sudah berada di depan mata.&lt;br /&gt;Selanjutnya kita harus melintasi padang rumput yang sangat terjal yang banyak ditumbuhi bunga Edelweis. Jalan yang berdebu serta panas yang menyengat membuat perjalanan akhir ini terasa sangat berat. Puncak Gunung Arjuna tinggal 30 menit lagi namun kita harus mengerahkan seluruh sisa-sisa tenaga kita. Puncak gunung Arjuna disebut juga puncak Ogal-agil, di sekitar puncak ini banyak terdapat batu-batu besar yang berserakan.&lt;br /&gt;Dari puncak gunung Arjuna ke arah timur kita dapat melihat gunung Semeru dengan sangat jelas, sementara itu ke arah utara kita lihat puncak gunung penanggungan yang menyerepui puncak gunung semeru. Kearah selatan tampak gunug Kawi dan gunung Anjasmoro terasa sangat dekat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-4506024618544959369?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/4506024618544959369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=4506024618544959369&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4506024618544959369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4506024618544959369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/06/jalur-pendakian-gunung-arjuno-via.html' title='Jalur Pendakian Gunung Arjuno Via Lawang'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-6080370186186175747</id><published>2011-06-14T20:18:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T20:25:45.708-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Pendakian Gunung Arjun dan Welirang</title><content type='html'>Gunung Arjuno (3.339 m dpl) adalah gunung api tua dan sudah tidak aktif, Sedangkan Gunung Welirang (3.156 m dpl), masih ada aktifitas yang ditunjukkan dengan adanya kawah belerang. Gunung Arjuno dan Gunung Welirang terletak pada satu gunung yang sama dan terletak dalam satu rangkaian dengan Gunung Anjasmoro dan Gunung Ringgit. Pada lembah-lembah diantaranya, terutama di lereng Gunung Arjuno dan Ringgit, terdapat puluhan peninggalan purbakala yang berserakan dan belum ditangani secara tuntas. Sebagian tertutup semak-belukar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan besar terakhir terjadi pada Juni 1988, yang meliputi bangunan persajian, batu perdupaan, bangunan berundak, arca batu, wadah batu dan gua pertapaan, yang dikerjakan sekitar tahun 1400-an. Hal ini ditunjukkan dengan angka tahun 1364 Saka atau 1442 Masehi yang terpahatkan di balok batu Candi Laras atau Candi Gambir di ketinggian kurang lebih 1400 m.dpl. Coordinates: 7°45''53"S 112°35''26"E&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gunung arjuno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya arca-arca yang tersebar di sekitar lereng hanya menggambarkan manusia biasa dan tidak mengikuti pedoman Ikonografi Hindu, dan tokoh-tokoh wayang tidak ditemukan di sini. Diperkirakan, peninggalan ini berasal dari jaman Majapahit, pada masa pemerintahan Prabu Sri Suhita (1429 - 1447),cucu dari Rajasanagara atau Bhre Hyang Wekasing Sukha Hayam Wuruk (1350 - 1389). Seni arsitekturnya memperlihatkan unsur lokal yang lebih dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diduga, ada 2 alasan mengapa kompleks bangunan itu dibuat di pegunungan tinggi. Alasan pertama, karena berkaitan dengan kepercayaaan masyarakat setempat, dan kedua, karena terpengaruh konsep ajaran Hindu perihal persemayaman dewa-dewa di puncak gunung. Sejauh ini sudah didata 20 bangunan purbakala, tidak termasuk puluhan arca. Beberapa candi yang terkenal ialah Candi Indrokilo, Candi Manggung, Candi Sepilar dan Candi Lepek.&lt;br /&gt;Jalur Pendakian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Arjuno, dapat didaki dari beberapa arah, yaitu arah Utara (Tretes) melalui Gunung Welirang, dari arah Timur (Lawang) dan dari arah Barat (Batu-Selecta).&lt;br /&gt;Jalur Tretes-Welirang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Surabaya kita naik bis jurusan Malang atau sebaliknya, turun di Pandaan dan ganti minibus ke jurusan Tretes. Tretes (860 m.dpl) â€˜merupakan Tempat Wisata dan Hutan Wisata. Di situ juga terdapat dua air terjun yang indah, yaitu air terjun Kakek Bodo. Di Tretes banyak tersedia hotel maupun losmen, hawanya sejuk dan merupakan tempat peristirahatan yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;welirang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendaftar di Pos PHPA Tretes, yang terletak dibelakang Hotel Surya, kita dapat langsung mendaki Gunung Welirang dan juga Gunung Arjuno. Kita dapat menjumpai sungai kecil dipertengahan antara Tretes dan Pondok Welirang (terdapat Shelter). Setelah berjalan sekitar 4 - 5 jam ke arah barat daya dari Tretes, melewati hutan tropika Lali Jiwo, kita dapat berhenti dan bermalam di Pondok Welirang. Di tempat istirahat para penambang biji belerang ini, kita dapat mengambil air dan memasak atau mandi, karena air cukup melimpah. Hampir setiap hari sekitar 20 - 30 orang buruh mencari dan membawa batu belerang ke Tretes, yang merupakan pemandangan unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok paginya kita dapat mulai mendaki, dan kira-kira 45 menit perjalanan kita jumpai jalan bercabang, kekiri ke arah Gunung Arjuno, atau lurus langsung kearah ke puncak Gunung Welirang. Dari pondok sampai ke puncak Gunung Welirang ini kita melewati hutan Cemara dan kita akan kita akan sampai di puncak G. Welirang setelah perjalanan 3 - 4 jam. Jalur pendakian dari Tretes sampai Gunung Welirang merupakan jalan berbatu yang tertata rapi , tetapi merupakan siksaan tersendiri untuk perjalanan turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Puncak Gunung Welirang, yang ditandai dengan batu besar, kita bisa menyaksikan pemandangan menarik kearah Selekta, Tretes dan kaki-kaki langit di Selat Madura. Di bawah puncak Gunung Welirang ada dua kawah berwarna kekuningan yang menyemburkan gas beler\nang; Kawah Jero yang besar dan lebih dalam dan Kawah Plupuh. Bijih belerang di Kawah Jero inilah yang ditambang secara tradisional. Bila kemalaman kita bisa berteduh di gua-gua disekitar Puncak. Bagi yang tidak tahan aroma belerang sebaiknya tidak berlama-lama berada disekitar Puncak dan kawah, karena akan menyebabkan pening. Perlu waktu 3 - 4 jam untuk turun ke Tretes dari Puncak G. Welirang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;camp welirang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita akan melanjutkan perjalanan menuju Gunung Arjuno, dari Puncak Gunung Welirang kita berjalan turun ke arah Selatan, dan melalui hutan cemara dengan melewati satu jurang dan lembah Gunung Kembar I dan Gunung Kembar II, dimana kita dapat jumpai beberapa lubang sumur (luweng) didekat jalur, yang sering digunakan untuk menjebak Rusa. Selanjutnya kita akan melalui Sawahan Bakal (2.626 m.dpl), berupa padang rumput dimana sering dijumpai Rusa dan Kijang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan 5 - 6 jam, kita akan sampai di puncak tempat yang dinamakan Pasar Dieng, yang ketinggiannya hampir sama dengan puncak Gunung Arjuno, dimana terdapat batu-batu yang sebagian tersusun rapi seperti pagar dan tanahnya rata agak luas. Perlu 30 menit perjalanan melewati satu puncak lagi, sebelum kita sampai di Puncak G. Arjuno yang ditandai dengan batu-batu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak Gunung Arjuno anginnya sangat kencang dan suhunya antara 5 - 10 derajat. Di sini kita dapat menikmati panorama yang sangat indah terutama bila malam hari, kita dapat melihat ke bawah kota-kota seperti Surabaya, Malang, Batu, Pasuruan, serta Laut Jawa dengan kerlipan lampu-lampu kapal, juga Puncak Gunung Semeru dan semburan asapnya. Puncak Gunung Arjuno disebut juga dengan "Puncak Ogal-agil". Setelah berkemah di puncak, besok paginya kita dapat turun ke kota Lawang ke arah Timur dengan melewati hutan cemara, hutan tropis dan perdu, setelah itu kita akan melewati Perkebunan Teh Wonosari bagian Utara. Turun ke arah Lawang lebih dekat dan menyingkat waktu, daripada kembali ke arah Gunung Welirang/Tretes. Perjalanan turun ke arah Lawang kurang lebih 6 jam.&lt;br /&gt;Jalur Timur, Lawang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendaki Gunung Arjuno dari kota Lawang merupakan awal pendakian yang praktis karena kota Lawang mudah sekali kita tempuh baik dari arah Surabaya maupun Malang, selain itu Puncak Gunung Arjuno dapat langsung kita capai dari arah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari arah Surabaya kita naik bis jurusan Malang dan turun di Lawang (76 km). Bila kita dari Malang, maka kita naik dari Terminal Arjosari dengan menggunakan bis atau minibis menuju Lawang, jaraknya 18 km. Dari Lawang kita naik kendaraan umum (angkutan pedesaan) menuju desa Wonorejo sejauh 13 km. Pendakian ke puncak, dimulai dari desa ini menuju ke Perkebunan Teh Wonosari sejauh 3 km. Di sini kita melapor pada petugas PHPA dan juga meminta ijin pendakian, persediaan air kita persiapkan juga di desa terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari desa Wonosari terus berjalan dan melewati Perkebunan Teh Wonosari serta terus naik selama 3 - 4 jam perjalanan kita akan sampai di Oro-Oro Ombo yang merupakan tempat berkemah. Dari Oro-oro Ombo menuju ke puncak dibutuhkan waktu 6 - 7 jam perjalanan dengan melewati hutan lebat yang disebut Hutan Lali Jiwo. Dari sini kita akan melalui padang rumput yang jalannya menanjak dan curam sekali. Mendekati puncak, kita akan berjalan melewati batu-batu yang sangat banyak dan menyerupai taman yang sangat indah, setelah itu kita akan mencapai puncak Arjuno.&lt;br /&gt;Dari arah Barat, Sumber Brantas-Batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;arjunoJalur pendakian dari arah Batu, yang terletak di sebelah barat Gunung Welirang, juga merupakan jalur yang menarik dan menyenangkan. Kota Batu, keadaannya tidak berbeda jauh dengan Tretes, merupakan kota wisata memiliki panorma yang menarik, dengan berbagai fasilitasnya. Batu, disebut juga Kota Apel, dan mendapat julukan Swiss-nya Jawa, terletak dilembah Gunung Panderman dan lereng Gunung Arjuno, memiliki kawasan wisata dengan sumber air hangat di Songgoriti. Untuk menuju Batu dari arah Kediri atau Malang kita dapat naik bis/colt, selanjutnya dilanjutkan dengan minibus dari Batu menuju Desa Sumber Brantas lewat Selecta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa berhenti di Selecta, yang juga merupakan kawasan wisata yang ternama, terletak pada ketinggian 1.200 m.dpl, hawanya sejuk dan tersedia sarana wisata yang menyenangkan, kolam renang dan taman bunga, juga pasar buah dan sayur segar. Di Selecta, banyak tersedia hotel maupun losmen dimana kita dapat bermalam. Fasilitas telpun terakhir ada di Selecta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Desa Sumber Brantas (1.600 mdpl) terdapat mata air yang merupakan sumber dari Sungai Brantas yang mengalir ratusan kilometer, yang merupakan darah bagi lahan pertanian di Jawa Timur. Di mata air ini kita harus menyiapkan air secukupnya untuk perjalanan ke puncak dan kembalinya. Dari Sumber Brantas, mengikuti jalan aspal kearah Pacet -Mojokerto sejauh 8 km, kita akan sampai di Cangar yang merupakan kawasan Taman Hutan Rakyat Suryo yang sedang dikembangkan fasilitasnya, untuk menikmati mandi air panas alami dari kaki Gunung Welirang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Desa Sumber Brantas kendaraan umum biasanya menurunkan kita di Pos KSDA, tetapi kita bisa minta turun (dengan perjanjian) di ujung desa. Sebelum pendakian, kita harus mendaftar kepada Petugas KSDA. Dari ujung desa, kita memulai pendakian selama 2 jam, dengan melewati jalan berbatu yang menanjak dan ladang sayuran ke arah Timur Laut, sampai ke tepi Hutan Lali Jiwo sebelah barat. Dalam perjalanan ini, samar-samar akan terlihat puncak Arjuno. Untuk menyingkat waktu, kita bisa juga menyewa Jeep di desa Sumber Brantas ini, untuk mengantarkan kita sampai akhir kebun sayur di tepi hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pendakian 4 jam lagi melintasi hutan tropika yang lebat Lali Jiwo, kita akan sampai di punggungan gunung yang menghubungkan puncak Gunung Welirang dan Gunung Arjuno, tepatnya sebelah Tenggara Gunung Kembar I. Disini terdapat persimpangan, kearah kiri untuk menuju puncak Gunung Welirang selama 2-3 jam dan ke arah kanan menuju Gunung Arjuno selama 4 - 5 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan mendekati Puncak Gunung Welirang dilereng sebelah barat, kita akan dapat menyaksikan padang Bunga Edelweis dan Mentigi yang berdaun kemerah-merahan, pemandangan yang menarik in tak akan dijumpai di jalur lain. Di sepanjang perjalanan kita akan sering menjumpai Rusa, Kijang, Tupai Terbang , Lutung juga Burung-burung yang terlihat jinak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-6080370186186175747?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/6080370186186175747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=6080370186186175747&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6080370186186175747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6080370186186175747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/06/pendakian-gunung-arjun-dan-welirang.html' title='Pendakian Gunung Arjun dan Welirang'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-7829289213719614838</id><published>2011-06-14T20:14:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T20:17:03.091-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Gunung Arjuno</title><content type='html'>Gunung Arjuno atau Gunung Arjuna, terletak di Malang, Jawa Timur, bertipe Strato dengan ketinggian 3.339 m dpl dan berada di bawah Pengelolaan Tahura Raden Soeryo. Biasanya gunung ini dicapai dari tiga titik pendakian yang cukup dikenal yaitu dari Lawang, Tretes dan Batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Arjuno bersebelahan dengan Gunung Welirang. Puncak Gunung Arjuno terletak pada satu punggungan yang sama dengan puncak gunung Welirang. Selain dari dua tempat diatas Gunung Arjuno dapat didaki dari berbagai arah yang lain. Gunung yang terletak di sebelah barat Batu, Malang - Jawa Timur ini juga merupakan salah satu tujuan pendakian. Disamping tingginya yang telah mencapai lebih dari 3000 meter, di gunung ini terdapat beberapa objek wisata. Salah satunya adalah objek wisata air terjun Kakek Bodo yang juga merupakan salah satu jalur pendakian menuju puncak Gunung Arjuna. Meskipun selain objek wisata air terjun Kakek Bodo terdapat pula air terjun lain, tetapi para wisatawan jarang yang mendatangi air terjun lainnya, mungkin karena letak dan sarana wisatanya kurang mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Arjuno dapat didaki dan berbagai arah, arah Utara (Tretes) melalui Gunung Welirang,dan arah Timur (Lawang) dan dari arah Barat (Batu-Selecta), dan arah selatan (Karangploso), juga dari kecamatan Singosari melalui desa Sumberawan. Desa Sumberawan adalah desa pusat kerajinan tangan di kecamatan Singosari, Malang dan merupakan desa terakhir untuk mempersiapkan diri sebelum memulai pendakian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-7829289213719614838?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/7829289213719614838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=7829289213719614838&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/7829289213719614838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/7829289213719614838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/06/gunung-arjuno.html' title='Gunung Arjuno'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-94218226771271815</id><published>2011-05-24T18:30:00.001-07:00</published><updated>2011-05-24T18:30:44.561-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Obyek Wisata Unik di Bengkulu</title><content type='html'>1. Bunga Raflessia Arnoldy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa Pemerintahan Inggris, Bunga ini ditemukan pertamakali oleh Sir Thomas Raffles dan Dr. Arnoldy di Dusun Lubuk Tapi pada tahun 1818. Bunga ini adalah bunga terbesar di dunia dengan diameter 100 cm. Bunga ini membutuhkan 6 sampai 8 bulan untuk tumbuh dan 15 hari setelah itu untuk berbunga. Keunikan dari bunga ini adalah tidak adanya akar, daun dan batang. Tumbuhan ini termasuk parasit kerena tidak adanya klorofil dan haustoria. Bunga ini sering tumbuh dan ditemukan di Taba Penanjung I dan Taba Penanjung III (Bengkulu Tengah), daerah di wilayah kabupaten Kepahiang, dan daerah di wilayah kabupaten Rejang Lebong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bunga Kibut (Amorphopalus Titanuum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga ini sangat menarik dan cantik. Tidak memiliki batang dengan tetapi memiliki bunga yang tinggi sekitar 3 m dan kuat. Bunga ini tumbuh di sekitar Rejang Lebong mengelilingi Kepahiang, Bengkulu Utara, and Bengkulu Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Anggrek air Vanda Hookeriana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ahli tanaman yang datang ke Bengkulu, anggrek air inihjanya terdapat di Danau Dendam Tak Sudah yang terletak sekitar 5 km dari kota Bengkulu. Beberapa macam anggrek liar dan alami lainnya dapat pula ditemukan di provinsi Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berbagai macam kekayaan hutan yang dapat ditemukan di Bengkulu seperti Kayu Medang, Meranti, Rattan, Damar. Tanaman lainnya yang dibudidayakan oleh masyarakat adalah Minyak sawit, getah karet, kopi, durians, jeruk, sayuran ,dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Fauna : Beberapa macam hewan seperti macan, kijang, gajah, monyet, rangkong adalah hewan yang menempati hutan di provinsi Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Upacara Tabot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabot adalah upacara tradisional tentang kepahlawanan Hasan dan Husen, Mereka Mati dalam peperangan melawan orang-orang Yazid. Perayaan pertama kali dilaksanakan oleh Syeh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo pada tahun 1685. Syeh Burhanuddin (Imam Senggolo) Menikah dengan wanita Bengkulu kemudian anak mereka, cucu mereka dan keturunan mereka disebut sebagai keluarga Tabot. upacara ini dilaksanakan dari 1 sampai 10 muharram (berdasar kalendar islam)setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Upacara Lainnya yang mengiringi Tabot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara Mengambil Tanah, dilakukan dari 1 sampai 4 Muharram. Duduk Penjah, 5 Muharram. Menjara, 5 sampai 6 of Muharram. Anak Jari-Jari dan Sorban, 7 sampai 8 Muharram. Arak Gedang, 9 Muharram. Pembuangan Tabot, 10 Muharram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Taman Laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman ini terletak sekitar pulau Enggano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Taman Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Terletak di Kecamatan Seblat sekitar 100 km dari kota Bengkulu. Taman Nasional lainnya terletak di Selatan Kaur, 80 km dari Manna. Taman ini merupakan bagian dari Taman Nasional Sumatera Selatan(TNSS I). Berbagai macam hewan dapat dijumpai di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Taman Berburu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Nanu'ua, hutan yang masih alami yang terletak di pulau Enggano.Hewan yang dapat diburu adalah : banteng liar, bore (babi liar), kijang, monyet, dan beberapa lainnya. Semidang Bukit Kaba, terletak di Taba Penanjung dengan luas area 15,300 ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Elephant Training Center (ETC) di Seblat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak di sebelah sungai Seblat, Putri Hijau, Bengkulu utara. Tempat latihan ini adalah salah satu dari tempat latihan yang ada di Indonesia(Way Kambas ETC, Lampung; Lhokseumawe ETC, Aceh; Sebangau ETC, Riau; Sebokor ETC, Sumatera Selatan). Untuk mencapai kesini dapat menggunakan kendaraan roda empat. terletak 132 km dari Bengkulu atau sekitar 3 jam perjalanan. Kita dapat melalui : Simpang Air Muring ke Desa Suka Maju, kemudian berjalan kaki sekitar 5 km. Dan Simpang Desa, Kota Bani, Suka Merindu, dan Suka Baru. Sayang sekali, jalur ini tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-94218226771271815?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/94218226771271815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=94218226771271815&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/94218226771271815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/94218226771271815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/05/obyek-wisata-unik-di-bengkulu.html' title='Obyek Wisata Unik di Bengkulu'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-3758020970083701390</id><published>2011-05-24T18:27:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T18:28:20.794-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Wisata budaya dan peninggalan sejarah di Bengkulu</title><content type='html'>1. Benteng Marlborough&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benteng Marlborough dibangun oleh perusahaan india timur dibawah kepemimpinan Gubernur Joseph Callet. The fort constitutes the strong fort, Benteng Marlborough berdiri mengahadap selatan dan memiliki luas 44,100 meter persegi. Benteng ini mempunyai bentuk bangunan abad 18, menyerupai kura-kura. Pintu utamanya dikelilingi parit yang luas dan dapat dilalui oleh jembatan. Menurut masyarakat sekiotar di benteng itu juga terdapat pintu keluar bawah tanah yang dulu digunakan pada waktu perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rumah Pengasingan Bung Karno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman koloni Belanda(1939-1942), Soekarno (Yang kemudian menjadi Presiden RI yang pertama) pernah diasingkan di Bengkulu. Selama dalam pengasingan Soekarno tinggal di rumah yang beralamat di Anggut Atas dan sekarang dikenal dengan jalan Soekarno-Hatta. Beberapa peralatan, sepeda, perpustakaan buku-buku, dan yang lainnya yang pernah dimiliki oleh soekarno disimpan di dalam rumah ini. Selama tinggal di Bengkulu, Soekarno mendesain masjid, yang sekarang dikenal dengan Masjid Jamik (Jamik Mosque).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Parr and Hamilton Monuments&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parr Monuments terletak di depan Pasar Barukoto diseberang benteng Marlborough, sedangkan Hamilton Monuments terletak di Jalan Soekarno-Hatta. Monument ini dibangun oleh Inggris untuk memperingati kekalahan mereka di Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Museum Provinsi Bengkulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum Bengkulu terletak di bagian selatan dari jalan utama kota Bengkulu, yaitu di jalan Pembangunan. Disini kita dapat melihat berbagai macam benda benda bersejarah. dan juga baju batik buatan Bengkulu yang dinamakan kain Besurek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rejang Lebong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air Panas dan Air Terjun Suban. Terletak 6 km dari Curup yang dihubungkan oleh jalan aspal dan terdapat air panas serta dua air terjun. oleh pemerintah dibangun berbagai macam fasilitas umum untuk menunjang pariwisata di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Danau Pematang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak 16 km dari Curup dan dapat dicapai dengan mudah dengan transportasi umum. Danau ini dikelilingi oleh perbukitan. Bukit Kabal Terletak 19 km dari Curup dengan jalan aspal yang menghubungkannya. Dengan tinggi sekitar 1,936 m diatas permukaan laut dengan keindahan alam yang menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Danau Tes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak 51 km dari Curup di Kecamatan Lebong Selatan, Danau ini adalah danu terbesar di provinsi Bengkulu dengan jarak 3 km. dan digunakan juga sebagai pembangkit listrik tenaga air. Tempat ini juga biasanya sebagai tempat peristirahatan bagi turis untuk melihat panorama yang indah dan matahari terbenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kolam Renang Tabarena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak 4 km dari Curup yang dihubungkan oleh jalan aspal. Tabarena adalah kolam renang alam yang berada di sungai dengan airnya yang bersih dan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Air Terjun Kepala Curup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak 29 km dari Curup dengan tinggi 100 meter dengan airnya yang segar dan sering dikunjungi oleh wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sungai Air Putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak di Tambang Sawah, sekitar 15 km dari Muara Aman atau 80 km dari Curup, sungainya terdiri dari air panas dan air dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Makam Sentot Alibasyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak di Desa Bajak, Kecamatan Teluk Segara, Bengkulu. Sentot Alibasyah merupakan salah satu Panglima Pangeran Dipenegoro yang dikirim ke Bonjol sewaktu Perang Padri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-3758020970083701390?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/3758020970083701390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=3758020970083701390&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3758020970083701390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3758020970083701390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/05/wisata-budaya-dan-peninggalan-sejarah.html' title='Wisata budaya dan peninggalan sejarah di Bengkulu'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-4423263637568532210</id><published>2011-05-24T18:25:00.001-07:00</published><updated>2011-05-24T18:25:22.968-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>Danau Dendam Tak Sudah</title><content type='html'>Danau ini dikelilingi oleh perbukitan kecil, dengan bukit barisan sebagai latar belakangnya. Jaraknya sekitar 8 km dari pusat kota Bengkulu. Anggrek air Vanda Hookeriana tumbuh sepanjang danau. Ketika musim bunga anggrek tersebut membuat danau menjadi indah dan lebih sejuk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-4423263637568532210?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/4423263637568532210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=4423263637568532210&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4423263637568532210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4423263637568532210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/05/danau-dendam-tak-sudah.html' title='Danau Dendam Tak Sudah'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-9051420327215539339</id><published>2011-05-24T18:17:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T18:18:17.838-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>Pengen ke Curup</title><content type='html'>Curup adalah kota kecil berudara dingin, segar dan sejuk yang terhampar di lembah dataran tinggi Sumatera. Adanya asimilasi kebudayaan daerah dengan orang pendatang, kini menjadikan kota Curup sebagai kota heterogen dari berbagai etnis di Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-9051420327215539339?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/9051420327215539339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=9051420327215539339&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/9051420327215539339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/9051420327215539339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/05/pengen-ke-curup.html' title='Pengen ke Curup'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-775675793653146454</id><published>2011-05-24T18:16:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T18:17:32.632-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>My Data 2</title><content type='html'>Employers &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Luna Book Cornerwith Etix Wida&lt;br /&gt;    Owner · Dec 2007 to present · Soerabaja, Jawa Timur, Indonesia&lt;br /&gt;    Toko Pelajaran Kehidupan&lt;br /&gt;        Rumah Batik Lanietawith Etix Wida&lt;br /&gt;        Butik Batik dari keluarga yang penuh kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;College &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    STT Telkomwith Dahliar Ananda and 4 others&lt;br /&gt;    Class of 2000 · computer freak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;High School &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    sma 1 geger madiun&lt;br /&gt;    Class of 1997&lt;br /&gt;    SMP Negeri 1 Dagangan, Madiun&lt;br /&gt;    Class of 1994&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-775675793653146454?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/775675793653146454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=775675793653146454&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/775675793653146454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/775675793653146454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/05/my-data-2.html' title='My Data 2'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-608535719007099821</id><published>2011-05-24T18:15:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T18:16:33.775-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>My Data</title><content type='html'>Address &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menteng Regency, Gadung, Driyorejo&lt;br /&gt;    Gresik, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Screen Names &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    @APurwandono(Twitter)&lt;br /&gt;    armadillo_last(Yahoo! Messenger)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Website &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    http://www.silenceroad.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    armadillo.purwandono@facebook.com&lt;br /&gt;    armadillo_last@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook facebook.com/armadillo.purwandono&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-608535719007099821?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/608535719007099821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=608535719007099821&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/608535719007099821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/608535719007099821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/05/my-data.html' title='My Data'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-8165140883704155737</id><published>2011-03-10T07:29:00.000-08:00</published><updated>2011-03-10T07:34:49.100-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><title type='text'>Malam</title><content type='html'>Malam datang tanpa bintang, seringkali lebih indah. Semakin pekat malam, semakin kita merasakan kedatangannya. tahukan kita tentang konsep malam bagi Tuhan. kenapakah Tuhan menciptakan malam???&lt;br /&gt;Ah rasanya tak perlu ku berfikir sejauh itu. cukuplah aku nikmati dengan secangkir teh manis hangat, dengan desir angin dingin.&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan atas segalanya. semua ciptaan-Mu, aku yakin pasti ada gunanya. hanya manusia yang ciptakan sampah.Engkau tidak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-8165140883704155737?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/8165140883704155737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=8165140883704155737&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8165140883704155737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8165140883704155737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/03/malam.html' title='Malam'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-8442391470016117999</id><published>2011-02-07T18:24:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T18:25:05.826-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><title type='text'>Zona Nyaman</title><content type='html'>Ada yang seru dari temenku beberapa hari yang lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang pengertian zona nyaman, kami sempat berdebat tentang itu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teman saya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi pegawai kecil, kerjaan santai walau kecil gajinya tapi ada pensiunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masak : gaji kecil, pangkat kecil, sering dimarahi, disuruh-suruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harus sangat berhemat agar selamat dengan pendapatan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengku...liahkan anak saja harus utang2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti ini zona nyaman. come on teman. wake up friends.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bebas secara finansial, sangat berwenang, bisa liburan kemana saja dan kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerja keras udah nggak mikirin uang. Sedekah tanpa itung-itungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa bermafaat bagi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu zona nyaman menurut saya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin kita akan beda persepsi dengan istilah zona nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang pasti kita tidak akan mengeluh jika sudah di zona nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga anda segera memasuki zona nyaman anda masing-masing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-8442391470016117999?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/8442391470016117999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=8442391470016117999&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8442391470016117999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8442391470016117999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/02/zona-nyaman.html' title='Zona Nyaman'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-965511356611416108</id><published>2011-02-07T18:20:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T18:22:58.573-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesahajaan'/><title type='text'>Kebahagiaan</title><content type='html'>Kebahagiaan berasal dari dalam hati kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-965511356611416108?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/965511356611416108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=965511356611416108&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/965511356611416108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/965511356611416108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/02/kebahagiaan.html' title='Kebahagiaan'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-4559547595565351043</id><published>2011-01-05T19:30:00.000-08:00</published><updated>2011-01-05T19:32:48.096-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Syarat jadi orang miskin</title><content type='html'>#Harus punya rumah yang baik karena nggak kuat ngontrak rumah dan biar nggak gampang sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Harus punya kendaraan sendiri karena nggak kuat bayar ojek, angkot atau taksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Harus punya usaha sendiri yang baik karena tidak punya pengasilan tetap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Harus punya asuransi jiwa, kesehatan yang lengkap dll karena nggak kuat bayar rumah sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Harus punya dan...a darurat 12-48 X biaya hidup bulanan kita karena jaga2 kalau sakit tiba2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Harus investasi di investasi yang memberi return besar(Reksadana, Saham, Emas..dll) dan stabil karena tidak memiliki uang yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Harus menyiapkan dana pendidikan anaknya sejak awal karena kalau mendadak bisa2 nggak sekolah tuh anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Harus menyiapkan dana pensiun sejak dini karena tidak ada warisan atau pesangon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Harus menyiapkan anak2nya dengan cara terbaik agar jalan hidup anaknya lebih baik dari orang tuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : jika anda menjalankan semua ini, anda akan lebih nyaman menjalani kehidupan miskin anda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-4559547595565351043?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/4559547595565351043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=4559547595565351043&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4559547595565351043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4559547595565351043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2011/01/syarat-jadi-orang-miskin.html' title='Syarat jadi orang miskin'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-7885942938365530348</id><published>2010-06-29T21:04:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T21:07:00.637-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesahajaan'/><title type='text'>Tahun yang baik</title><content type='html'>Tahun ini bukanlah tahun yang mudah, tetapi menghasilkan hasil yang yang benar-benar bernilai&lt;br /&gt;keknya harus sering masuk kesulitan-kesulitan besar, biar sikap mentalnya tumbuh&lt;br /&gt;Cobalah lebih berani. Niscaya Tuhan akan menolong kita semua&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-7885942938365530348?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/7885942938365530348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=7885942938365530348&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/7885942938365530348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/7885942938365530348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2010/06/tahun-yang-baik.html' title='Tahun yang baik'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-6970395891449924989</id><published>2010-06-28T21:37:00.001-07:00</published><updated>2010-06-28T21:41:10.088-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesahajaan'/><title type='text'>Tuhan sungguh luar biasa</title><content type='html'>Aku sering kali mempertanyakan keadilan takdir Tuhan.&lt;br /&gt;Kenapa ini, kenapa itu, kenapa ini tidak adil, kenapa itu tidak adil.&lt;br /&gt;Sampai disuatu saat, aku tercerahkan oleh-Nya.&lt;br /&gt;Bahwa semua yang sebelumnya kita rasakan tidak baik, sebenarnya bertujuan untuk memuliakan kita.&lt;br /&gt;Hanya itu tujuan Tuhan.&lt;br /&gt;Bagaimana kita bisa melihatnya. Dengan melihat sisi baiknya dari semua hal.&lt;br /&gt;Kita ambil sisi baik, itulah tujuan dari Tuhan.&lt;br /&gt;Semoga kita makin baik dari waktu ke waktu&lt;br /&gt;Amien&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-6970395891449924989?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/6970395891449924989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=6970395891449924989&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6970395891449924989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6970395891449924989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2010/06/tuhan-sungguh-luar-biasa.html' title='Tuhan sungguh luar biasa'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-612741205432195651</id><published>2010-06-28T21:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-28T21:36:35.808-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesahajaan'/><title type='text'>Kebaikan</title><content type='html'>Tahun ini mungkin adalah salah satu tahun paling menguras energiku.&lt;br /&gt;Dan tahun ini jugalah banyak pencapaian-pencapaianku yang luar biasa. &lt;br /&gt;sungguh nikmat Tuhan yang tak terkira.&lt;br /&gt;Terima Kasih Tuhan, atas semua ini.&lt;br /&gt;Aku berjanji untuk bisa lebih baik lagi, dan makin patuh pada semua takdir-Mu.&lt;br /&gt;Amien Ya Rabb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-612741205432195651?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/612741205432195651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=612741205432195651&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/612741205432195651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/612741205432195651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2010/06/kebaikan.html' title='Kebaikan'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-6789759203754539846</id><published>2010-03-10T18:51:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T19:06:35.766-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>Gunung Lawu</title><content type='html'>Gunung Lawu(3265 Mdpl)&lt;br /&gt;Gunung Lawu (3.265 m) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api "istirahat" dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara).Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit: Candi Sukuh dan Candi Cetho. Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk keluarga presiden kedua Indonesia, Suharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JALUR CEMORO SEWU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur Cemoro Sewu ada jalan setapak berbatu yang sudah tertata rapi sampe menuju Pos 1. Awal perjalanan dari terus lewatin kebun sayur sampai Pos 1.&lt;br /&gt;Sebelum sampai Pos 1 ada Sumber Air Wesanan(sendang panguripan). Jalur mendatar dan sedikit menanjak hingga Pos Pertama. Di Pos pertama ada pos untuk beristirahat juga ada warung makanan [enaknya naik gn. lawu bisa jajan makanan di jalur pendakian ], yang buka pada hari Kamis-Minggu dan pada musim-musim ramai pendakian dan ramai orang berjiarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju Pos 2 jalur melewati tempat keramat Watu Jago, batu besar yang bentuknya menyerupai ayam jago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pos 2 bisa nge camp dengan nyaman karena terlindung dari hempasan angin. dan kalo lagi rame juga banyak yg menjual makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Pos 2 menuju Pos 3 Jalur batu-batuan curam dan menanjak. Di jalur ini banyak asap belerang jadi jangan berlama-lama beristirahat disini.&lt;br /&gt;Menuju Pos 4 jalur menanjak, merangkak pada batu-batuan. Pos 4 cuma berupa tempat datar yang sempit di cerukan tebing batu, cuma cukup untuk mendirikan satu tenda, tempat ini lumayan terlindung dari angin.(sekarang sudah tidak ada lagi sih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pos 5 atau Pos Sumur Jolotundo ada di dekat Sumur Jolotundo sumur keramat.&lt;br /&gt;Dari Pos 5 kita sedikit turun, muterin salah satu puncak, untuk menuju ke Sendang Drajad. Dari Sendang Drajad bisa ke Puncak Argo Dumilah, atau jalan lagi melingkar salah satu puncak menuju Hargo Dalem. Dari Hargo Dalem bisa lewat Jalur Cemoro Kandang atau Jalur Candi Seto.&lt;br /&gt;dari sini bisa keliatan samudra indonesia dan waduk gajah mungkur..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DARI CEMORO KANDANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur Cemoro Kandang jaraknya sedikit lebih jauh dibandingkan dengan jalur Cemoro Sewu.Kalo iseng Jalur Cemoro Kandang juga bisa pake Sepeda Gunung. Jalur ini didominasi tanah merah, kalo turun hujan atau sesudah turun hujan jalur sangat licin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Cemoro Kandang menuju Pos 1 (Taman Sari Bawah) jalur agak landai, dari sini kalo cuaca bagus bisa kliatan puncak Cokro Suryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju Pos 2 (Taman Sari Atas). Di musim pendakian dan pada hari-hari besar Jawa seperti Suro, Mulud, dll. banyak orang melakukan jiarah-jiarah di tempat kramat, di Pos 2 ini seringkali ramai dan ada yg dagang makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Pos 2 Menuju Pos 3 Jalur sempit melingkari puncak Cokro Suryo, ati-ati karena disini rawan longsor dan sering berkabut tebal sampe2 jalur aja susah keliatan’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis Pos 3 kita akan melewati salah satu tempat yang dikeramatkan masyarakat yaitu sumber air yang bernama Sendang Panguripan. bentuknya mirip sebuah sumur dengan air yang jernih dan dingin. jangan kaget kalo disini sering ditemuin sesajen karena disini diwaktu-waktu tertentu banyak yg dateng ziarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju Pos 4 Jalur meliuk-liuk menyusurin lereng terjal, ada siih jalur pintasnya tapi terjal banget dan licin kalo ujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Pos 4 Menuju Pos 5 Jalur bervariasi agak mendatar, sedikit menurun, sedikit mendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Pos 5 bisa langsung menuju ke Puncak Hargodumilah, Puncak Hargo Puruso, atau Puncak Hargo Tulling. Bisa juga langsung berjiarah ke makam kuno di Hargo Dalem, atau Pasar Dieng/Pasar Setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Lawu ada banyak puncak, puncak tertinggi adalah Hargo Dumilah dengan ketinggian 3.265 m dpl. Di puncak ini ada tugu dengan prasasti, dulu prasastinya ditulisin huruf jawa kuno. Sekarang prasasti tersebut sudah diganti tugu setinggi sekitar 3-4 mater.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-6789759203754539846?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/6789759203754539846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=6789759203754539846&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6789759203754539846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6789759203754539846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2010/03/gunung-lawu.html' title='Gunung Lawu'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-4174552093649551028</id><published>2009-12-29T14:55:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T15:01:01.846-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remeh temeh'/><title type='text'>Tahun Baru</title><content type='html'>Selalu ada harapan baru di tahun baru. &lt;br /&gt;seperti ketika kita melihat jendela kamar kita di pagi hari.&lt;br /&gt;apakah kita melihat lahan becek di samping rumah kita,&lt;br /&gt;atau melihat langit yang indah.&lt;br /&gt;semua kembali ke kita. &lt;br /&gt;selamat tahun baru...&lt;br /&gt;semoaga kita lebih baik lagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-4174552093649551028?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/4174552093649551028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=4174552093649551028&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4174552093649551028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4174552093649551028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/12/tahun-baru.html' title='Tahun Baru'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-6123750704411797470</id><published>2009-12-13T19:00:00.001-08:00</published><updated>2009-12-13T19:03:22.350-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Ohhh Dongkrek, Gimana Kabarmu Kini???</title><content type='html'>Asal&lt;br /&gt;Seni dongkrek lahir sekitar tahun 1867 di Kecamatan Caruban yang saat ini namanya berganti menjadi Kecamatan Mejayan, kabupaten Madiun. Kesenian itu lahir di masa kepemimpinan Raden Ngabehi Lo Prawirodipuro yang menjadi demang (jabatan setingkat kepala desa) yang membawahi lima desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa Kejayaan&lt;br /&gt;Kesenian dongkrek hanya mengalami masa kejayaan antara 1867 - 1902. Setelah itu, perkembangannya mengalami pasang surut seiring pergantian kondisi politik di Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda, kesenian dongkrek sempat dilarang oleh pemerintahan Belanda untuk dipertontonkan dan dijadikan pertunjukan kesenian rakyat. Saat masa kejayaan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun, kesenian ini dikesankan sebagai kesenian genjer-genjer yang dikembangkan PKI untuk memperdaya masyarakat umum. Sehingga kesenian dongkrek mengalami masa pasang surut akibat imbas politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegunaan&lt;br /&gt;Konon rakyat desa Mejayan terkena wabah penyakit, ketika siang sakit sore hari meninggal dunia atau pagi sakit malam hari meninggal dunia, dalam kesedihannya, Raden Prawirodipuro sebagai pemimpin rakyat Mejayan mencoba merenungkan metode atau solusi penyelesaian atas wabah penyakit yang menimpa rakyatnya. Renungan, meditasi dan bertapa di wilayah gunung kidul Caruban. Ia mendapatkan wangsit untuk membuat semacam tarian atau kesenian yang bisa mengusir balak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita tersebut wangsit menggambarkan para punggawa kerajaan roh halus atau pasukan gondoruwo menyerang penduduk mejayan dapat diusir dengan menggiring mereka keluar dari desa mejayan, maka dibuatlah semacam kesenian yang melukiskanfragmentasi pengusiran roh halus yang membawa pagelebuk tersebut.&lt;br /&gt;Komposisi&lt;br /&gt;Komposisi para pemain fragmen satu babak pengusiran roh halus tersebut terdiri dari barisan buto kolo, orang tua sakti dan kedua perempuan tua separuh baya. Para perempuan yang disimbulkan posisi lemah sedang dikepung oleh para pasukan buto kala dan ingin mematikan perempuan tersebut, maka muncullah sesosok lelaki tua dengan tongkatnya mengusir para barisan roh halus tersebut untuk menjauh dari para perempuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, melalui peperangan yang cukup sengit, pertarungan antar rombongan buto kolo dengan orang tua sakti, dan dimenangkan oleh orang tua tersebut. Pada episode selanjutnya, orang tua tersebut dapat menyelamatkan kedua perempuan dari ancaman para buto kolo tersebut dan rombongan buto kolo itu mengikuti dan patuh terhadap kehendak orang tua sakti tersebut, kemudian orang tua yang didampingi dua perempuan itu menggiring pasukan buto kolo keluar dari desa mejayan sehingga sirnalah pagebluk yang menyerang rakyat desa mejayan selama ini dan tradisi ini menjadi ciri kebudayaan masyarakat caruban, dengan sebutan Dongkrek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi&lt;br /&gt;Masyarakat pada waktu itu mendengar musik dari kesenian dongkrek ini yang berupa bunyian ‘dung’ berasal dari beduk atau kendang dan ‘krek’ ini dan alat musik yang disebut korek. Alat korek ini berupa kayu berbentuk bujur sangkar, di satu ujungnya ada tangkai kayu bergerigi yang saat digesek berbunyi krek. Dari bunyi dung pada kendang dan krek pada korek itulah muncul nama kesenian Dongkrek.Dalam perkembangannya digunakan pula komponen alat musik lainnya berupa gong, kenung, kentongan, kendang dan gong berry sebagai perpaduan antar budaya yang dialiri kebudayaan Islam, kebudayaan cina dan kebudayaan masyarakat jawa pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tiap pementasan dongkrek, ada tiga topeng yang digunakan para penari. Ada topeng raksasa atau ‘buto’ dalam bahasa Jawa dengan muka yang seram. Ada topeng perempuan yang sedang mengunyah kapur sirih serta topeng orang tua lambang kebajikan. Dan kalau ditarik kesimpulan, maksud jahat akhirnya akan lebur juga dengan kebakan dan kebenaran sesuai dengan sesanti atau moto surodiro joyoningrat, ngasto tekad darmastuti. Dalam islam istilahnya, Ja’al haq wa zahaqal bathil. Innal Bathila kaana zahuqa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-6123750704411797470?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/6123750704411797470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=6123750704411797470&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6123750704411797470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6123750704411797470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/12/ohhh-dongkrek-gimana-kabarmu-kini.html' title='Ohhh Dongkrek, Gimana Kabarmu Kini???'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-2984079388366155918</id><published>2009-11-05T17:15:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T17:23:14.898-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><title type='text'>Parikan suroboyoan</title><content type='html'>mangan tahu sak bungkuse&lt;br /&gt; jangan malu sama ane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nang pare lewat kediri &lt;br /&gt;weteng luwe njlauk di isi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masuk hutan mau berburu &lt;br /&gt;ngantuk tenan ayo ndang turu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kota madiun kota kediri &lt;br /&gt;baru bangun dicepaki kopi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahu campur soko pemalang &lt;br /&gt;kurang tidur karena begadang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nontok asu onok kirike &lt;br /&gt;kowe ayu sopo bapake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;onok bencong nang pinggir ratan &lt;br /&gt;perut keroncong keknya kurang makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;boto watu sak wedine &lt;br /&gt;ayo turu sak tangine&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-2984079388366155918?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/2984079388366155918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=2984079388366155918&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/2984079388366155918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/2984079388366155918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/11/parikan-suroboyoan.html' title='Parikan suroboyoan'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-1556217506303878903</id><published>2009-10-14T06:53:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T06:55:17.480-07:00</updated><title type='text'>bosan</title><content type='html'>pernah kau mengecap cakrawala????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-1556217506303878903?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/1556217506303878903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=1556217506303878903&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/1556217506303878903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/1556217506303878903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/10/bosan.html' title='bosan'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-5974640450768390613</id><published>2009-08-13T01:50:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T01:53:13.184-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesahajaan'/><title type='text'>MEMAAFKAN ITU MENYEMBUHKAN</title><content type='html'>Kolam kebencian tidak bertepi, mungkin itu sebutan yang cocok untuk tahun 2001. Ada kebencian terhadap Amerika karena menyerang Afghanistan, ada kebencian terhadap Osama karena dituduh menghancurkan gedung WTC New York, ada kebencian terhadap pemerintah karena tidak menunjukkan kinerja yang meyakinkan, ada kebencian terhadap DPR karena tidak habis-habisnya dilanda skandal, ada kebencian terhadap suku atau agama lain karena terlibat perang dan kerusuhan, ada kebencian terhadap pengusaha besar karena dicurigai mencuri uang negara, ada kebencian terhadap oknum aparat yang tidak berhenti-berhenti korupsi, dan masih banyak lagi daftar kebencian lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa diproduksi oleh kebencian ? Kita bisa lihat sendiri disamping pengangguran yang berjumlah puluhan juta orang, juga secara amat meyakinkan kita sedang memproduksi masa depan yang amat menakutkan. Tidak hanya pernikahan yang beranak pinak, kebencian bahkan bisa menghasilkan anak, cucu, cicit dengan wajah-wajah yang lebih menakutkan. Lihatlah sejarah, di sana sudah tertulis banyak sekali catatan tentang kebencian yang beranak pinak, dan kemudian menghasilkan kehidupan yang mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan sebuah cerita Zen tentang dua orang pendeta yang mau berenang menyeberangi sungai. Tiba-tiba ada wanita cantik yang berteriak di belakang meminta digendong. Dan pendeta lebih tuapun menyanggupinya. Dua jam setelah kejadian itu berlalu, pendeta yang lebih muda bertanya : ‘kenapa abang sebagai pendeta mau menggendong wanita cantik tadi ?’. Dengan sedikit kesal pendeta tua berucap : ‘saya sudah menurunkan tubuh wanita tadi dua jam yang lalu, namun kamu menggendongnya sampai dengan sekarang’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah cara kerja kebencian. Oleh karena sebuah atau beberapa kejadian yang sudah lewat di masa lalu – sebagian bahkan sudah lewat ratusan tahun yang lalu – sebagian orang menggendong kebencian bahkan sampai ketika dipanggil sang kematian. Sehingga praktis seumur hidup orang-orang seperti itu isi waktunya hanya kebencian, kebencian dan hanya kebencian. Anda pasti sudah tahu sendiri akibat yang ditimbulkan oleh semua itu. Jangankan doa dan perjalanan menuju Tuhan, tubuh dan jiwanya sendiri pasti dikunjungi berbagai macam penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan begini, tidak ada pilihan lain terkecuali belajar dan mendidik diri untuk melupakan kebencian serta mulai memaafkan orang lain. Ya sekali lagi memaafkan orang lain. Inilah sebuah kegiatan yang amat sulit di zaman ini. Berat, sulit, tidak mungkin, tidak bisa itulah rangkaian stempel yang diberikan kepada seluruh upaya untuk memaafkan orang lain. Saya bahkan menemukan orang-orang dengan beban tidak bisa memaafkan dalam jumlah yang tidak terhitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ini semua menyisakan pekerjaan rumah yang besar bagi saya (dan mungkin juga Anda), terutama bagaimana berjalan dalam hidup dengan sesedikit mungkin beban kebencian. Di titik ini, mungkin ada manfaatnya mengutip apa yang pernah ditulis Rabindranath Tagore dalam The Heart of God : ‘when the far and the near will kiss each other, and life will be one in love’. Bila yang jauh berciuman dengan yang dekat, maka kehidupan menyatu dalam cinta. Mungkin kedengarannya puitis sekaligus mengundang alis berkerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jauh, setidaknya menurut saya, adalah kejadian-kejadian di masa lalu sekaligus harapan-harapan kita akan masa depan. Yang dekat adalah kehidupan kita yang riil dan nyata di hari ini. Dan keduanya tidak mungkin disatukan oleh kebencian. Ia jauh lebih mungkin dijembatani oleh kesediaan untuk memaafkan. Dan dari sinilah lahir bibit-bibit unggul cinta buat sang kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bibit-bibit unggul cinta ini, mungkin saja bisa menyembuhkan orang yang dimaafkan. Tetapi yang jelas, kegiatan memaafkan pasti menyembuhkan siapa saja yang mau dan rela memaafkan. Seperti baru saja meletakkan beban berat yang lama tergendong di bahu, demikianlah rasanya ketika kita rela memaafkan orang lain. Keyakinan ini bukannya tanpa bukti, Bernie Siegel dalam karya best seller-nya yang berjudul Love, Medicine and Miracles mengajukan sebuah bukti meyakinkan. Sebagaimana ia tulis secara amat percaya diri di halaman 202 bukunya, Siegel telah mengkoleksi 57 kasus keajaiban kanker. Di mana ke lima puluh tujuh orang ini sudah positif terkena kanker, dan begitu mereka menghentikan secara total dan radikal kebencian, depresinya menurun drastis, dan yang paling penting tumornya mulai menyusut. Sebagai kesimpulan, Siegel menulis : ‘when you give love, you receive it at the same time. And letting go of the past and forgiving everyone and everything sure helps you not to be afraid’. Ketika Anda memberi maaf, Anda juga menerimanya pada saat yang sama. Dan kesediaan untuk melepas masa lalu dengan cara memaafkan, secara meyakinkan membantu Anda keluar dari kekhawatiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mohon dicatat kalau kesimpulan ini datang dari Berni Siegel yang nota bene salah seorang ahli bedah di Amerika sana. Kembali ke cerita awal tentang lautan kebencian yang tidak bertepi, bila kita sepakat agar republik ini secepat mungkin mengalami penyembuhan, bisa jadi saran Siegel ini layak direnungkan kembali. Saya dan Anda mungkin bukan penentu di republik ini, tetapi kita bisa memulainya dengan kehidupan kita masing-masing. Entah itu memaafkan isteri, suami, musuh, diri sendiri, atau siapa saja. Seperti telah diingatkan Rabindranath Tagore, bukankah itu bisa membuat sang kehidupan menyatu dalam cinta ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Gede Prama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-5974640450768390613?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/5974640450768390613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=5974640450768390613&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5974640450768390613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5974640450768390613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/08/memaafkan-itu-menyembuhkan.html' title='MEMAAFKAN ITU MENYEMBUHKAN'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-8596141293337673852</id><published>2009-08-11T18:21:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T18:22:55.937-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>Senyum</title><content type='html'>Ketika kita sedih, ketika kita kalut betapa senyum begitu berat hadir&lt;br /&gt;Ketika hati berbunga ketika cinta terkembang dia senantiasa hadir&lt;br /&gt;Bersedekahlah walau hanya dengan senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya dunia ini&lt;br /&gt;Jika hanya ada senyuman, tanpa amarah tanpa kebencian&lt;br /&gt;Berupa-rupa wajah lebih menawan jika menghadirkan senyum&lt;br /&gt;Cukup senyuman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-8596141293337673852?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/8596141293337673852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=8596141293337673852&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8596141293337673852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8596141293337673852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/08/senyum.html' title='Senyum'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-8818468766844502704</id><published>2009-08-10T20:57:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T21:00:07.454-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>Because You Loved Me</title><content type='html'>For all those times you stood by me&lt;br /&gt;For all the truth that you made me see&lt;br /&gt;For all the joy you brought to my life&lt;br /&gt;For all the wrong that you made right&lt;br /&gt;For every dream you made come true&lt;br /&gt;For all the love I found in you&lt;br /&gt;I’ll be forever thankful baby&lt;br /&gt;You’re the one who held me up&lt;br /&gt;Never let me fall&lt;br /&gt;You’re the one who saw me through through it all&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You were my strength when I was weak&lt;br /&gt;You were my voice when I couldn’t speak&lt;br /&gt;You were my eyes when I couldn’t see&lt;br /&gt;You saw the best there was in me&lt;br /&gt;Lifted me up when I couldn’t reach&lt;br /&gt;You gave me faith ‘coz you believed&lt;br /&gt;I’m everything I am&lt;br /&gt;Because you loved me&lt;br /&gt;You gave me wings and made me fly&lt;br /&gt;You touched my hand I could touch the sky&lt;br /&gt;I lost my faith, you gave it back to me&lt;br /&gt;You said no star was out of reach&lt;br /&gt;You stood by me and I stood tall&lt;br /&gt;I had your love I had it all&lt;br /&gt;I’m grateful for each day you gave me&lt;br /&gt;Maybe I don’t know that much&lt;br /&gt;But I know this much is true&lt;br /&gt;I was blessed because I was loved by you&lt;br /&gt;You were my strength when I was weak&lt;br /&gt;You were my voice when I couldn’t speak&lt;br /&gt;You were my eyes when I couldn’t see&lt;br /&gt;You saw the best there was in me&lt;br /&gt;Lifted me up when I couldn’t reach&lt;br /&gt;You gave me faith ’cause you believed&lt;br /&gt;I’m everything I am&lt;br /&gt;Because you loved me&lt;br /&gt;You were always there for me&lt;br /&gt;The tender wind that carried me&lt;br /&gt;A light in the dark shining your love into my life&lt;br /&gt;You’ve been my inspiration&lt;br /&gt;Through the lies you were the truth&lt;br /&gt;My world is a better place because of you&lt;br /&gt;You were my strength when I was weak&lt;br /&gt;You were my voice when I couldn’t speak&lt;br /&gt;You were my eyes when I couldn’t see&lt;br /&gt;You saw the best there was in me&lt;br /&gt;Lifted me up when I couldn’t reach&lt;br /&gt;You gave me faith ’cause you believed&lt;br /&gt;I’m everything I am&lt;br /&gt;Because you loved me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalem terutama bagian ref &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You were my strength when I was weak &gt;&gt;&gt; aku selalu siap disampingmu&lt;br /&gt;You were my voice when I couldn’t speak &gt;&gt;&gt; aku akan bilang ke ortumu untuk segera melamar&lt;br /&gt;You were my eyes when I couldn’t see &gt;&gt;&gt; ayok jalan2 ke pantai melihat nyiur melambai dan deburan ombak yang akan membuat kita seperti memiliki dunia&lt;br /&gt;You saw the best there was in me &gt;&gt;&gt; hanya yang baik aja yang saling kita beri&lt;br /&gt;Lifted me up when I couldn’t reach &gt;&gt; kita akan jadi lebih baik, karena kita saling berbagi kebaikan&lt;br /&gt;You gave me faith ’cause you believed &gt;&gt;&gt; kita emang harus saling percaya, karena itu kunci suatu huhungan&lt;br /&gt;I’m everything I am &gt;&gt;&gt; aku binatang jalang, dari kalangan yang tebuang, ini celine dion atau chairil anwar ya, xixixixi&lt;br /&gt;Because you loved me &gt;&gt;&gt; karena kau mencintai ku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-8818468766844502704?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/8818468766844502704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=8818468766844502704&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8818468766844502704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8818468766844502704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/08/because-you-loved-me.html' title='Because You Loved Me'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-1087162909273095058</id><published>2009-08-10T20:51:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T20:55:03.693-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remeh temeh'/><title type='text'>Salah satu definisi cinta</title><content type='html'>Cinta is Allah.....&lt;br /&gt;Cinta is my family&lt;br /&gt;Cinta is passion&lt;br /&gt;Cinta is a choice to be right or wrong.....&lt;br /&gt;Cinta itu pilihan untuk menjadi subjek atau objek, untuk me-....atau di-......&lt;br /&gt;Cinta adalah AKU.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-1087162909273095058?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/1087162909273095058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=1087162909273095058&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/1087162909273095058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/1087162909273095058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/08/salah-satu-definisi-cinta.html' title='Salah satu definisi cinta'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-3590273130108268373</id><published>2009-08-10T02:22:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T02:34:22.136-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><title type='text'>Cinta...Cinta...Absurd</title><content type='html'>Huh….&lt;br /&gt;Betapa beratnya… &lt;br /&gt;Menanggung derita…&lt;br /&gt;Karena cinta…&lt;br /&gt;Walau itu hanya fatamorgana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh… &lt;br /&gt;Cinta…&lt;br /&gt;Cinta…&lt;br /&gt;Kadang kau menguatkan, &lt;br /&gt;Tapi seringkali melemahkan &lt;br /&gt;Tak tahu aku harus gimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati tercabik&lt;br /&gt;Pelan tapi pasti&lt;br /&gt;Aku merintih dalam gelam malam&lt;br /&gt;Tanpa terasa airmata meleleh&lt;br /&gt;Peluh bercucur&lt;br /&gt;Aku hanya ingin kamu&lt;br /&gt;Itu saja&lt;br /&gt;Cinta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-3590273130108268373?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/3590273130108268373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=3590273130108268373&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3590273130108268373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3590273130108268373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/08/cintacintaabsurd.html' title='Cinta...Cinta...Absurd'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-5277264206366802968</id><published>2009-08-04T18:55:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T18:56:49.082-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remeh temeh'/><title type='text'>Hati, Pikiran dan Perasaan</title><content type='html'>System antara hati, pikiran dan perasaan menurutku.&lt;br /&gt;Suka melibatkan perasaan secara besar dan pikiran sebagian kecil.&lt;br /&gt;Menuju cinta dari perasaaan, melibatkan perasaan yang makin mengecil dan pikiran yang makin membesar.&lt;br /&gt;Cinta melibatkan perasaan yang makin mengecil, hati secara besar dan pikiran yang semakin kecil.&lt;br /&gt;Ketika kita suka sama orang sering kali perasaan dan pikiran bermain dalam kadar yang tidak tetap.&lt;br /&gt;Semakin lama semakin kuat perasaan atau semakin lemah tergantung pada pikiran. Yang pasti makin lama peran pikiran makin membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat orang yang disukai dengan lebih penuh akan semakin banyak pertimbangan. Hingga di satu titik pikiran dan perasan bergerak membuka hati. Ataupun sebaliknya.&lt;br /&gt;“oh sepertinya dia akan jadi suami/istri yang baik”, hal ini di tentuakan oleh pikiran dan perasaan yang saling mendukung. Jika salah satu bertentangan pasti hati akan sulit terbuka.&lt;br /&gt;Dititik itu orang akan membuka hatinya lebar-lebar dan ketika hati semakin terbuka, pikiran makin mengecil. &lt;br /&gt;Karena kerja pikiran yang maksimal adalah waktu menentukan “bisa jadi suami/istri yan baik”.&lt;br /&gt;Kerja perasaan yang maksimal adalah bekerjasama dengan pikiran untuk membuka hati.&lt;br /&gt;Kerja hati dibuka oleh pikiran dan perasaan. Dan ketika hati bekerja, pikiran dan perasaan akan semakin terpinggirkan. Tapi percayalah pada hati, karena dia paling murni. Dia paling ok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurutkau memang kadang bertentangan antara perasaan, pikiran dan hati. Karena peran mereka memang sangat berbeda satu sama lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-5277264206366802968?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/5277264206366802968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=5277264206366802968&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5277264206366802968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5277264206366802968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/08/hati-pikiran-dan-perasaan.html' title='Hati, Pikiran dan Perasaan'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-6282412053743845862</id><published>2009-08-03T18:53:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T18:55:11.341-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesahajaan'/><title type='text'>MENSYUKURI NERAKA</title><content type='html'>Entah kapan dimulai, dan siapa yang memulainya tidaklah terlalu jelas. Yang jelas, ada banyak sekali manusia yang amat rindu akan surga dan amat takut sama neraka. Dari anak kecil sampai orang tua, dari orang desa sampai orang kota, kebanyakan rindu surga dan takut neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur harus diakui, sayapun pernah lama dilanda kerinduan dan ketakutan semacam itu. Cuman, setelah menelusuri lorong-lorong kehidupan dengan kedalaman kontemplasi tertentu, rupanya kita manusia sudah terlalu lama manja dengan buaian surga, dan dibuat takut oleh ancaman neraka. Untuk kemudian kehilangan dua kesempatan emas dalam hidup. Kesempatan emas pertama, manusia kehilangan kekuatan amat besar yang bernama keikhlasan. Kesempatan emas kedua, justru melalui tempaan-tempaan neraka yang ditakuti (baca : masalah) kemudian manusia jadi kuat dan hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsepsi surga-neraka, sebagaimana kita tahu, memang memiliki banyak sekali manfaat. Cuman, sebagaimana wajah dualitas manapun, konsepsi surga-neraka membuat tidak sedikit manusia kemudian "berdagang" dengan kehidupan. Sebagai akibatnya, manusia kehilangan keikhlasan sebagai kekuatan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita tentang sebuah desa yang tidak berhasil memotong pohon besar mengganggu. Karena berbagai peralatan tidak berhasil membuat pohon tumbang, dicurigai pohon ini ditunggui mahluk dengan kekuatan metafisik tertentu. Dicarilah orang "pintar" yang bisa membantu. Ternyata, ada orang berpenampilan sederhana yang bisa memotong pohon tadi dengan gergaji biasa. Orang terakhir hanya memotong pohon tadi dengan kalimat permulaan yang berbunyi : "dengan keikhlasan di depan Tuhan, tidak ada yang tidak bisa dilakukan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kinerja orang sederhana ini terdengar ke banyak tempat. Di samping karena kekaguman masyarakat, juga kerena hadiah besar yang telah diterimanya. Di desa seberang yang memiliki problema yang serupa kemudian memanggilnya. Dan setelah memotong pohon dengan teknik dan alat yang sama, ternyata berkali-kali hanya berujung kegagalan. Ada yang berubah, katanya setelah berulang kali gagal, hadiah rupanya melenyapkan keikhlasan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang hanya sebuah cerita, namun layak direnungkan kalau keikhlasan bukanlah sumber kelemahan. Ia sejenis tenaga dalam yang bisa membuat manusia jadi demikian perkasa. Terinspirasi dari banyak cerita-cerita sufi, demikian juga dari puisi-puisi Gibran dan Rumi, serta kualitas pemimpin-pemimpin yang masih berkuasa ketika badannya sudah disebut meninggal oleh dokter, keikhlasan sudah menjadi tema kehidupan yang kuat sejak dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan emas kedua yang dibuat lenyap oleh konsepsi surga-neraka, adalah kekuatan-kekuatan yang bisa dihadirkan oleh keseharian yang penuh dengan "neraka". Masalah, godaan, tantangan, persoalan adalah rangkaian hal yang ditakuti banyak manusia sebagaimana mereka menakuti neraka. Semakin sedikit wajah neraka seperti ini yang hadir, semakin baik bagi para pengagum surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kehidupan bertutur dan bercerita lain. Sebagaimana pernah dituturkan secara apik oleh M. Scott Peck dalam The Road Less Travelled, mereka-mereka yang menakuti neraka ternyata tumbuh jadi manusia lemah dan lembek. Sebagian bahkan terkena penyakit kejiwaan yang menyedihkan. Di bagian awal buku inspiratif ini Scott Peck menulis : ?This tendency to avoid problems and emotional suffering inherent in them is the primary basis of all human mental illness?. Kecenderungan untuk lari dari masalah dan penderitaan adalah fundamen utama dari kondisi mental yang tidak terlalu sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin dari sini, neraka tidaklah seburuk bayangan banyak orang. Dalam lapisan-lapisan kejernihan yang lebih dalam, neraka adalah tempat pemurnian. Sebuah tempat di mana sampah-sampah kehidupan diolah menjadi pupuk-pupuk berguna. Sebutlah masalah keseharian seperti dimarahin atasan. Sesaat memang membuat yang bersangkutan kesal, tetapi kemarahan atasan sedang membuatnya jadi kuat. Atau memiliki isteri yang cerewetnya minta ampun, ia memang sengaja hadir untuk membuat sang suami jadi sabar. Demikian juga dengan masalah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, lari dari persoalan memang enak sebentar, tetapi ia membawa dampak jangka panjang yang negatif. Meminjam argumen Scott Peck dalam karya di atas, kesukaan untuk lari dari masalah dan tanggung jawab adalah ciri utama dari manusia-manusia yang terkena penyakit character disorder. Lebih dari sekadar terkena penyakit kejiwaan tadi, tantangan dan masalah sebenarnya serupa dengan tangga-tangga kedewasaan dan kematangan. Semakin tinggi dan besar masalahnya, itu berarti kaki sang hidup sedang melangkah di tempat yang juga tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surga (baca : kebahagiaan) memang udara kehidupan yang indah dan segar, tetapi ia terasa jauh lebih indah dan segar jika seseorang pernah melalui tangga-tangga neraka. Serupa dengan lingkaran Yin-Yang yang di belah dua, awalnya memang ada beda jelas dan tegas antara surga dan neraka. Surga itu berisi senyuman, neraka berisi tangisan. Namun, di tingkatan-tingkatan kejernihan, sekat dan pemisah tadi sudah tidak ada. Suka-duka, tangisan-senyuman, sukses-gagal hanyalah aliran kehidupan yang datang dengan peran masing-masing. Persis seperti siang yang berganti malam dan juga sebaliknya, setiap pergantian berjalan tenang dan tenteram. Dan jangan lupa, kualitas hidup di dalam diri seperti ini hanya bisa dicapai oleh manusia yang mendalami hakekat syukur akan adanya neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Gede Prama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-6282412053743845862?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/6282412053743845862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=6282412053743845862&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6282412053743845862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6282412053743845862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/08/mensyukuri-neraka.html' title='MENSYUKURI NERAKA'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-4489115402761990972</id><published>2009-07-29T01:45:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T01:46:41.378-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remeh temeh'/><title type='text'>Sesederhana itu.....</title><content type='html'>Kamu pernah ketemu orang bijaksana tetapi hidupnya nggak pernah menderita????&lt;br /&gt;Pernah ketemu orang sabar dan tabah yang nggak pernah di uji???&lt;br /&gt;Apakah pernah ketemu orang ikhlas yang tak pernah kehilangan???&lt;br /&gt;Semua itu butuh belajar. Semua ada ujiannya. Tak ada yang instan, ya sesederhana itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pertama kali ditolak cewek sakit 3 hari. Pertama pdkt ke cewek keringat dingin, teleponpun bahanya harus di tulis dulu di kertas. &lt;br /&gt; Pertama nembak cewek lewat surat, ngomong aja nggak berani. &lt;br /&gt;Semua berproses, dan kita harus mau melewatinya. Sesederhana itu.&lt;br /&gt;Jadi untuk jadi “easy going” harus jungkir balik dulu,&lt;br /&gt;MAU????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-4489115402761990972?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/4489115402761990972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=4489115402761990972&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4489115402761990972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4489115402761990972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/07/sesederhana-itu.html' title='Sesederhana itu.....'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-8859893938506522951</id><published>2009-07-28T23:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T23:42:34.905-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>Lucu" ajah</title><content type='html'>LOGIKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah sekolah dasar, suatu saat seorang guru bertanya pada salah satu&lt;br /&gt;muridnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Guru : "Hei Udin tolong jawab pertanyaan ibu yach..., Kalo ada 5 ekor burung di jendela, kemudian ditembak satu, berapa yang masih tertinggal?? ????"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udin : "Habis dong Bu, kan lainnya pada terbang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Guru : "Salah, harusnya dijawab masih tinggal 4 ekor, tapi saya seneng kok cara kamu berpikir.... ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang lain Udin balik bertanya pada Bu Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udin : "Bu Guru tolong jawab pertanyaan saya...Kalo ada tiga orang cewek, masing-masing membawa es krim, cewek pertama makan es krim dengan menggenggam contongnya, yang kedua dengan menjilati es krim tersebut, yang ketiga langsung mengulumnya, Manakah diantara cewek itu yang sudah menikah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Guru : "Haaahhhh ..... pasti yang makannya dengan mengulum langsung yaaaa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udin : "Salah..... harusnya dijawab yang sudah pake cincin kawin, tapi saya senang lihat cara berpikir Bu Guru"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Guru : ??!!!#@$%^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUNGU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diruang kuliah, seorang dosen senior sedang memarahi mahasiswanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"menjawab saja tidak becus, eh malah bercanda dan ngobrol seenaknnya.&lt;br /&gt;Skarang sia-sia disini, yang merasa dungu BERDIRI !!!! " sang dosen membentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit suasana hening. TIba-tiba dari bangku belakang seorang mahasiswa berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jadi kamu yakin betul, kamulah si dungu itu ??? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bukan begitu pak, saya cuma tidak tega melihat Bapak berdiri sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISTRI LEGISLATIF YANG SETIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang anggota legislatif yg sangat makmur sedang santai menikmati sore di rumah mewah mereka yang baru. Kemudian terjadilah percakapan yang mengerikan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri (I): Pa, apa benar kamu nggak pernah selingkuh atau tidur dengan wanita lain? ceritakan saja, aku nggak marah kok. Kan bagaimanapun semua itu telah berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami (S) : sumpah, nggak pernah ma, lalu kalo kamu apa pernah, ma?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : sebenarnya pernah sih, tapi kamu jangan marah ya.&lt;br /&gt;Inget nggak waktu kamu dulu pulang dengan loyo karena lamaran kerjamu ke perusahaan itu ditolak dan besoknya tiba tiba kamu dipanggil masuk kerja?&lt;br /&gt;Saya datangi bossmu di kantor dan saya memuaskan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S : (sambil menelan liur) eh.. masa cuma itu, ada nggak yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : masih ada juga sih, waktu dulu kamu mengajukan kenaikan gaji dan ditolak namun kemudian dinaikkan dua kali lipat, malam itu saya datangi rumah bossmu dan saya kenyangkan dia semalam suntuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S : (gluk..) trus cuma itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I : sebenarnya sih ada lagi, tapi terpaksa, habis gimana lagi. Masih ingat nggak waktu itu kamu mengikuti pemungutan suara untuk calon legislatif dan masih kurang 150 suara lagi untuk menang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S : (gubraaaak ....) pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISAH BOS DAN PIZZA BOY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bos di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Di pabrik keempat, ia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, nampaknya ia tengah bersantai. Semua pekerja yang ada diruangan itu tengah sibuk bekerja, kecuali dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si bos segera menghampir pemuda tersebut dan bertanya, "Berapa gajimu seminggu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikir terkejut, pemuda itu melihat ke arah si bos dan berkata, "Hmmmm sekitar 100.000 per minggu, kenapa memangnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si bos mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar uang 100 ribu-an. Ia mengulurkannya pada si pemuda, "Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari sana. Aku tak mau melihatmu lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keterkejutan luarbiasa dan juga takut, si pemuda segera meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan muka berwibawa si bos melihat para stafnya yang sedari tadi memperhatikan adegan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adakah yang tahu, dari divisi manakah pemuda pemalas tersebut," tanyanya.&lt;br /&gt;Suasana menjadi hening sampai akhirnya seorang staf menjawab dengan sedikit ketakutan, "Ia tak bekerja disini. Ia adalah pengantar pizza dari yang mengantar pesanan personalia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEPULUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria merasa tidak enak badan. Ia mengunjungi seorang dokter untuk pemeriksaan menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pria tersebut menunggu agak lama, dokter itu keluar sambil membawa hasil pemeriksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter : "Maaf saya harus mengatakan hal yang sangat buruk kepada Bapak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria : "Kenapa Dok ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter : "Keadaan anda sedang sekarat. Hidup anda tinggal sebentar lagi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria : "Masih berapa lama lagi Dok ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter : "Sepuluh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria : "Sepuluh apa Dok ? Sepuluh tahun, sepuluh bulan atau sepuluh minggu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter : "Sembilan... ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria : "Haaaaaaaaaaaa. ......"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter : "Delapan.... Tujuh .. Enam ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENGGELAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang penyelam sedang melihat-lihat terumbu karang pada kedalaman 8 meter. Tiba-tiba ia melihat seseorang berada disampingnya. Ia terkejut karena orang tersebut nggak memakai peralatan selam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelam lalu turun lagi sampai ke kedalaman 15 meter.&lt;br /&gt;Ia terkejut melihat orang yang tadi disebelahnya menyusulnya. Penyelam turun lagi, sampe 25 meter...cing eh..orang yang tadi turut ngikutin sampe di 25 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelam makin heran, dan ia mendekati orang tersebut sambil memberikan white board dengan pensil 2 B –nya dengan tulisan: " Hebat bener kamu...gimana caranya sampe ke kedalaman begini tanpa memakai alat selam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu mengambil white boardnya dan menulis: " Gua tenggelam, Goblok!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-8859893938506522951?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/8859893938506522951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=8859893938506522951&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8859893938506522951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8859893938506522951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/07/lucu-ajah.html' title='Lucu&quot; ajah'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-5913611638062268296</id><published>2009-07-28T23:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T23:34:14.194-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesahajaan'/><title type='text'>KISAH CINTA KAKEK NENEK</title><content type='html'>Ada sepasang suami-istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Wisma Tropodo, Waru-Sidoarjo. Umur mereka sudah tidak muda lagi, Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70, sedangkan istrinya sekitar 60-an. Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain yang juga menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya, hanya gerobak mereka yang paling sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewati gerobak mereka yang selalu sepi… Gerobak itu tidak ada yang istimewa, Cukup sederhana &amp; Jualannya pun standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi pula, sepasang suami-istri itu duduk menjaga gerobak mereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luar gerobak, sementara istrinya di sampingnya. Kalau ada pembeli, sang suami dengan susah payah berdiri dari kursi (kadang dipapah istrinya) dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan di tempat, sang suami merapikan tempat duduk, sementara istrinya menyiapkan nasi kuning dan menyodorkan piring itu pada suaminya untuk diberikan pada sang pelanggan. Kalau sang pembeli ingin nasi kuning itu dibungkus, sang istri menyiapkan nasi kuning di kertas pembungkus, dan menyerahkan nasi bungkusan itu pada suaminya untuk diserahkan pada sang pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sedang sepi pelanggan, pasangan suami-istri itu duduk diam. Sesekali jika istrinya agak terkantuk-kantuk, suaminya mengurut punggung istrinya. Atau jika suaminya berkeringat, sang istri dengan sigap mengambil sapu tangan dan mengelap keringat suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau jujur, nasi kuning mereka tidak terlalu spesial… Sangat standar. Tapi, kalau saya mencari sarapan pagi, saya selalu membeli nasi kuning di tempat mereka. Bukan spesial-tidaknya… Tapi lebih karena cinta mereka yang membuat saya tergerak untuk selalu mampir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesederhanaan, kala susah dan sedih karena tidak ada pelanggan, mereka tetap bersama. Sang suami tidak pernah memarahi istrinya yang tidak becus masak. Sang istri pun tidak pernah marah karena gerakan suaminya yang begitu lamban dalam melayani pelanggan. Dia bahkan memberi kesempatan suaminya untuk melayani pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka selalu bersama, dan saling mendukung, bahkan di saat susah sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga hari ini, sudah 1,5 tahun saya lewati tempat itu (sejak saya mulai stay di perumahan tsb juli 2007) mereka masih tetap di tempat yang sama, menjual nasi kuning, dan selalu bersikap sama. Penuh kesederhanaan. Penuh kasih sayang. Dan saling menguatkan di saat susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda berkunjung ke Daerah Tropodo Sidoarjo, Anda bisa mampir ke jalan raya komplek Wisma Tropodo (dari Pintu gerbang Perumahan masuk lurus lewatin sentral Telkom sampai terlihat Gereja, ya taman di depan gereja itulah tempatnya). Tidak susah mencari gerobak mereka yang sederhana. Carilah gerobak yang paling sepi pelanggan. Mereka berjualan sejak pukul 07.00 hingga siang hari (mungkin sekitar 11.00, karena saya pernah ke kantor jam 11.00, mereka sudah tidak ada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, nasi kuning mereka sangat standar &amp; tidak selengkap gerobak nasi kuning lain di sekeliling mereka. Namun, cinta kasih mereka membuat makanan yang sederhana itu terasa begitu nikmat. Cinta kasih yang begitu tulus, sederhana, apa adanya. Bahkan dalam kesusahan sekalipun, mereka tetap saling menguatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah cinta yang LUAR BIASA…!!!!???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-5913611638062268296?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/5913611638062268296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=5913611638062268296&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5913611638062268296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5913611638062268296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/07/kisah-cinta-kakek-nenek.html' title='KISAH CINTA KAKEK NENEK'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-4044275952686883008</id><published>2009-07-28T23:26:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T23:28:01.557-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesahajaan'/><title type='text'>Bung Hatta dan Sepatu Bally</title><content type='html'>ADA tahun 1950-an, Bally adalah sebuah&lt;br /&gt;merek sepatu yang bermutu tinggi dan&lt;br /&gt;tentu tidak murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Hatta, Wakil Presiden pertama RI,&lt;br /&gt;berminat pada sepatu Bally. Ia&lt;br /&gt;kemudian menyimpan guntingan iklan yang&lt;br /&gt;memuat alamat penjualnya, lalu&lt;br /&gt;berusaha menabung agar bisa membeli&lt;br /&gt;sepatu idaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, uang tabungan tampaknya tidak&lt;br /&gt;pernah mencukupi karena selalu terambil&lt;br /&gt;untuk keperluan rumah tangga atau untuk&lt;br /&gt;membantu kerabat dan handai taulan&lt;br /&gt;yang datang kepadanya untuk meminta&lt;br /&gt;pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhir hayatnya, sepatu Bally&lt;br /&gt;idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli&lt;br /&gt;karena tabungannya tak pernah mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat mengharukan dari cerita ini,&lt;br /&gt;guntingan iklan sepatu Bally itu&lt;br /&gt;hingga Bung Hatta wafat masih tersimpan&lt;br /&gt;dan menjadi saksi keinginan&lt;br /&gt;sederhana dari seorang Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin memanfaatkan posisinya waktu&lt;br /&gt;itu, sebenarnya sangatlah mudah bagi&lt;br /&gt;Bung Hatta untuk memperoleh sepatu&lt;br /&gt;Bally. Misalnya, dengan meminta tolong&lt;br /&gt;para duta besar atau pengusaha yang&lt;br /&gt;menjadi kenalan Bung Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun, di sinilah letak keistimewaan&lt;br /&gt;Bung Hatta. Ia tidak mau meminta&lt;br /&gt;sesuatu untuk kepentingan sendiri dari&lt;br /&gt;orang lain. Bung Hatta memilih jalan&lt;br /&gt;sukar dan lama, yang ternyata gagal&lt;br /&gt;karena ia lebih mendahulukan orang lain&lt;br /&gt;daripada kepentingannya sendiri," kata&lt;br /&gt;Adi Sasono, Ketua Pelaksana&lt;br /&gt;Peringatan Satu Abad Bung Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya, itulah keteladanan Bung&lt;br /&gt;Hatta, apalagi di tengah carut-marut&lt;br /&gt;zaman ini, dengan dana bantuan presiden,&lt;br /&gt;dana Badan Urusan Logistik, dan&lt;br /&gt;lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Hatta meninggalkan teladan besar,&lt;br /&gt;yaitu sikap mendahulukan orang lain,&lt;br /&gt;sikap menahan diri dari meminta hibah,&lt;br /&gt;bersahaja, dan membatasi konsumsi&lt;br /&gt;pada kemampuan yang ada. Kalau belum&lt;br /&gt;mampu, harus berdisiplin dengan tidak&lt;br /&gt;berutang atau bergantung pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya bangsa Indonesia dapat&lt;br /&gt;meneladani karakter mulia proklamator&lt;br /&gt;kemerdekaan ini, seandainya para&lt;br /&gt;pemimpin tidak maling, tidak mungkin bangsa&lt;br /&gt;dengan sumber alam yang melimpah ini&lt;br /&gt;menjadi bangsa terbelakang, melarat,&lt;br /&gt;dan nista karena tradisi berutang dan&lt;br /&gt;meminta sedekah dari orang asing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-4044275952686883008?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/4044275952686883008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=4044275952686883008&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4044275952686883008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4044275952686883008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/07/bung-hatta-dan-sepatu-bally.html' title='Bung Hatta dan Sepatu Bally'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-6736691679853762026</id><published>2009-07-28T23:24:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T23:26:29.963-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>Mau???</title><content type='html'>*lumayaan daripada bengong*&lt;br /&gt;Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan tukang Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah.&lt;br /&gt;Siang itu, kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan, cekikikan sambil melihat sesuatu yang ada di tangannya. &lt;br /&gt;Bahkan saking asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja, seakan mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penasaran, diriku pun bertanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Jason (panggil saja demikian, karena dia sering dipanggil Son ama pelanggannya "Son.. mie ayamnya siji maning sooon.."), sedang apa kok asik bener di pojokan?" tanyaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh mas ganteng...( satu hal yang aku suka dari Jason adalah : Orangnya suka bicara Jujur!), ini mas, lagi update status!!..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WADEZIG!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"weehhh... njenengan fesbukan juga to??" tanyaku heran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya iyalah mas... hareee geneee ga fesbukan?!.. .&lt;br /&gt;Lagian kan lumayan juga buat menjaring pelanggan lewat fesbuk, kata pak Hermawan Kertajaya kan dalam berdagang kita harus selalu melakukan diferensiasi termasuk dalam hal pemasaran mass.. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GLEK!! kalah gw&lt;br /&gt;Gw yang sering naik Kereta ke jawa aja gak tau kalo ada yg namanya Hermawan Kereta Jaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"emang mas statusnya apa?" tanyaku penasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nih mas aku bacain : &lt;br /&gt;Promo Mie Ayam, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambah kuah, beli empat gratis timbang badan... takutnya anda obesitas... &lt;br /&gt;segera saya tunggu di gang Jengkol, depan tengkulak Beras Mpok Hepi. &lt;br /&gt;Mie Ayam Jason : Melayani dengan Hati... ampela, usus dan jeroan ayam lainnya.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUBRAK!!&lt;br /&gt;Dua kosong untuk mas jason...&lt;br /&gt;Gw yg uda lama fesbukan aja ga bisa bikin status se atraktif dia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada yg aneh pas kulirik ke henpon yang dia pake&lt;br /&gt;aku kira henponnya blekberi atau minimal nokia seri baru yang uda bisa pake internetan&lt;br /&gt;Selidik punya selidik, ternyataa... henponnya lawas bin jadul...&lt;br /&gt;HP yang masih monokrom, suara belum poliponik, dan masih pake antena luar kayak radio AM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mas, tapi kok bisa update fesbuk pake henpon sederhana gitu? (bahasa halusnya henpon lawas)&lt;br /&gt;Gimana caranya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Owwh.. gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim ke Tri? jawab dia datar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohh.. mas nya pake Kartu Three ya? Yang gratis internetan itu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bukaaaan mas, Tri itu lengkapnya Tri Ambarwati...&lt;br /&gt;Dia itu pacar saya, sama-sama dari Tegal, yang kerjaannya jagain Warnet 24 Jam!&lt;br /&gt;Jadi kalo butuh update, tinggal sms dia aja nanti dia yang gantiin status saya, &lt;br /&gt;Lha wong dia tiap hari di depan komputer jagain warnet. Paling sebagai balesannya saya gratisin mie ayam seminggu sekali... murah to..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendadak kepalaku pusing&lt;br /&gt;Bagaikan menderita dehidrasi akut sekaligus hipotermia tingkat tiga, &lt;br /&gt;aku limbung mendengar jawaban spektakuler dari mas jason... &lt;br /&gt;BRUK!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lho mas.. mas... jadi beli mie ayam ndak...kepriben iki?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAU UPDATE STATUS GRATIS&lt;br /&gt;PAKE TRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAU??? .___&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-6736691679853762026?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/6736691679853762026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=6736691679853762026&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6736691679853762026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6736691679853762026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/07/mau.html' title='Mau???'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-1254845586369490398</id><published>2009-07-28T21:54:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T21:59:48.716-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'></title><content type='html'>Cerita dari korban :&lt;br /&gt;Ada hal2 lucu yang terjadi 3 hari kemarin.....seorang cowok (ngaku nya bernama Wibi) ngajakin kenalan lewat telfon, dia bilang tau no ku dari anak yang dulu pernah magang di tempatku, Wibi tuh ngaku nya kerja sebagai "kuli".....Telfon nya khan tak tanggepin biasa aja (bukan karena dia mengaku sebagai "kuli" tapi karena aku ngrasa dia ky anak sma aja, kenalan lewat telfon trus ngajak ketemuan dan gaya bicaranya pun "ABG" banget gitu loh...). Mungkin dia ngrasa kalo aku nggak seberapa "ngeh" sama dia, akhirnya kemarin dia sms gini " aku tau koq aku cuma kuli, jadi kamu juga males berteman sama aku"&lt;br /&gt;Cuman tak senyumin aja sms nya, terlalu picik kalo dia berfikir seperti itu,padahal  aku nggak masalah kalo berteman dengan siapapun, asalkan dia telfon nya juga di saat yang tepat (biasanya kalo telfon pagi hari mas pas mau mulai kerja gitu).&lt;br /&gt;Semalem ada lagi yang lucu, ada mantan nya temen ku (namanya Firman, dulu aku pernah jadian sama temen nya Firman nah pas aku putus sama temen nya itu, firman sempat deketin tp g tak respon positif, pas jaman ku kuliah ternyata dia jadian sama temenku, nah pas dia putus sm temenku itu.....malah nembak aku, mbulet yo...tapi g tak terima), lha semalem sms aku dgn tiba2 menyatakan kemarahannya krna sudah lama aku g kasih kabar ke dia...&lt;br /&gt;Hellooooooooooo, what's wrong with you????????emang ada keharusan aku ngasih kabar ku ke dia, ANEH!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanggapan &gt;&gt;&gt;&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@kasus Wibi (Warga Indonesia yang Baik dan berIman, hehehehe pemilihan nama yang bagus)&lt;br /&gt;Dari sudut pandang cowok, sebenarnya cewek juga harus tahu, bahwa cowok itu berjuang setengah mati untuk berani walau sekedar telepon doang.&lt;br /&gt;Trus emang tipikal orang jawa kalau dia merendah, dia bilang kuli, dari kuli angkut sampai kuli tinta atau tukang pipa(hehehe kayak Mario Bross), tukang talang, sedot wc, bor sumur dll, hehehehe(kok malah kemana-mana)&lt;br /&gt;Kalau gaya ngomongya kayak anak ABG ada 3 kemungkinan, dia emang ABG, dia nervous sehingga salting atau emang kelakuanya kayak ABG.&lt;br /&gt;Kalau masalah SMS &gt;&gt;&gt; ini banyak melanda pemuda Indonesia. Dia terlalu merendahkan wanita. Dia nggak bisa menghormati wanita. Dia hanya memandang wanita itu mata duitan trus harus yang lebih secara ekonomi dll. Sehingga dia nggak PD ketika mendekati wanita sedang dia belum cukup “berada”. Memang ada beberapa oknum wanita yang membuat stereotip itu. Dan itu hanya segelintir saja. Dia nggak mengenal orang yang akan dikenalnya. Seharusnya dia punya modal awal untuk walau “sekedar telepon.” Kata pepatah, jika ingin memenangkan sesuatu kita harus siap, tahu medan dan tahu musuhnya. Nggak sekedar siap aja. Hehehehe(kata orang lho). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Kasus Firman (Fakir Iman)&lt;br /&gt;punya otak nggak nih orang. Atau dia suka SKSD??? Atau bawaan orok??? Aku nggak tahu juga sih seberapa deket dia ma kamu. Tapi emang dia nggak ada cewek lain ta, kok mbulet gt, hihihihi.&lt;br /&gt;Saran buat dia &gt;&gt;&gt; merenung dulu. Kenali diri dulu, kenali lawan baru bertindak. Atau kalau cara pertama gagal, jangan ulangi cara pertama itu. Harus di modifikasi tentunya. Hihihihi. Lucu2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tanggapan anda??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-1254845586369490398?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/1254845586369490398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=1254845586369490398&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/1254845586369490398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/1254845586369490398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/07/cerita-dari-korban-ada-hal2-lucu-yang.html' title=''/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-3571163184651510628</id><published>2009-07-28T21:46:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T21:50:45.857-07:00</updated><title type='text'>puisi cinta</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CUSER%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CUSER%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CUSER%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin;} span.EmailStyle15 	{mso-style-type:personal; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-unhide:no; 	mso-ansi-font-size:11.0pt; 	mso-bidi-font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	color:windowtext;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kucing kurus mandi di papan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Papanya dari kayu jati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Badanku kurus bukan kurang makan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Memikirkan si jantung hati&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;hari senin ke okinawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Hari selasa pergi ke thailan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kalau mau bermain cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Memanglah harus rela berkorban&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Rasa perih kena jarum suntik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dokternya sedeng dan rada gila&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kenapa kasih kok makin cantik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Hatinya sedang riang gembira&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ada onta minum dikali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Sama kerbau sama si kuda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Jangan dinda bersedih hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kanda selalu siap sedia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-3571163184651510628?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/3571163184651510628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=3571163184651510628&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3571163184651510628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3571163184651510628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/07/puisi-cinta.html' title='puisi cinta'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-3750395215063090681</id><published>2009-07-21T19:39:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T19:55:23.696-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aWik'/><title type='text'>Madu Asli atau Palsu ??</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Madu asli dan madu tidak asli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1. Madu Asli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Madu asli adalah madu murni atau madu alami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang diambil langsung dari sarang lebah dan diperes sendiri. Dalam penelitian ini, madu asli yang diuji ada lima jenis, masing-masing diletakkan dalam botol tersendiri dan diberi kode sesuai dengan jenis madunya. Diantaranya madu yang sumber makanannnya pohon aren atau nira. Madu yang sumber makanannya tanaman hortikultura , Madu murni yang sumber makanannya pohon akasia , pohon kayu sungkai dan hutan bebas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2. Madu Tidak Asli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Madu tidak asli adalah madu tiruan atau madu asli yang dicampur larutan lain yang sifat fisiknya menyerupai madu asli.yang diuji pun juga lima jenis : Madu tiruan, madu yang dicampur juruh atau sirup, madu yang dicampur air gula, madu yang dicampur sirup dan serbuk pahit, serta madu yang dicampur dengan sirup dan ragi tape.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Cartoonist 2';"&gt;B. MITOS TENTANG MADU ASLI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pengujian ini dilakukan untuk membuktikan anggapan orang bahwa madu asli memiliki ciri-ciri tertentu, yang menjadi parameter sebuah madu asli. Yang mana kalau disimpulkan padanya ada 8. Anggapan tersebut lengkapnya sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;table style="border: medium none ; margin-left: 23.4pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border: 0.5pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; background: black none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 27pt;" valign="top" width="36"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: white; font-family: 'Americana XBd BT';"&gt;No &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 0.5pt 0.5pt 0.5pt medium; padding: 0in 5.4pt; background: black none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 2.75in;" valign="top" width="264"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: white; font-family: 'Americana XBd BT';"&gt;Anggapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 0.5pt 0.5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27pt;" valign="top" width="36"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 0.5pt 0.5pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.75in;" valign="top" width="264"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Madu Asli tidak dikerumuni semut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 0.5pt 0.5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27pt;" valign="top" width="36"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 0.5pt 0.5pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.75in;" valign="top" width="264"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Madu asli tidak merembes apabila diteteaskan pada kertas Koran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 0.5pt 0.5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27pt;" valign="top" width="36"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;3. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 0.5pt 0.5pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.75in;" valign="top" width="264"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Korek api tetap dapat menyala setelah diolesi madu asli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 0.5pt 0.5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27pt;" valign="top" width="36"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;4. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 0.5pt 0.5pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.75in;" valign="top" width="264"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Rasa madu asli manis murni, tanpa ada rasa lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 0.5pt 0.5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27pt;" valign="top" width="36"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;5.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 0.5pt 0.5pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.75in;" valign="top" width="264"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Madu asli berwarna kuning tua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 0.5pt 0.5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27pt;" valign="top" width="36"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;6.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 0.5pt 0.5pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.75in;" valign="top" width="264"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Madu asli akan mengkristal bila diaduk dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kuning telur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 0.5pt 0.5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27pt;" valign="top" width="36"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;7. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 0.5pt 0.5pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.75in;" valign="top" width="264"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Madu asli menyimpan gas atau udara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 0.5pt 0.5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27pt;" valign="top" width="36"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 0.5pt 0.5pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 2.75in;" valign="top" width="264"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Madu asli tidak membeku bila dimasukkan dalam lemari es&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Cartoonist 2';"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Cartoonist 2';"&gt;C. HASIL PENGUJIAN TERHADAP ANGGAPAN TERSEBUT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1. &lt;b&gt;Anggapan pertama : Madu Asli Tidak Dikerumuni Semut&lt;/b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Baik madu asli maupun madu tidak asli sama-sama dapat dikerumuni semut. Adapun madu tidak asli yang padanya dicampur dengan serbuk pahit ada kemungkinan padanya tidak dimakan semut karena unsur tersebut tidak disenangi semut sebagaimana madu asli yang makanan lebahnya dari hutan kayu yang pahit rasanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2. Anggapan kedua: Madu Asli Tidak Merembes Saat Diteteskan pada Kertas Koran.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;Tidak merembes saat diteteskan pada kertas koran tidak dapat secara mutlak merupakan ciri madu asli karena madu asli yang agak encerpun bisa merembes walaupun sedikit saja (tingkat kekentalannya rendah).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;3. &lt;b&gt;Anggapan ketiga : Korek Api Tetap Menyala Setelah Diolesi Madu Asli&lt;/b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 63pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bilah korek api tetap dapat menyala setelah diolesi madu asli sekalipun jarak waktu tenggang antara pemolesan dengan pemantikan berapa lamapun . Adapun madu tidak asli pada awal pemolesan mungkin masih bisa menyala namun setelah tenggang waktu 1 jam atau lebih maka tidak mampu lagi untuk menyala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 63pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Jadi kesimpulannya adalah apabila setelah berselang lebih dari 1 jam tapi masih bisa menyala berarti madu asli.Namun apabila dengan dengan tenggang waktu tersebut tidak dapat menyala maka bisa dipastikan madu campuran atau tidak asli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;4. Anggapan keempat : Madu Asli Berasa Manis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 63pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kelima sampel madu asli memiliki rasa yangberbeda-beda, bergantung pada sumber makanan lebah atau nectar. Demikian pula madu tidak asli maka rasanyapun beraneka ragam sesuai dengan bahan pencampurnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;5. Anggapan kelima : Madu Asli Berwarna Kuning Tua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 63pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sebagaimana rasa madu asli , warnanyapun beragam sesuai dengan nectar atau sumber makanan yang dimakan lebah. Demikian pula warna madu tidak asli beragam warnanya sesuai dengan bahan yang diolah dan juga bahan pencampurnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;6.Anggapan keenam Madu Asli Akan Mengkristal Jika Dicampur Kuning Telur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 63pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Semua sampel madu asli mengkristal berbiji-biji saat dicampur dengan kuning telur. Madu tiruan tidak mengkristal sama sekali apabila dicampur kuning telur tetapi madu campuran tetap bisa mengkristal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 63pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Perlu anda ketahui bahwa pengkristalan kuning telur bukan jaminan madu asli karena madu campuranpun tetap mengkristal apabila dicampur dengan kuning telur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;7. Anggapan ketujuh : MAdu Asli Mengandung Gas (menggelembung pada kantong plastik/jerigen yang tertutup rapat.)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 63pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dalam uji coba kelima madu asli maupun 4 dari 5 macam madu campuran itu tetap mengelembung (mengandung gas) Dari sini dapat dilihat bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandungan gas itu tidak dapat dijadikan patokan dalam menentukan madu asli karena madu tidak aslipun bisa mengandung gas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 63pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dalam penyelidikannya &lt;b&gt;Dra. Sri Amin Tarti&lt;/b&gt; dari Universitas Lambung Mangkurat menyatakan, gas yang terdapat pada madu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu bisa timbul karena &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;madu telah terfermentasi dengan mikroba penghasil gas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;8. Anggapan kedelapan : Madu asli Tidak Akan Membeku Jika Disimpan Dalam Lemari Es.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 63pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dari kelima sampel madu asli, empat sampel tidak membeku saat disimpan dalam lemari es. Satu sampel yang lain sedikit membeku yaitu madu pohon aren /nira. Dan dari kelima sampel madu tidak asli maka semuanya membeku saat disimpan di lemari es.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Cartoonist 2';"&gt;D. KESIMPULAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 63pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dari pengujian terhadap delapan anggapan publik terhadap keaslian madu maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak merembes saat diteteskan pada kertas Koran; tidak dikerumuni semut ; rasa yang manis,; warna kuning tua; serta terdapatnya gas atau udara tidak dapat dijadikan alat untk mengukur kemurnian atau keaslian madu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Madu dapat dikatakan asli bila belerang bilah korek api tetap dapat menyala setelah diolesi madu trsebut, meskipun tenggang waktu yang lama. Apabila korek api dapat menyala dalam tenggang waktu yang sebentar kemudian tidak menyala dalam tenggang waktu yang lama maka bisa diragukan keaslian madu tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;3.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Madu asli akan mengkristal saat dicampur dengan kuning telur. Namun pengkristalan bukan jaminan aslinya suatu madu. Beberapa madu palsu atau campuran pun tetap mengkristal saat dicampur dengan kuning telur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;4.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Madu asli tidak akan membeku saat disimpan di lemari es. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Disadur dari Buku “Jeli Memilih Madu” terbitan Adicita Karya Nusa tahun 2005 ditulis oleh : M Sadyi Masun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Agak susah juga ya membedakan madu asli atau palsu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-3750395215063090681?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/3750395215063090681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=3750395215063090681&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3750395215063090681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3750395215063090681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/07/madu-asli-atau-palsu.html' title='Madu Asli atau Palsu ??'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-5776661635143806123</id><published>2009-05-26T09:05:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T09:07:03.382-07:00</updated><title type='text'>asmara</title><content type='html'>menikah adalah salah satu milestone dalam kehidupan manusia&lt;br /&gt;banyak hal baru didalamnya&lt;br /&gt;kadang pahit dan seringkali manies&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-5776661635143806123?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/5776661635143806123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=5776661635143806123&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5776661635143806123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5776661635143806123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/05/asmara.html' title='asmara'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-8305001181214242659</id><published>2009-02-04T00:01:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T00:10:05.834-08:00</updated><title type='text'>ooh</title><content type='html'>pengen nulis tapi males ya gimana yah&lt;br /&gt;tidur aja ah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-8305001181214242659?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/8305001181214242659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=8305001181214242659&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8305001181214242659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8305001181214242659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/02/ooh.html' title='ooh'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-5908806662908578674</id><published>2009-01-15T02:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T02:10:32.822-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>uuhh</title><content type='html'>udah lama nggak nulis.&lt;br /&gt;males, sok sibuk dan banyak lagi alasan yang lain, yang membuat nggak ada tulisan di blog ini.&lt;br /&gt;doakan ya mulai sekarang aku jadi rajin nulis lagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-5908806662908578674?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/5908806662908578674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=5908806662908578674&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5908806662908578674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5908806662908578674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2009/01/uuhh.html' title='uuhh'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-848736300618157389</id><published>2008-09-23T04:23:00.000-07:00</published><updated>2008-09-23T05:18:16.615-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CERITA TUHAN'/><title type='text'>Idul Fitri....Mudik Lagi!!!!</title><content type='html'>Sebentar lagi lebaran tiba. Akan ada hajatan besar yang dilakoni oleh bangsa indonesia. Hajatan yang akan melibatkan jutaan orang dan trilyunan rupiah yang akan mengalir dari kota-kota ke desa-desa. Mudik namanya. Entah sejak kapan hajatan itu berlangsung. Tidak ada catatan resminya.&lt;br /&gt;Saya akan jadi salah satu dari mereka. Banyak pemudik yang rela menempuh jarak ribuan kilometer atau berhari-hari untuk merayakan lebaran dikampung halaman. Bahkan banyak yang rela berlelah-lelah ria di gerbong sesak kereta api ekonomi dengan bau yang sangat tidak enak. Mereka berpikir "Yang penting sampai dan ketemu handai tolan." Bahkan saya pernah menjumpai orang yang rela tidur di kamar kecil gerbong-gerbong pengap tersebut. Uhh... begitu dasatnya budaya mudik itu.&lt;br /&gt;Ada fenomena menarik tahun-tahun terakhir ini yang saya jumpai dikampung kecil saya yang berada dipelosok Madiun. Setiap mudik seperti ada perlombaan untuk saling memperlihatkan kesuksesan di perantauan. Ada yang bawa kendaraan pribadi, sewaan, kreditan yang baru di bayar dua bulan atau menyewa mobil bersama sopir. Begitupun soal pehiasan dan pakaian yang dipakai. Huuuh...berat boss.&lt;br /&gt;Memang ada pendapat yang menurutku kurang tepat selama ini. Setiap perantau harus sukses di perantauan, jika belum atau tidak sukses mereka malu untuk kembali ke kampung halaman. Dan kesuksesan selama ini hanya dimaknai dengan materi (baca: uang). Tidakah pengalaman, kedewasaan, kematangan mental dan masih banyak lagi nilai positif yang didapat merupakan suatu kesuksesan. Karena akupun mengalami sindrom itu. Hehehe.&lt;br /&gt;Sekarang memang tergantung niat dalam memaknai lebaran. Apakah niat pamer kesuksesan, bersilaturahmi dengan sanak saudara, jalan-jalan mencari udara segar karena sumpek dengan rutinitas kota dan masih banyak lagi yang lain. Kalau niatnya melenceng dari nilai-nilai suci lebaran ya saat sekarang meluruskan niat itu, terutama buat saya pribadi. Jadi setelah lebaran kita benar-benar fitri.&lt;br /&gt;Ada satu hal lagi yang harus diperhatikan juga, keselamatan kita selama diperjalanan mudik dan balik. Baik menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Berhati-hati selama diperjalan sehingga kita bisa merayakan lebaran dengan kebahagian.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafin saya ya jika awak silap.&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1429 H !!!&lt;br /&gt;Salam otak terbatas dan keterbatasan otak!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-848736300618157389?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/848736300618157389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=848736300618157389&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/848736300618157389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/848736300618157389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/09/idul-fitrimudik-lagi.html' title='Idul Fitri....Mudik Lagi!!!!'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-5143496793767156106</id><published>2008-09-19T08:51:00.000-07:00</published><updated>2008-09-19T08:56:02.849-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CERITA TUHAN'/><title type='text'>PUASA</title><content type='html'>sudah hampir 20 hari puasa. tapi kok aku merasa njalaninya dengan kurang baik. puasa memang ibadah yang luar biasa. membuat kita harus lebih disiplin minimal disiplin untuk makan.&lt;br /&gt;terima kasih tuhan, masih mempertemukanku dengan bulan suci ini. aku akan berusaha untuk lebih baik dalam 10 hari kedepan. mungkin saja ini adalah ramadhanku terakhir. &lt;br /&gt;i will do my best!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-5143496793767156106?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/5143496793767156106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=5143496793767156106&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5143496793767156106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5143496793767156106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/09/puasa.html' title='PUASA'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-8010840005901599092</id><published>2008-09-01T14:23:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T15:45:08.066-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Hidup itu relatif....enjoy ajah!!!</title><content type='html'>Sudah lama sekali rasanya....&lt;br /&gt;update blog tercinta ini. sebenarnya tidak ada alasan, kompie rusak, nggak ada waktu,atau alasan lain sebagai pembenaran. yang mungkin lebih tepatnya karena niat ngapdet yang kurang aja.&lt;br /&gt;sudah hampir empat bulan update-an blog semua berlabel iseng. tidak ada label lain.&lt;br /&gt;mulai bulan september ini saya akan berusaha untuk memosting yang lebih serius. ya lebih serius menurut ukuran saya loh...yang mungkin remeh temeh bagi sebagian orang.&lt;br /&gt;saya yakin setiap orang memiliki perbedaan dalam melihat sesuatu. tinggal dari mana kita lihat sudut mana. meskipun melihat dari sudut yang sama pun belum tentu sama menilainya.  contohnya ketika kita melihat novel teenlit. ada yang bilang itu hanya mainan. ada yang bilang kita harus mulai dari yang mudah dulu. teenlit penting karena berguna untuk menumbuhkan minta baca, dan masih banyak lagi yang berpendapat berbeda. banyak faktor yang memengaruhi, bisa umur, kebiasaan, hobi dan ah pusing oey...&lt;br /&gt;Udah kodratnya kita dibuat beda ma tuhan. ada miskin kaya, pintar oon, baik buruk dll. biar dunia nggak boring kan!!!!. coba banyangin kalo dunia ini isinya sama semua...ihh ngeriiii....makanya dunia ini indah kan!!!&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu yang lalu abdi ketemu jeung teman-teman kuliah dulu. mereka sudah ya lumayan berubah lah.. ada yang lebih baik dari pada waktu kuliah, tapi ada yang lebih ancur...hehehe... ini menurut ukuran saya loh...&lt;br /&gt;banyak cerita dari mereka. ada yang kerja dengan gaji yang luar biasa, ada yang ditempat biasa, ada yang buat makan saja susah(kemungkinan aku masuk yang golongan ini), pengusaha perminyakan sukses dengan puluhan bahkan ratusan juta untung bersihnya, ada yang udah menikah, jomblo(masuk lagi nih), pacarnya cantik banget, pacarnya biasa ajah dll.&lt;br /&gt;sempat ngiri juga lihat mereka yang menurut saya lebih sukses dari saya. tapi ngiri doang nggak ngaruh apa-apa, dan sering membuat nggak bahagia(nggak enjoy je!!!). juga sempet kasihan ngelihat yang lebih susah dari aink(menurut ukuranku lho!!!).&lt;br /&gt;kemarin sempat merenung(ceile...merenung je?? nggak salah!!!) jika dipikir-pikir emang gaji, pacar dan tetek bengek itu ngaruh banget ya ma kebahagiaan. tapi kan itu kan sebenarnya ngaruhnya makin kecil jika kita nrimo(bahasa yang lebih keren bersyukur), bahkan bisa ilang sama sekali jika udah nggak terikat ma dunia(ini kelasnya sufi2 boss!!).&lt;br /&gt;makanya dari pada mikirin sesuatu yang nggak bisa kita dapet mendingan kita syukurin aja yang kita punya sekarang. harapan untuk lebih baik memang perlu, sangat perlu bahkan karena itu energi kita buat terus berusaha.&lt;br /&gt;jadi mungkin langkah terbaik yang bisa kita ambil adalah mensyukuri keadaan kita sekarang dan tetep terus berusaha. nggak perlu ngiri2 atau mikirin orang lain, biarlah dia lebih sukses atau lebih tajir, yang penting kita enjoy menjalani hidup ini, tanpa berhenti untuk berusaha lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ooh iya ini kan lagi puasa nih....&lt;br /&gt;selamat menunaikan ibadah puasa ya!!&lt;br /&gt;trus maapin ya jika saya banyak salah!!!&lt;br /&gt;maapin yahhh!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-8010840005901599092?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/8010840005901599092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=8010840005901599092&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8010840005901599092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8010840005901599092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/09/hidup-itu-relatifenjoy-ajah.html' title='Hidup itu relatif....enjoy ajah!!!'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-6889632649986052389</id><published>2008-07-20T06:52:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T06:55:21.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>Capek</title><content type='html'>Sudah dua bulan lebih aku tak memosting apapun di blog ini...&lt;br /&gt;maaf kan  teman....&lt;br /&gt;maafkan....&lt;br /&gt;mungkin bulan depan aku akan menulis kembali lagi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-6889632649986052389?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/6889632649986052389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=6889632649986052389&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6889632649986052389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6889632649986052389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/07/capek.html' title='Capek'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-514934288314290405</id><published>2008-05-16T17:43:00.000-07:00</published><updated>2008-05-16T17:48:23.310-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>re-write</title><content type='html'>dalam bulan-bulan ini mungkin postinganku adalah ulangan-ulangan postinganku yang sebelumnya pernah aku sebarkan di dunia maya. jadi kalau pernah membaca atau menikmati sebelumnya makan mohon maaf atas hal tersebut.&lt;br /&gt;yang pasti aku akan menulisnya dengan pendekatan yang berbeda. jadi mungki bisa menghadirkan persepsi baru tentan suatu hal sama. terima kasih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-514934288314290405?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/514934288314290405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=514934288314290405&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/514934288314290405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/514934288314290405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/05/re-write.html' title='re-write'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-3246072390452072825</id><published>2008-04-25T06:34:00.000-07:00</published><updated>2008-04-25T07:25:10.265-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Trowulan, Pesona Mojopahit yang tak habis digali....Mojokerto atau Mojopahit 4(Tamat)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHfQ9o15iI/AAAAAAAAAVo/u-oJO2CwPBA/s1600-h/HPIM0077.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHfQ9o15iI/AAAAAAAAAVo/u-oJO2CwPBA/s400/HPIM0077.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193177327851660834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi-pagi aku bangun dan mandi. Lelah badanku tak kuasa membendung semangatku. Ah, pagi ini begitu cerah di Mojokerto. Hari terakhirku. Besok aku tak akan berada disini lagi. Hari ini hanya Mas Hendry saja yang akan menyampaikan materi. Mbak Sisil dan aku harus menyelesaikan semua urusan hotel, &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;” bukti entah apa aja dan mengambil spanduk di tukang sablon.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHpodo15oI/AAAAAAAAAWY/7WGl40o8PPI/s1600-h/HPIM0073.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHpodo15oI/AAAAAAAAAWY/7WGl40o8PPI/s320/HPIM0073.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193188726694864514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mas Hendry sudah datang sedari tadi. Rian akan bareng dengannya. Sedang aku dan Mbak Sisil harus menyelesaikan semuanya. Setelah membereskan urusan hotel dan mengambil spanduk di tukang sablon, kami harus memfoto kopi beberapa dokumen. &lt;st1:place&gt;Susah&lt;/st1:place&gt; sekali mencari tukang fotokopi yang buka dihari minggu. Setelah putar-putar &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan hampir ditabrak mobil akhirnya kami nemu juga fotokopian dideket alun-alun. Huh sial, hampir setengah jam kami muter-muter. Kami memfotokopi beberapa dokumen dan membeli satu rim kertas. Entah buat apa. Aku hanya bertugas membawanya. Tak lebih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah selesai semua urusan kami segera meluncur &lt;st1:place&gt;&lt;st1:placename&gt;ke&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype&gt;RM.&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; Mas Hendry sibuk dengan para murid tuanya. Rian, seperti biasa, menenggak cafein dan menghisap nikotin. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHlAto15lI/AAAAAAAAAWA/TbLLlKfsFXk/s1600-h/HPIM0062.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHlAto15lI/AAAAAAAAAWA/TbLLlKfsFXk/s320/HPIM0062.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193183645748553298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah kemarin ke ketempat saudaraku di Mojosari, hari ini aku akan keliling Kecamatan Trowulan untuk melihati hasil karya rakyat kerajaan Mojopahit. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHll9o15mI/AAAAAAAAAWI/toJdR5Rl0vg/s1600-h/HPIM0079.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHll9o15mI/AAAAAAAAAWI/toJdR5Rl0vg/s320/HPIM0079.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193184285698680418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak sekali candi dan peninggalan lain dari kerajaan legendaris ini.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHl-to15nI/AAAAAAAAAWQ/J8t6JcZNjIM/s1600-h/HPIM0078.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHl-to15nI/AAAAAAAAAWQ/J8t6JcZNjIM/s320/HPIM0078.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193184710900442738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHfkto15jI/AAAAAAAAAVw/lwu90fUu84s/s1600-h/HPIM0069.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHfkto15jI/AAAAAAAAAVw/lwu90fUu84s/s200/HPIM0069.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193177667154077234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; candi Tikus, Bajangratu, Brahu, Gentong, Kedaton, Kolam Segaran dan beberapa artefak yang di simpan di Museum Trowulan. Bangunan-bangunan itu indah luar biasa. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selesai berkeliling aku segera balik &lt;st1:place&gt;&lt;st1:placename&gt;ke&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype&gt;RM.&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; Jam sudah menunjuk angka dua. Rian tak nemunjukkan batang hidungnya. Aku yakin dia tidur seperti biasa. Dan dugaanku sangatlah tepat. Dasar TTKD.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHfEto15hI/AAAAAAAAAVg/zBJscgVH1VU/s1600-h/HPIM0062.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHfEto15hI/AAAAAAAAAVg/zBJscgVH1VU/s200/HPIM0062.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193177117398263314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Acara selesai jam tujuh malam. Kami segera membereskan semuanya. Dibantu pak satpam, Pak Arifin dan beberapa pegawai RM.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jam delapan semua computer sudah terpeking dengan baik dikotak masing”. Alat-alat yang kami bawa tak lupa kami ringkasi semua. Selesai sudah semua tugas. Tinggal balik ke &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; jahanam yang banyak menawarkan fatamorgana dunia.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHfuNo15kI/AAAAAAAAAV4/LK3csLaX5Cw/s1600-h/HPIM0028.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHfuNo15kI/AAAAAAAAAV4/LK3csLaX5Cw/s320/HPIM0028.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193177830362834498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami ngobrol bareng di RM sambil melepas lelah. Mas Hendry dan Mbak Sisil kelelahan tapi lega. Beban berat mereka sudah lenyap sedari tadi. Senyuman mereka ringan sekali malam ini. Berbeda sekali dengan tiga hari sebelumnya. Berbeda denganku. Malas sekali aku kembali ke &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Kembali ke kantor yang menjemukan. Ah, tak mengapa. Ini hidup bung!!&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tamat!!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-3246072390452072825?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/3246072390452072825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=3246072390452072825&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3246072390452072825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3246072390452072825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/04/trowulan-pesona-mojopahit-yang-tak.html' title='Trowulan, Pesona Mojopahit yang tak habis digali....Mojokerto atau Mojopahit 4(Tamat)'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SBHfQ9o15iI/AAAAAAAAAVo/u-oJO2CwPBA/s72-c/HPIM0077.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-1424401447090823832</id><published>2008-04-21T04:42:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T05:05:09.854-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Homo homini lupus....Mojokerto atau Mojopahit 3</title><content type='html'>Jam setengah dua belas akhirnya semua selesai. Kami ringkasi semua peralatan. Santai saja. Esok pagi juga bersih. Sampah-sampah akan dilenyapkan tangan-tangan &lt;st1:place&gt;&lt;st1:placename&gt;terampil&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype&gt;RM.&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; Tak usah kuatir. Kami bertiga segera menuju Hotel. Hari ini kami bertiga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nginep disatu kamar. Homo-homo deh &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Hehehe…  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Langit Mojokerto malam ini tak lagi bersahabat dengan kami. Hujan terus turun walau rintik-rintik. Udara dingin menyekat, merasuki tulang kami. Tak berapa lama kami sampai di hotel. Kamar kami pindah. Dari kamar nomor empat ganti ke nomor &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Nomor empat ditempati Mbak Sisil.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rian pertama mandi. Dia ingin berendam laiknya aku kemarin malam. Mas Roni mandi seperlunya dan langsung tidur. Aku, memencet tombol” remot Astro. Dasar udik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami segera tenggelam dalam belaian lembut kasur hotel. Tak selembut kemarin emang. Kemarin aku sendirian. Sekarang, harus bertiga. Dengan batangan semua lagi. Huuhhh…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jam setengah enam aku bangun. Makanan hotel sudah diantarkan. Mas Roni dan Rian masih bergumul dengan mimpi”. Kalau Rian pasti tentang wanita” cantik laiknya Mulan Jameela yang mengelilingi sambil berjoged &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;tampa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sehelai benangpun ditubuh. Entah Mas Roni. Pasti lebih beradap tentunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku sudah berendam sedari tadi. Tapi mereka tak bangun jua. Setengah tujuh aku bangunkan mereka. Tak kurang. Buku-buku kelopak matanya mulai terbuka lebar. Rasanya mereka malas beranjak dari kasur empuk itu. Dasar udik dua dan tiga. Udik satu, akulah orangnya. Kenapa udik satu, karena akulah yang paling udik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami segera berkemas. Mbak Sisil sudah rapi dengan jilbab indahnya. Hari ini dia tampak berseri-seri, tak seperti semalam. Entah kenapa aku tak tahu. Mimpi jatuh cinta sama pangeran udik mungkin. Hehehe… Dan pangeran itu adalah si udik satu. Hahaha…&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SAx-wqBOSGI/AAAAAAAAAVI/R5npD_yziAk/s1600-h/HPIM0048.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SAx-wqBOSGI/AAAAAAAAAVI/R5npD_yziAk/s320/HPIM0048.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191663844829579362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tak berapa lama Mas Hendry datang menjemput Mbak Sisil. Dari pada naik matic bersama Rian, mending naik Peugeot-nya Mas Hendry. Akhirnya aku naik sedan Mas Hendry. Duduk dibelakang. Ditemani tas dan helm. Sebenarnya tak pantas aku duduk dibelakang, harusnya di bagasi. Begitu pasti pikir Rian. Asem tenan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami sampai di tempat dengan selamat. Rian dan Mas Roni datang duluan. Mereka ngebut kencang sekali. Entah dikejar anjing atau apa. Tapi yang pasti si Rian di kejar-kejar Mak Lampir yang diintipnya waktu mandi di mimpinya semalam. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Peserta training mulai berdantangan. Training harusnya mulai jam delapan pagi. Sekarang jam delapan lebih seperempat. Dan baru setengah yang hadir. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; beberapa pegawai yang cantik. Tapi kami tak berani kenalan. Dasar kutu kupret, beraninya cuma dari jauh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jam sembilan acara training dimulai. Kami bertiga ngobrol di RM sambil minum kopi susu panas dan menghisap dalam” Dji Sam Soe Premium yang kami beli di RM. Semua di tanggung Danamon. Hehehe…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jam menunjuk pukul sepuluh. Mas Roni harus ke Ploso, Jombang. Untuk implementasi di cabang tersebut. Semacam kelinci percobaan kiraku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kemarin aku sudah janji kesaudaraku untuk pergi kerumahnya di Mojosari. Dia kemarin datang, tapi aku sedang bekerja. Tak enak sebenarnya. Makanya aku harus kesana. Rian, akan tidur seperti biasa. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekitar setengah jam saja aku sampai di Mojosari. Ditengah jalan temenku dari madiun menelpon menanyakan kabar. Kujawab seadanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku tunggu dia diaerah Stadion. Aku lupa nama stadionya. Memory di otaku tak lebih dari satu mega. Padahal memory orang lain tak terbatas. Hehehe…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tak berapa lama dia datang sendirian. Aku langsung mengekor dibelakangnya. Menuju rumahnya tentu, masak kandang ayam. Rumahnya cukup dekat dengan stadion. Sekitar setengah kilo.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SAyCuaBOSHI/AAAAAAAAAVQ/MIjCOjBRNlc/s1600-h/HPIM0029.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SAyCuaBOSHI/AAAAAAAAAVQ/MIjCOjBRNlc/s320/HPIM0029.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191668204221384818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami ngobrol ngalor-ngidul tak keruan. Tapi asyik. Kemarin kami tak sempat ngobrol lama. Jam empat sore aku pamit. Tak enak aku tinggalin si Rian merana seorang diri. Halah…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku balik tak lewat jalan berangkatku tadi. Ingiku lewat jalur kampong” permai di seputaran Mojokerto. Sepi tak terkira. Tapi asyik. Naik motor sambil bernyanyi. Laiknya orang gila. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hampir satu jam aku tempuh jalanan itu. Padahal berangkatnyapun cuma setengah jam. Tapi tak apa aku menikmati perjalan ini. Sering kali aku begitu. Sebisa mungkin lewat jalan yang berbeda jika ke suatu daerah. Melewati jalan baru, melewati pemandangan baru dan tentunya tantangan baru.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sesampai disana tak kulihat Rian di tempat training. Ku pastikan dia tertidur di lesehan RM yang sepi. Ah kekuatan tidurnya luar biasa. Good job boy!! Training kelihatanya akan sampai malam. Aku malas tak kepalang melihat mereka. Apalagi mereka. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang main game, ada yang menulis di buku tapi tak memperhatikan dan ada yang ngobrol dengan yang lain tak keruan. Mas Hendry masih tetap tenang walau makin sedikit yang memperhatikan. Akupun hanya sekilas melihatnya. Dan segera tenggalam di hutan nikotin dan kafein di RM. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semua berkumpul di RM untuk makan malam. Ini makan kedua perserta setelah tadi makan siang. Aku tak berselera makan malam ini. Entah entar. Aku hanya mengambil buah-buahan dan es saja. Tak ada nafsu menggejolak seperti biasanya. Entah mengapa. Kelelahan mungkin. Sekitar jam delapan acara selesai. Aku segera ke Hotel bersama Rian. Kami akan keliling &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Mojokerto malam ini. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-1424401447090823832?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/1424401447090823832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=1424401447090823832&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/1424401447090823832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/1424401447090823832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/04/homo-homini-lupusmojokerto-atau.html' title='Homo homini lupus....Mojokerto atau Mojopahit 3'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SAx-wqBOSGI/AAAAAAAAAVI/R5npD_yziAk/s72-c/HPIM0048.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-4925949048816404043</id><published>2008-04-21T04:28:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T04:41:25.131-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Trowulan dan Restu Bundo....Mojokerto atau mojopahit 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SAx9QqBOSFI/AAAAAAAAAVA/KJqKKuAGgM8/s1600-h/HPIM0088.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SAx9QqBOSFI/AAAAAAAAAVA/KJqKKuAGgM8/s320/HPIM0088.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191662195562137682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku bangun sekitar pukul &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pagi. Setelah sholat subuh aku tidur kembali. Badanku masih lelah luar biasa. Sekitar jam setengah tujuh aku segera mandi. Sambil berendam aku telpon beberapa saudaraku yang ada di sekitaran Mojokerto. Siapa tahu entar aku bisa main kesana.   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah mandi, aku selesaikan krimpingan kabel yang masih tersisa. Sambil bersantai menonton discovery channel di jaringan Astro. Aku coba telpon Rian yang katanya akan langsung ke menyusul dari &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Badanku sudah segar kembali. Sambil menikmati udara Mojokerto, makan pagi hotel dan juga secangkir kopi. Hidup ini memang indah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jam menununjuk pukul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;delapan pagi. Rian tak kunjung datang ataupun menelpon. Aku telpon berkali-kali tapi tak kunjung diangkatnya telponku. Ah mungkin dia sedang diperjalana. Jika dia baru berangkat berarti satu jam lagi mungkin baru sampai dia di RM Restu Bundo. Ah entahlah males aku mikirnya. Yang penting aku kesana dan menyelesaikan semua kerjaan. Sekitar jam setengah sembilan aku meluncur ke RM Restu Bundo. Sekitar sepuluh menit aku sudah sampai ditempat. Tak lebih. Langsung aku masuki ruangan VIP dengan bantuan pegawai RM sebagai juru kunci. Kutancapkan semua kabel yang selesai aku krimping di hotel tadi. Ku ping semua dan berjalan sangat sukses. Gilang-gemilang, hehehehe…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tak berapa lama Rian datang dengan tergopoh-gopoh. Meminta maaf atas keterlambatanya. Aku hanya bisa memaklumi. Akupun kadang begitu. Tak mengapa. Semua pekerjaan telah selesai. Tinggal merapikan kabel-kabel yang berserakan tak keruan. Tak lebih. Paling tak lebih dari satu jam saja. Mbak Sisil datang dengan seorang pengantar. Pegawai Danamon Jombang juga. Mas Hendry yang dia tanyakan tak menampakkan batang hidungnya. Setelah berbasa-basi ria, Mbak Sisil minta pamit. Masih ada urusan di Mojokerto. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekarang tinggal aku dan Rian saja. Segera kami selesaikan perapian kabel. Tak sampai sejam semua sudah selesai. Tinggal menunggu IT Staff Danamon Surabaya datang. Itu saja. Dari pada bengong di RM mending jalan-jalan, begitu pikirku. Mumpung di Mojokerto. Kami susuri jalanan desa kecamatan Trowulan. Kami tak tahu entah kemana. Sempat kami mampir kewarung. Sekedar untuk minum kopi dan menghisap asap tembakau. Tak lupa aku membeli rokok-rokok aneh yang ada disitu. Untuk menambah koleksi bungkus rokok yang mulai menjejali lemari kamarku. Cukup lama kami disitu. Ternyata ibu pemilik warung adalah mantan orang &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Setelah suaminya pensiun mereka berdua memutuskan kembali ke desa. Mereka sudah penat dengan kondisi &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang riuh tak keruan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SAx88aBOSEI/AAAAAAAAAU4/VG1ABF9MD1E/s1600-h/HPIM0028.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SAx88aBOSEI/AAAAAAAAAU4/VG1ABF9MD1E/s320/HPIM0028.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191661847669786690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tak langsung ke RM kami setelah keluar dari warung. Menyusuri jalanan desan yang asri diselingi sawah-sawah dan juga kebun tebu. Laiknya kampungku di lereng Gunung Wilis. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari itu hari Jumat. Aku harus jumatan. Di Masjid dekat RM. RM tutup total siang itu. Semua elemennya sholat Jumat. Kecuali satpam tentunya. Memang orang-orang minang terkenal dengan kultur islamnya yang luar biasa, walau jadi preman sekalipun. Karena laki-laki minang dididik di surau-surau waktu akan beranjak dewasa. Tak ada tidur malam di rumah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekitar jam satu Mas Hendry dan Mbak Sisil datang. Bersama mereka tampak tukang proyektor dan asistenya. Tak enak aku menyebutnya pembantu. Asisten tampak lebih terhormat. Hehehe…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami santai saja ketika mereka datang. Mereka seperti digelayuti beban tak keruan. Mas Roni sang IT Staff Danamon tak jua menampakkan batang idung. Aku dan Rian justru sibuk dengan permainan Counter-Strike yang aku bawa diflasdiskku. Condition Zero tepatnya. Kemarin beberapa komputer memang aku install game ini. Sekedar untuk menemani waktu mengunggu kami. Hehehe…&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SAx8KqBOSDI/AAAAAAAAAUw/tqiW9A4alnU/s1600-h/HPIM0024.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 333px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SAx8KqBOSDI/AAAAAAAAAUw/tqiW9A4alnU/s320/HPIM0024.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191660992971294770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekitar jam dua Mas Roni datang dengan tergopoh-gopoh. Hardisknya rusak. Dia harus mengkopi ulang system ******** dan beserta semua program pendukungnya kembali. Sistem yang akan ditrainingkan di RM. Sistem masa depan Danamon. Ditambah mencari hardisk baru tentunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dibantu Mbak Sisil dan Mas Hendry, Mas Rony segera bekerja. Kami, main game. Karena lama-lama nggak enak juga, kami segera menyingkir. Ngobrol-ngobrol sambil memenuhi paru-paru dengan nikotin di warung lesehan RM. Angina sepoy-sepoy membangkitkan rasa kantuk kami. Rian yang paling cepat. Dia laiknya temenku si Tarsan. Cepet sekali tertidurnya. Sore menjelang waktu kami membuka mata. Tak enak ati kami kembali ke ruangan. Siapa tahu ada sesuatu yang bisa kami bantu. Walau yang remeh-remeh.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Banyak system yang belum jalan. Kening Mbak Sisil dan Mas Henry berkerut tak keruan. Mas Ronipun serupa. Kami hanya cengar-cengir sahaja. Tak lebih. Server hanya satu sahaja diruang utama. Padahal ada dua ruang yang harus terkonek. Akhirnya kami harus narik kabel UTP hampir sekitar seratus meter. Aku krimping seadanya. Dan gagal. Hehehe… Kulihat kembali krimpingan itu kembali. Ternyata ada satu kabel yang tak masuk. Dasar bloon. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selesai sudah tugas ku sebenarnya. Tak enak juga melihat mereka pontang-panting benerin program yang tak kunjung selesai. Rian, menghisap tembakau dan minum kopi susu di RM. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari makin larut. Mbak Sisil dan Mas Hendry tampak kelelahan. Besok mereka harus menjadi mentor di training. Kasihan sih, tapi apa daya. Kami tak bisa membantu. Kami tak boleh tahu system itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekira jam sepuluh Mbak Sisil dan Mas Hendry beringsut pulang. Kasihan mereka, kucel tak keruan. Kami, kucel dan dekil. Emang dari sananya sih. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku bantuin Mas Roni sepulang mereka. Rian, nge-game CS Condition Zero. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; beberapa komputer yang error tak keruan. Entah kenapa. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-4925949048816404043?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/4925949048816404043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=4925949048816404043&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4925949048816404043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4925949048816404043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/04/trowulan-dan-restu-bundomojokerto-atau.html' title='Trowulan dan Restu Bundo....Mojokerto atau mojopahit 2'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/SAx9QqBOSFI/AAAAAAAAAVA/KJqKKuAGgM8/s72-c/HPIM0088.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-6089321632615750653</id><published>2008-04-10T16:47:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T16:53:46.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>Sungai</title><content type='html'>Aku nggak tahu gimana asalnya. aku selalu mengagumi sungai. entah kenapa. tapi setelah aku pikir", ternyata mungkin itulah tempatku dulu bisa mereguk banyak sekali manfaat. Tempat bermain, tempat berolahraga, tempat rekreasi dan bahkan tempat bersosialisasi.&lt;br /&gt;Tapi kemarin waktu aku balik, sungai itu sekarang merana. sangat merana malah. aer nya kecil mengalir. nyaris nggak mengalir, kalo musim ujan, airnya coklat pekat. parah poll!!&lt;br /&gt;Penebangan pohon secara serampangan, membuatnya merana. sekarang peranya suguh marginal. tempat sampah raksasa.&lt;br /&gt;Anjing!!! selamatkan sunga kita!!! selamatkan sekarang juga!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-6089321632615750653?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/6089321632615750653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=6089321632615750653&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6089321632615750653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6089321632615750653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/04/sungai.html' title='Sungai'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-3515554046707743769</id><published>2008-04-10T13:16:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T14:24:42.635-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Mojokerto atau Mojopahit</title><content type='html'>&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sudah sejak lama aku merindukan keluar &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Sekedar keluar dari rutinitas yang boring. Dan tentu beban di otak yang makin menggelayut. Aku butuh refresing!!  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tak berapa lama setelah tersebersit pikiran tersebut, Bos tempatku ‘nguli’ menawarkan kerjaan diluar &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Di Mojokerto tepatnya. Karena akupun belum pernah ke Mojokerto tawaran itu langsung aku terima saja. Tanpa pikir panjang tentunya, tipikalku, hehehehe. Tipikal otak udang tambak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah mempersiapkan semua keperluan, aku dan temanku Rian langsung berangkat. Rumah Makan Restu Bundo, di Jalan RayaTrowulan tepatnya. Ku pikir ini sesuatu yang lumayan. Jalan-jalan sambil kerja. Jadi tujuan utamanya jalan-jalan. Tujuan sampingan, kerja. Hehehe…, tak dibayarpun aku bersedia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebelum hari H aku sudah eksplore Mojokerto di internet. Cuma dapat sedikit informasi saja. Tentang peninggalan sejarah-sejarah Mojopahit, tentang tempat tongkrongan anak-anak mudanya dan tentunya hiburan malamnya. Hehehe…&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R_6D264Q7TI/AAAAAAAAAT4/FElkkjmtweE/s1600-h/HPIM0013.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R_6D264Q7TI/AAAAAAAAAT4/FElkkjmtweE/s320/HPIM0013.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187728800318811442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku berangkat pagi hari dari kantor. Membawa peralatan jaringan dan juga listrik. Dengan motor tercinta, aku segera bergegas. Melibas jalanan Surabaya-Mojokerto yang penuh lubang dan gelombang – khas jalanan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; – membuat kami harus esktra waspada. Meski begitu, kecepatan kami hampir selalu delapan puluh kilometer bahkan lebih. Hanya sekali istirahat di kawasan Balong Bendo, Sidoarjo, untuk sekedar isi bensin dan buang aer titit, eh buang aer kecil ding.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jalanan kami rangkaki sekitar satu jam. Sampai juga di Rumah Makan Restu Bundo akhirnya. Setelah nanyak ke orang restoran, kami bergegas ke Aula tempat acara tersebut akan dilaksanakan. Aku dan Rian langsung membuka peralatan dan mendesain layout ruangan. Tak lupa kutelepon contact person yang di berikan bosku, Hendri namanya. Selain itu disana ada juga pesuruh yang biasa tugas disitu, Yono namanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah aku telfon Mas Hendry, dia berjanji akan segera meluncur. Yang ditunggu tak jua datang. Lebih dari satu jam aku tunggu dan akhirnya dengan tanpa dosa menampakkan batang idungnya. Dia datang dengan seorang karyawan Bank Danamon, Sisilia Martini namanya, biasa dipanggil Sisil. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah mengeset jaringan, komputer dan juga listrik, meski belum selesai, harus makan siang dulu. Kalo dituruti bakal nggak akan selesai siang itu. Selain itu perut tak bisa diajak kompromi!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Makan siang!! Aku, Rian, Mbak Sisil dan Mas Hendry. Kami saling curhat tentang acara ini. Mas Hendry dan Mbak Sisil sebenarnya hanya ditugasi untuk mentraining saja. Tanpa tahu masalah komputer. Mereka hanya tahu beres saja. Begitupun kami, hanya ditugasi menyeting jaringan komputer dan listriknya saja. Lain tidak. Ternyata komputer masih menumpuk di gudang. Tak ada yang membongkar dan menginstallnya. Akhirnya kami berempat ditambah beberapa pegawai restoran dan Yono memberesi semuanya. Anjrit emang. Kambing lebih tepat kurasa.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R_6EPq4Q7UI/AAAAAAAAAUA/KXEbakRci_4/s1600-h/HPIM0022.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R_6EPq4Q7UI/AAAAAAAAAUA/KXEbakRci_4/s200/HPIM0022.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187729225520573762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Satu ruangan udah selesai diseting. Jam sudah menunjuk angka limabelas tigapuluh. Kami segera beranjak ke ruangan VIP. Disana kami harus menginstall barang &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; komputer lagi. Sapi perah! Karena masih ada acara di Surabaya maka Rian pamit pulang. Tinggalah aku sendiri menyelesaikan semuanya. Setelah menyeting semua, kabel aku potong sesuai peruntukan. Kumasukkan tas dan akan ku krimping di hotel. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jam menunjuk pukul enambelas tigapuluh, aku segera beranjak ke hotel. Berjarak kira-kira sepuluh kilometer dari RM Restu Bundo. Suryo Majapahit namanya. Dijalan Pahlawan No 40 Mojokerto.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sesampai di Hotel aku segera merebahkan diri. Sekedar untuk mengurangi letih yang sedari tadi menggerayangi tubuh. Segera aku nyalakan air di bath up denga setelan air hangat. Sudah lama tak ku rasakan berendam di bath up. Hehehe… Dasar Udik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekitar jam tujuan pihak hotel menelpon. Ada Mas Hendry dan Mbak Sisil yang menunggu. Di Warung Bakso Cak Man disebelah Hotel. Sembari makan kami ngobrol banyak. Katanya dua hari kedepan pihak Danamon tidak akan menanggung biaya hotel lagi. Penginapan akan ditanggung pihak vendor. Aku hanya bisa tersenyum getir, pahit lebih tepatnya. Tapi sebenarnya emang sudah diset kalau aku tidak akan tidur disebuah hotel. Jadi kalo tidur di hotel itu hanyalah bonus belaka buatku. Jadi nyatai aja sih. Tak masalah buatku. Selesai mengobrol dengan mereka aku segera beranjak ke kamar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seperti biasa, aku akan eksplore &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Mojokerto malam hari ini. Tujuan pertamaku alun”. Hampir disetiap &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; di jawa menjadikan alun” pusat segala aktifitas. Jadi pembangunan dimulai dari &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; lalu kepinggir menyebar kesegala arah.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R_6Etq4Q7VI/AAAAAAAAAUI/hZ5IQPDjz-Y/s1600-h/HPIM0042.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R_6Etq4Q7VI/AAAAAAAAAUI/hZ5IQPDjz-Y/s200/HPIM0042.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187729740916649298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sesampai di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; aku berhenti disamping pak tua penjual jagung. Malam itu &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Mojokerto di baluri hujan rintik-rintik. Tapi itu tak menyurutkan langkahku untuk jalan”. Setelah mengobrol dengan beberapa orang disitu, aku dianjurkan ke jalan Hayam Wuruk. Disitu banyak kafe jalanan yang penuh dengan anak muda. Dan ternyata perkiraanku tak meleset. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R_6FRa4Q7WI/AAAAAAAAAUQ/yUECKXvda10/s1600-h/HPIM0059.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R_6FRa4Q7WI/AAAAAAAAAUQ/yUECKXvda10/s320/HPIM0059.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187730355096972642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak anak muda yang berpasang-pasangan yang sedang memadu kasih disana. Dijalan yang berada dipinggir sungai Brantas tersebut aku berhenti disalah satu kafe. Disana rata-rata kafenya berbentuk bangunan bongkar pasang. Lebih cocok disebut warung menurutku. Meski mendekati kadang kerbau!! Hehehe…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-3515554046707743769?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/3515554046707743769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=3515554046707743769&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3515554046707743769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3515554046707743769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/04/mojokerto-atau-mojopahit.html' title='Mojokerto atau Mojopahit'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R_6D264Q7TI/AAAAAAAAAT4/FElkkjmtweE/s72-c/HPIM0013.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-5488990176021875313</id><published>2008-04-09T10:11:00.000-07:00</published><updated>2008-04-09T10:19:59.599-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><title type='text'>Cinta</title><content type='html'>Ketika kamu berpilin di otakku&lt;br /&gt;Ketika kamu berpendar-pendar tak berhenti&lt;br /&gt;Hanya kamu yang ku ingat&lt;br /&gt;Hanya kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesiang itu aku tak bisa tidur&lt;br /&gt;Badanku capet sehabis bekerja sedari pagi&lt;br /&gt;Tapi mata ini tak mau terpejam&lt;br /&gt;Hanya kamu yang terlihat&lt;br /&gt;Lain tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak percaya apakah itu cinta&lt;br /&gt;Aku tak kuasa membendungnya&lt;br /&gt;Aku hanya bisa merasakannya&lt;br /&gt;Walau tersiksa tapi aku bahagia&lt;br /&gt;Sangat bahagia malah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta&lt;br /&gt;Siksalah aku&lt;br /&gt;Cabiklah aku&lt;br /&gt;Tusuk hatiku dengan panahmu&lt;br /&gt;Aku rela&lt;br /&gt;Aku siap&lt;br /&gt;Aku berharap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta&lt;br /&gt;Tak bisakah kau lebih peduli??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-5488990176021875313?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/5488990176021875313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=5488990176021875313&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5488990176021875313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5488990176021875313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/04/cinta.html' title='Cinta'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-3031398782348995464</id><published>2008-04-09T10:08:00.000-07:00</published><updated>2008-04-09T10:10:37.687-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>Ngantuk</title><content type='html'>malam". ngenet. ah kok ngantuk yah.&lt;br /&gt;tidur ahhh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-3031398782348995464?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/3031398782348995464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=3031398782348995464&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3031398782348995464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3031398782348995464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/04/ngantuk.html' title='Ngantuk'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-4609851920306470269</id><published>2008-04-09T09:59:00.000-07:00</published><updated>2008-04-09T10:10:37.688-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>Idup Miskin</title><content type='html'>Hidupku rasanya kok banyak seperti roller coaster. turun naik dengan cepat. tapi kok ya aku menikmatinya. keluar dari cangkang kemapanan, dan terus menantang kehidupan. aku menikmatinya. aku ingin lebih lagi. ingin lebih dan lebih.&lt;br /&gt;Tapi banyak orang bilang aku gila, sinting dan bloon. Tapi tak tahu, aku menikmati julukan itu. seperti aku  menikmati  perubahan  hidupku.  meski  masih tetap  berkutat  dalam kemiskinan sih.  jangan salah, kemiskinan  kalo dinikmati  nikmat juga lho.&lt;br /&gt;masalah kemiskinan jadi inget apa yang aku perbincangkan dengan temenku. dia masalah gaya idup. ada yang menjadikan punk, backpacker, hedonis dan bahkan bohemian. tapi aku dan temenku tak bisa seperti itu. karena kami tak bisa memilih. karena hanya satu pilihan, miskin.&lt;br /&gt;tapi meski miskin kami tetep bahagia. laiknya anak kecil yang dapat mainan baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-4609851920306470269?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/4609851920306470269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=4609851920306470269&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4609851920306470269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4609851920306470269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/04/idup-miskin.html' title='Idup Miskin'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-5661171332735484661</id><published>2008-03-20T23:39:00.001-07:00</published><updated>2008-03-23T07:05:25.528-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><title type='text'>Ibu, Sepenggal Kisah...1</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Telpon satelitku berbunyi berjakali-kali. Dia ada di tas daypackku. Aku tak dengar. Aku sedang mencari remah” kayu untuk penghangat malam nanti. Dilereng timur Kerinci di ketingginan sekitar dua ribuaan. Vegetasi masih cukup lebat. Tetapi dingin cukup menyeruak. Sore itu aku bertiga bersama Anang dan Reifky. Tiba-tiba suara Anang sayup” terdengar memanggil namaku. Aku terkaget-kaget. Aku langsung berteriak menandakan posisiku. Tak berapa lama Anang datang dengan nafas tersengal-sengal. Dia mengabarkan adanya telfon dari keluargaku. Ibuku sakit. Sekarang sudah di rumah sakit. Sudah hampir tiga hari beliau disana. Ditanganya masih terbawa telpon itu. Katanya keluargaku akan menelpon kembali. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Tak berapa lama telpon kembali berbunyi. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Suara sepupuku serak diseberang sana. Dia hanya menyuruhku untuk segera pulang. Ibuku kritis. Sudah hampir tiga hari aku dihubungi. Tapi susah bukan main. Aku dan Anang bergegas menuju tenda kami. Rifki hanya terbengong-bengong melihatku mengemasi barang-barang. Aku harus pulang sekarang. Terserah kalian mau meneruskan pendakian atau kembali ke Surabaya bersamaku. Kami bertiga memang sekantor disana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Matahari semakin tenggelam dalam cakrawala. Aku tak peduli. Aku harus segera sampai di Pekanbaru dan langsung mengambil pesawat pertama ke Jakarta. Dan langsung ke Solo. Setelah itu perjalan darat menuju Madiun. Entah berapa jam lagi aku sampai. Aku tak tahu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setelah mengemasi barang kami segera turun. Sekitar lima jam kami sampai desa terdekat. Jam menunjuk pukul sembilan malam. Kami langsung menyewa mobil menuju Sungai Penuh. Di perjalanan telponku kembali berdering. Kondisi ibuku makin kritis. aku hanya bisa terdiam dalam hempasan keras mobil, melewati jalanan yang tak lagi mulus. Tanpa sadar airmata meleleh di pipiku. Aku tak mau menangis. Ibuku akan sehat kembali. Keyakinan itu makin pudar. Air mata terus meleleh. Tiba di Sungai Penuh, sekitar pukul satu dini hari. Bus pertama yang ke Pekanbaru baru ada pukul empat. Ku telpon rumah. Tak ada yang menyahut. Ku telpon handphone kakakku. Lama sekali tak diangkat. Setelah sekian lama akhirnya ada jawaban. Sekarang seluruh keluarga berada di rumah sakit. Aku menanyakan kondisi ibu. Masih seperti tadi. Beliau belum tersadar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Akupun menyewa mobil menuju Pekanbaru. Sungai Penuh-Pekanbaru akan memakan waktu tak kurang enam jam. Bisa lebih bahkan. Aku duduk tepekur di samping sopir. Ingatanku berkelana kesana-kemari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Aku hanya bisa menangis di saat itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tak lebih. Ibu selimuti diriku dengan kehangatan. Dengan senyum penuh makna ketulusan. Ibu susui aku dengan cinta dan kasih sayang. Aku tertawa girang. Tanpa tahu makna hidup. Tanpa dosa terus meminta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Aku belajar semua tentang hidup. Ibu ajari dengan ketulusan dan kebijakan. Tanpa keluh meski seringkali dengan peluh. Tanpa amarah meski seringkali dengan darah. Tanpa lelah ku terus menangis. Tanpa henti bahkan. Aku buat kesalahan-kesalahan. Ibu maafkan dengan kelapangan. Aku buat kenakalan, ibu balas dengan cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ibu begitu agung untuk menghadapiku. Ibu begitu berkilau ditengah lumpur dosa diriku. Sedari dulu aku hanya meronta, tanpa tahu makna. Harum jiwamu tanpa pamrih terus menyebarkan wangi kepada dunia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-5661171332735484661?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/5661171332735484661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=5661171332735484661&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5661171332735484661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5661171332735484661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/03/ibu-sepenggal-kisah1.html' title='Ibu, Sepenggal Kisah...1'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-2480340246658064625</id><published>2008-03-20T23:38:00.000-07:00</published><updated>2008-03-23T07:05:25.528-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><title type='text'>Ibu, Sepenggal Kisah...2</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Suara Anang membangunkan lamunanku. Airmata kembali menetes disana. Dipipiku yang penuh dosa. Anang membesarkan hatiku. Tapi aku tak kuasa menahan lelehan air mata yang makin menderas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ingatanku bergerak liar. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Kelebatan memori bersliweran di otakku. Sekarang, aku telah beranjak dewasa. Senyum agungmu terus tersungging. Segunung dosa telah kubuat. Bahkan ibu terus melindungi. Dari hujan dan badai dunia. Diperantauan ini sekarang ibu. Aku hanya bisa berdoa untuk semuanya. Baru itu yang bisa aku lakukan. Baru itu yang bisa aku jalankan. Tak bisa aku melakukan yang lebih. Maafkan aku ibu. Maafkan dengan tulus. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Aku yakin tanpa memintapun aku pasti mendapatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Air mata tak kuasa aku hentikan. Cintamu begitu tulus dan agung. Terimalah secuil baktiku ini. Aku akan berusaha untuk lebih baik. Sekedar untuk menghadirkan senyum diwajahmu yang makin menua. Sekedar membuat lega hari-harimu sekarang ini. Aku berjanji. Setulus-tulusnnya. Sebenar-benarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Klakson yang keras membuyarkan lamunanku kembali. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku hanya bisa tepekur dengan doa. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Jalanan yang sepi itu makin serasa sangat jauh bagiku. Otakku serasa mau meledak. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku hanya ingin segera bertemu dengan beliau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sampai juga di Pekanbaru. Kami langsung menuju Bandara. Memesan tiket penerbangan pertama menuju Jakarta. Tak ada penerbangan ke Surabaya hari itu. Setelah menunggu, boarding dan duduk di pesawat, hatiku makin berderit. Air mata kembali meleleh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Belum ada yang bisa aku persembahkan. Belum ada yang bisa aku baktikan. Cintamu begitu tulus tak bertepi. Ketika ku berangkat merantau tuk kuliah, ibu beriku doa dan cinta yang tulus. Walau kuliahku molor dan hasilnya kurang memuaskan, justru ibu yang membesarkan hatiku. Mengisi hari-hari terberatku dengan nasehat dan cinta. Tuhan ganti saja nyawa beliau dengan nyawaku. Aku mohon. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tak terasa pesawat memasuki bandara Soekarno-Hatta. Aku terdiam dalam kelam duniaku. Anang dan Reifky membimbingku menuruni pesawat. Dunia serasa berhenti berdetak bagiku. Tuhan aku mohon dengan sepenuh jiwa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Handphoneku kembali berdering. Suara kakakku serak menanyakan posisiku. Ibuku makin kritis. Seluruh keluaga besar ibu dan ayahku sudah berkumpul di rumah sakit. Hanya aku yang tak ada. Anang membeli tiket jurusan Solo. Hanya tersisa satu saja. Terpaksa mereka melepasku dengan berat hati. Mereka akan langsung ke Surabaya saja. Pesawat ke Surabaya selalu ada hampir tiap jam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setelah memasuki pesawat Garuda jurusan Solo aku kembali termenung. Suara wanita disebelahku memecahkannya. Setelah berbasa-basi sebentar, aku langsung tenggelam dalam lamunan dan kenangan. Tak berasa mataku sembab. Tak sampai meleleh memang. Laiknya anak kecil yang tertinggal di terminal sendirian. Sunyi dalam keramaian. Semua beban rasanya tertimpa di badanku. Aku tak kuasa Tuhan. Jangan panggil beliau Tuhan. Aku mohon. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setelah dibandara Adi Sumarmo Solo, handphone kembali aku nyalakan. Masuk sebuah sms dari nomor kakakku. Aku tak perlu ke rumah sakit, langsung saja ke rumah. Tak mungkin ibuku telah tiada. Aku tak percaya. Ibuku masih hidup, begitu teriakku memecah keramaian bandara. Ibuku masih hidup. Aku yakin!! &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kakiku bergetar dan melemas. Untung ada dua orang yang segera memapahku ke kursi tunggu. Setelah menenangkan diri langsung ku telepon hp kakaku. Suara kakaku sayup” kudengar. Aku hanya berpesan untuk menungguku. Sampai kedatanganku. Taksi datang dan langsung meluncur ke rumah. Ku suruh sopir memacu mobilnya sekencang-kencangnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku duduk di kursi belakang dengan lelehan air mata tanpa henti. Hpku kembali bergetar. Suara sepupuku diseberang sana menayakan posisiku. Kujawab sekenanya. Tapi maksimal dua jam aku sudah sampai dirumah. Begitu kataku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mulai kutanyakan pada diriku kenapaku mendaki gunung waktu liburan ini. Mulai kutanyakan keadilan Tuhan. Kutantang kembali Tuhan untuk menggatikan nyawa ibuku dengan nyawaku. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kurasakan keadilan itu begitu jauh disana. Lelehan air mataku makin menderas. Aku yakin ibuku masih ada. Tapi keyakinan itu memudar entah kenapa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hpku kembali bergetar. Tulisan Anang Hp tertera disana. Ku jawab sekenanya saja. Aku masih dalam perjalanan menuju rumahku. Ibuku tak lagi dirawat dirumah sakit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kulihat bendera putih di depan gang rumahku. Aku yakinkan itu bukan bendera kematian ibuku. Langsung kubuka pintu taksi yang berjalan pelan. Sambil berleleran air mata aku lari memasuki rumah. Kakak dan sepupuku memegangiku karena badanku terhuyung-huyung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tak ada kata” yang bisa terucap. Aku tak tahu. Aku ingin keluarkan semua. Aku ingin menyumpahi Tuhan. Dia tak adil siang ini. Dia tak adil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Setelah tenang aku beranjak disamping beliau. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku tak tahan dengan semuanya. Darahku seperti diubun”. Bertumpuk-tumpuk berat tak alang-kepalang. Aku seperti tak kuasa menahanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ku terpekur disamping beliau. Akh aku tak kuasa menahan ini. Terlalu berat beban ini Tuhan. Bantulah aku Tuhan. Mataku berlinang air mata. Tak tertahankan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku terdiam seperti aku tak disitu. Aku tak tahan. Selebatan ingatan-ingatan itu kembali berkecamuk. Aku ingin menghilangkan sejenak itu. Aku tak kuasa. Aku tak kuasa. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Semakin aku berontak justru ingatan itu semakin kuat. Kuat sekali malah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Masa kecil digendonganya. Aku menetek tanpa ampun sampai Taman Kanak”. Ibu memberi pelajaran” hidup dari mulai tak bias baca, diajarinya aku walau kadang sampai menangis. Baik huruf latin maupun arab. Akhhhhh, aku tak kuasa Tuhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Keranda itu berarak dari rumahku menuju kuburan desa tak jauh dari rumahku. Semua ritual telah aku lalui. Aku tepekur di samping pusara beliau. Maafkan aku ibu. &lt;/span&gt;Maafkan. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-2480340246658064625?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/2480340246658064625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=2480340246658064625&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/2480340246658064625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/2480340246658064625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/03/ibu-sepenggal-kisah2.html' title='Ibu, Sepenggal Kisah...2'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-6221496536386578201</id><published>2008-03-17T21:29:00.000-07:00</published><updated>2008-03-23T07:03:02.877-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Keelokan Tuban. Eksotisme laut utara pulau jawa.</title><content type='html'>Keelokan Tuban. Eksotisme laut utara pulau jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99GvIqQyUI/AAAAAAAAASA/sLHZvcNbpAg/s1600-h/CRIM0014.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99GvIqQyUI/AAAAAAAAASA/sLHZvcNbpAg/s400/CRIM0014.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178935872091900226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku keliling Bojonegoro pagi itu, sekitar pukul enam. Ah nikmat sekali bersepeda di kota ini. Anak” sekolah, ibu” kepasar, penjual” kelontong, semua naik sepeda. Rasanya mereka cukup pantas ikut bike2work.&lt;br /&gt;Aku kepasar, ke alun-alun, menyusuri jalan-jalan kota yang teduh dan menekuri sungai Bengawan Solo sang penyebab banjir tempo hari. Seteleh selesai, aku kekosan Triana sekitar pukul setengah delapan pagi. Dia masih di pasiennya pagi itu. Aku langsung menemukan kosanya. Dia tak tahu.&lt;br /&gt;Cukup lama juga aku mengunggu. Akhirnya dia datang juga. Ternyata dia mencariku di seputaran alun-alun. Sudah empat kali dia kelilingi alun-alun yang tak berubah itu. Maaf. Memang tadi kami janjian di alun” tapi aku langsung ke kosannya yang tak jauh dari alun”.&lt;br /&gt;Setelah janjian untuk acara ke Tuban, aku segera menggenjot sepeda sekuat tenaga. Tak sampai sepuluh menit aku sudah sampai rumah Mbak Um. Aku segera mandi dan makan pagi. Seluruh keluarga sudah makan pagi. Tinggal aku seorang. Mbak Um harus ke Bank BNI pagi ini. Putri mungil maniesnya yang kuliah di Malang merengek minta jatah bulanan. Putri Pramesti namanya. Semester akhir, mungkin sebentar lagi lulus.&lt;br /&gt;Selesai mengantar Mbak Um aku segera ke kosan Triana. Maaf. Aku terlambat. Kami berangkat menuju Tuban. Lewat Rengel, dan berbelok kearah Semanding. Alun” dan Makam Sunan Bonang tujuan pertama kami. Tapi kami tak melewatkan pemandangan alam kecamatan Rengel yang elok tak terperi. Dengan kontur yang berbukit-bukit dan sawah” yang menghijau. Tapi dari atas bukit aku lihat pemandangan yang aneh.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99JQYqQyXI/AAAAAAAAASY/A_4TaxIcbO8/s1600-h/CRIM0080.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99JQYqQyXI/AAAAAAAAASY/A_4TaxIcbO8/s320/CRIM0080.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178938642345806194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Di tengah” daerah hijau ada kubangan” air laiknya danau. Bukan danau tapi. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99KUYqQyZI/AAAAAAAAASo/8fEWQL7sWpY/s1600-h/CRIM0087.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99KUYqQyZI/AAAAAAAAASo/8fEWQL7sWpY/s400/CRIM0087.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178939810576910738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Itulah daerah” yang&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99iMoqQygI/AAAAAAAAATg/wYAkamRV8dE/s1600-h/CRIM0064.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99iMoqQygI/AAAAAAAAATg/wYAkamRV8dE/s320/CRIM0064.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178966065711991298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; masih terkena banjir diseputaran Bojonegoro dan Tuban. Bengawan Solo tak memberi ampun karena ekosistemnya dirusak habis”an oleh orang lain. Ah manusia. Aku temukan paradok pertama dalam perlajalanku ini. Kasihan para korban itu.&lt;br /&gt;Sekita satu setengah jam kami sampai di alun” Tuban. Disebelah barat ada Masjid dan komplek makan sunan Bonang. Disebelah selatan ada kantor bupati dan Museum Kambang Putih. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99IwIqQyWI/AAAAAAAAASQ/k3U4P4gW2rw/s1600-h/CRIM0030.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99IwIqQyWI/AAAAAAAAASQ/k3U4P4gW2rw/s200/CRIM0030.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178938088295024994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelah utara, dekat sekali dengan laut, ada pasar dan Pantai Boom yang termasyur itu. Dan sebelah timur ada pendopo yang rata dengan tanah karena kerusuhan pilkada tempo hari.&lt;br /&gt;Ditambah sepasang beringin yang menjulur”kan akar tunggangnya alun” Tuban adalah tempat plesir yang memikat. Terutama bagiku.&lt;br /&gt;Selesai menikmati alun” aku segera beranjak ke makam Sunan Bonang. Tak terlalu ramai hari itu. Karena memang hari senin. Hari masuk kerja. Jadi kami bisa menikmati kuburan yang jauh dari angker ini dengan lega. Tak desak”an dengan pengunjung lain. Aku tak berdoa disana. Sekedar ambil beberapa foto dan melihat”. Sayang aku tak bisa melihat pusara beliau. Karena di gembok dan hanya juru kunci yang boleh membukanya. Mungkin jika aku pejabat boleh kali ya. Hehehe…&lt;br /&gt;Setelah puas melihat komplek makam sunan Bonang, kami segera beranjak ke Museum Kambang Putih. Berada di sebelah selatan alun” museum ini memuat sejarah kabupaten Tuban. Ada silsilah bupati Tuban, beberapa guci, gerabah, Lingga, dan masih banyak lagi yang lain. Aku lupa oey. Wah, dasar bloon. Hehehe…&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99MAYqQycI/AAAAAAAAATA/PbNJNK1HDLY/s1600-h/CRIM0048.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99MAYqQycI/AAAAAAAAATA/PbNJNK1HDLY/s200/CRIM0048.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178941666002782658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari makin siang. Kami beranjak ke masjid agung untuk sholat dzuhur. Siang itu udara Tuban sangat bersahabat. Mendung dan sejuk. Awan berarak mengikuti angin laut berkejaran dengan burung” yang terbang bergerombol membentuk kelompok” kecil. Ah betapa indahnya lukisana tuhan.&lt;br /&gt;Setelah selesai kami segera beranjak menuju pendopo kabupaten membelah alun”. Aku sempat mengambil beberapa gambar sudut dari alun”. Triana mengikutiku dibelakang. Temanku ini susah sekali diajak foto. Malu katanya. Aku yang ancur aja bisa narsis. Ah anak manusia memang berbeda” isi batok kepalanya. Meski bahanya sama. Dari hal ini aku temukan paradok kedua.&lt;br /&gt;Kami sempat foto”, tapi aku dan Tuban sebagai obyeknya. Dia, ah betapa pemalunya temanku ini. Aku sempat memfoto beberapa bagian pendopo. Tapi sayang, pendopo itu telah hangus terbakar.&lt;br /&gt;Setelah berpuas hati dengan alun” dan pemandangan sekitarnya, kami segera ke pantai Boom. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99LgIqQybI/AAAAAAAAAS4/VZ5kR7SLnXc/s1600-h/CRIM0057.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99LgIqQybI/AAAAAAAAAS4/VZ5kR7SLnXc/s320/CRIM0057.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178941111952001458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak berapa jauh dari alun”. Sebelah utara tentunya. Tapi, malang benar pantai termasyur Tuban satu ini. Di beberapa tempat, abrasi menggerusnya tak terkira. Hampir habis bahkan. Sampai” motorpun tak bisa melewatinya. Padahal dulu pantai legendaris ini adalah pelabuhan yang ramai. teramai di pesisir utara jawa timur setelah Surabaya bahkan. Sekarang, ah, malang benar nasibnya. Tak terawatt bahkan terancam hilang ditelan laut. Pemeritah daerah tak punya ‘sense of belonging’ sama sekali. Padahal kalau dikembangkan bisa sebagai tujuan wisata bahari yang bagus. Dan wisata sejarah tentunya.&lt;br /&gt;Hari itu pantai tak begitu ramai. Hanya ada beberapa pasangan muda-mudi memadu kasih, beberapa pemancing amatir, nelayan dan kami. Hampir tak ada kegiatan ekonomi disana. Memang tak ada yang bisa diharapakan dari pantai yang hampir punah ini kecuali pemandangan sunset dan nama besarnya. Malang nian nasibmu Boom.&lt;br /&gt;Setelah puas menikmati laut dan pantainya yang makin nggak jelas itu, kami segera beranjak ke Gua Akbar. Gua paling masyur di Tuban. Gua yang katanya eksotis tapi diatasnya pasar. Triana sudah pernah sekali kesana. Tapi lupa jalanya. Tipikal orang yang banyak mikir yang penting. Yang remeh” kayak gitu dia nggak bakalan inget. Kalo aku sih sering untuk yang kayak gitu inget, tapi yang susah” nggak inget. Khas orang bodoh tentunya. Udah bodoh bangga lagi. Akhirnya kutemukan paradoks ketiga.&lt;br /&gt;Setelah nanya” akhirnya kami sampai juga di Goa Akbar. Jalan aksesnya nggak terlalu bagus untuk sebuah tempat wisata andalan. Banyak PKL dikanan kiri jalan. Parkirnyapun kurang represntatif, meskipun cukup dekat dengan lokasi. Tapi untuk Bus, emang agak jauh.&lt;br /&gt;Kami segera masuk setelah membeli tiket. Cukup murah sih cuma dua ribu rupiah per batok kepala. Kami langsung berjalan memasuki gua yang termasyur itu. Ah luas nian kiranya gua ini. Pintunya saja cukup luas dan nyaman untuk dimasuki. Karena hari senin maka kami dapati gua Akbar cukup lengang. Gemiricik air menambah syahdu suasa disana. Aku girang tak alang kepalang. Sudah lama aku merindukan suasana begini. Tenang, senyap dibawah hiruk pikuk pasar yang menjejal ditaatasanya. Kami berjalan berlambat-lambat menekuri gua ini. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99LKYqQyaI/AAAAAAAAASw/QxsVM-xF_Aw/s1600-h/CRIM0063.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99LKYqQyaI/AAAAAAAAASw/QxsVM-xF_Aw/s200/CRIM0063.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178940738289846690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kami masuki ruangan demi ruangan dengan pelan. Aikh romatisnya seandainya saja aku berdua dengan pasanganku. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99ej4qQyfI/AAAAAAAAATY/zou70B8ah28/s1600-h/CRIM0073.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99ej4qQyfI/AAAAAAAAATY/zou70B8ah28/s320/CRIM0073.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178962067097438706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sayangnya aku tak punya pacar. Ah dasar jomblo kesepian. Jomblo tak tahu jaman.&lt;br /&gt;Kami terus bergerak masuk makin kedalam. Tak berapa lama kami melihat makluk sejenisku berduaan. Manusia. Mereka berasyik masyuk walau melihat kami. Ah, anak manusia modern. Berbeda nian dengan jaman dahulu. Budaya modern menuntut mereka kehilangan identitas. Hehehe…&lt;br /&gt;Lebih dari sejam kami rasuki jiwa Gua Akbar. Jalanya memang sengaja dibuat memutar. Meski ada beberapa bagian yang bertemu tapi ada sekat besi yang memisahkan. Selain itu kami juga ingin menikmati ruangan” yang lain yang mungkin menyajikan sesuatu yang baru. Yang hebat mungkin. Tapi memang ada kekurangan sedikit yang mungkin juga sebagai kelebihan. Banyak sekali kelelawar yang bergantung diatas. Itu tak masalah, tapi karena mereka juga mamalia makanya mereka juga mengeluarkan kotoran laiknya manusia. Bau banget oey. Ya sudah tapi itu mungkin juga menjadi selingan yang menarik dari gua ini. Nggak papa lah. Dan hebatnya pasangan yang asyik masyuk itu ada di ruangan yang bau bukan main itu. Iiihh, hebat nian mereka. Memang kadang cinta bisa mematikan syaraf manusia. Cinta memang gilaHehehe….&lt;br /&gt;Setelah sampai diujung pintu keluar kami istirahat. Capek kelihatanya temenku yang baik hati ini. Dan kami sempat sholat di gua itu. Baru aku lihat sekarang gua alami yang ada musholanya. Hebat…hebat…hebat… dan kreatip.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99kGIqQyiI/AAAAAAAAATw/YJgOMR66Ams/s1600-h/CRIM0079.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99kGIqQyiI/AAAAAAAAATw/YJgOMR66Ams/s320/CRIM0079.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178968153066097186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah istirahat beberapa lama dan sambil berunding kemana lagi tujuan selanjutnya kami segera beranjak. Sekarang kami akan ke klenteng yang ada di pinggir jalan raya Daendels. Jalan itu ada di pinggir laut. Dan dengan klenteng yang yang ada diselatan jalan menghadap langsut ke laut utara. Indah poll pokokna mah.&lt;br /&gt;Setelah berjalan-jalan kami segera mencari makan. Dipinggir laut juga. Perutku sedari tadi minta diisi. hehehe… Dasar omnivora tak tahu malu.&lt;br /&gt;Setelah mengisi bahan bakar tubuh dan menikmati laut pantai utara kami segera beranjak pergi. Tujuan kami adalah pemandian Bektiharjo dan gua Ngerong. Untuk pemandian Bektiharjo aku hanya ingin sekedar tahu saja. Tak mungkin aku mandi disana. Matari udah mulai beringsut kearah barat.&lt;br /&gt;Kami hanya mampir sebentar di Pemandian Bektiharjo. Sudah sepi aku lihat. Hanya ada beberapa pengunjung saja.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99bD4qQydI/AAAAAAAAATI/Bd4OFMg6UEU/s1600-h/CRIM0095.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99bD4qQydI/AAAAAAAAATI/Bd4OFMg6UEU/s320/CRIM0095.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178958218806741458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kami langsung beranjak ke pasar Rengel. Gua Ngerong hanya berjarak dua ratus meter dari pasar itu. Dia ada di pinggir jalan propinsi antara Tuban - Bojonegoro.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99dIIqQyeI/AAAAAAAAATQ/OtdNgjdL-I0/s1600-h/CRIM0096.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99dIIqQyeI/AAAAAAAAATQ/OtdNgjdL-I0/s320/CRIM0096.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178960490844441058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah memarkir sepeda kami segera beranjak ke gua. Disinipun aku hanya menjumpai beberapa pengunjung saja. Tak banyak. Mungkin gara” senin dan juga hari sudah sangat sore. Sekitar dua puluh menit kami disana. Kami memberi makan ikan yang luar biasa banyaknya itu. Dan juga dilangit-langitnya berjejalan kelelalawar yang berjumlah ribuan buah. Aku malas menghitungnya.&lt;br /&gt;Gua ini sangat dalam katanya. Dari dalam mengalir terus air yang cukup jernih. Jika ditelusuri akan samapi ke Pemandian Bektiharjo dan Gua Akbar. Aku membayangkan memasuki labirin” gua itu. Aikh betapa indahnya kurasa. Suastu saat mungkin aku akan melaksanakanya.&lt;br /&gt;Setelah berbasa-basi dengan kelelawar dan ikan kami segera beranjak menuju Bojonegoro. Tak sampai setengah jam kami sudah memasuki kota yang dibangun di pinggir Bengawan Solo itu. Kosan Triana adalah tujuanya. Tak berapa lama setelah dia dandan dan membersihkan diri kami segera beranjak menuju rumah saudaraku Di Kampung Baru yang aku tinggalakan sedari tadi pagi.&lt;br /&gt;Sesampai dirumah kami ngobrol panjang lebar. Triana aku tinggalkan dengan penghuni rumah. Aku harus mandi dan membersihkan diri. Tadi aku sudah berjanji pada Hezek untuk berkunjung ke rumahnya. Walau sebentar, aku harus mampir katanya.&lt;br /&gt;Jam sudah menunjuk angka tujuh. Kami beranjak dari Kampung Baru menuju rumah Hezek yang tak jauh dari alun-alun kota. Tak jauh dari kosan Triana tentunya.&lt;br /&gt;Kami mampir agak lama disitu. Kasihan juga Triana. Dia sudah terlihat letih. Kami segera pamit. Tapi aku tak langsung mengajaknya pulang. Warnet adalah tujuan selanjutnya.  Mengupload gambar-gambar ke emailku. Aku takut datanya akan ilang. Setelah memback up data ke email dan cd kami segera beranjak pulang. Aku antar Triana ke kosan. Dan aku balik ke Kampung Baru.&lt;br /&gt;Sesampai dirumah aku segera istirahat. Badanku rasanya capek bukan main. Lelah luar biasa. Karenanya tak berapa lama aku sudah hilang kesadaran dan terlarut dalam mimpi”.&lt;br /&gt;Aku harus segera pulang ke Surabaya. Sudah terlalu lama aku liburan. Pagi” aku pamit untuk pulang. Lamongan, Bojonegoro dan Tuban memberi pengalaman baru bagi hidupku. Pengalaman yang akan mengendap di hati dan otakku. Terima kasih semua. Terima kasih Tuhan.&lt;br /&gt;Tamat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-6221496536386578201?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/6221496536386578201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=6221496536386578201&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6221496536386578201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6221496536386578201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/03/keelokan-tuban-eksotisme-laut-utara.html' title='Keelokan Tuban. Eksotisme laut utara pulau jawa.'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99GvIqQyUI/AAAAAAAAASA/sLHZvcNbpAg/s72-c/CRIM0014.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-8174725054661837350</id><published>2008-03-17T21:27:00.000-07:00</published><updated>2008-03-23T07:03:02.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Bojonegoro, arti sebuah ketenangan... Nort East Java Journey..3</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CARMADI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C05%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place" downloadurl="http://www.5iantlavalamp.com/"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bojonegoro, arti sebuah ketenangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jarak antara Babat dan Bojonegoro hanya sekitar 40 km. Aku menempuhnya sekitar 40 menit. Harusnya bisa lebih cepat sih. Karena jalan agak bergelombang dan lubang” makanya harus hati-hati banget. Berangkat dari Babat sekira jam 5 sore, sampai &lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt; sekitar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; empat puluh menit. Tadi sempat nanya ke orang di lampu merah dimana daerah Kampung Baru. Saudaraku tinggal di Kampung Baru, selatan Stasiun Bojonegoro. Disana sudah menunggu keluarga minus putra-putrinya yang besar. Mereka sedang kerja dan study di Malang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sesampai di rumah tersebut aku segera disambut tuan rumah. Setelah ngobrol ngalor-ngidul aku permisi untuk mandi dan sholat magrib. Aku diantarkan kekamar lantai atas. Disana ada tiga kamar. Satu kamar ditempat kakak beradik anak Man dan MTsN Bojonegoro dari daerah udik yang aku lupa namanya. Satu kamar untuk sholat. Dan satu kamar untukku. Selesai semuanya aku segera beranjak turun kebawah. Dibawah, mereka sudah mengungguku untuk makan malam. Aku capek luar biasa sebenarnya. Tapi semangatku masih berkobar-kobar untuk keliling &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selesai makan malam, ditemani Iqbal aku keliling &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Sampai di alun-alun, aku telpon temenku SMP yang tinggal disana. Triana namanya. Dia temen smp, tapi waktu smp kami tak saling kenal. Mungkin dia kenal aku, tapi aku tak kenal dia. Halah… Tak begitu sebenarnya. Aku warga kelas dua di smpku. Smp kampung yang berada di lereng Gunung Wilis. Pantaslah kalo tak dikenal. Hehehe… &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dia sekarang bekerja di RSI Bojonegoro. Sebuah rumah sakit swasta paling elit di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tempat lahir pahlawan nasional Tirto Adhi Soeryo ini. Atau yang lebih dikenal sebagai Mingke di tetralogi Pulau Burunya Pramoedya Ananta Toer. Dia tinggal tak jauh dari masjid agung Bojonegoro. Selitasan ketapel saja. Setelah menunggu sekira sepuluh menit, akhirnya dia datang juga. Dia tampak anggun didalam balutan jilbab hijaunya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami sempat ngobrol sejenak. Tak lupa kami ngobrol tentang guru favorit smp kami yang sekarang pindah ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ini. Pak Fayakun namanya. Dia guru Bahasa Inggris dan Matematika favorit kami. Sekarang dia mengajar di SMP 5 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang tenang ini. Selain mengajar dan memberi les privat, Mr. Fay juga menjadi penyiar sebuah radio ternama. Madani FM namanya. Setelah membincankan dia, kami segera beranjak dari alun-alun pergi kerumah kontrakanya. Di kontrakan kami tak menemukan beliau. Segera kami beranjak menuju radio Madani Kami lihar beliau sedang dipijit oleh seorang satpam radio. Wajah beliau tak banyak berubah. Mungkin hanya kumisnya saja yang bertambah lebat. Tak tampak kerutan diwajah putih beliau. Sampai disana, Triana memberi teka-teki standar ketika seorang guru lama tak berjumpa dengan muritnya. Menebak nama panggilan. Tak lebih. Pertama dia kasih klu, aku temanya Aries. Aries adalah salah satu warga kelas satu di smpku. Teman sekelasku selama tiga tahun. Tak ada yang tak mengenalnya. Di bahkan dikirim mewakili smpku dalam jambore nasional. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mr. Fay mulai mendapat kejelasan. Ooo Ariep, Ajib… yang pasti awalanya a &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;? Yang kecil bangat dulu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;? Emang dulu aku kecil luar biasa. Hampir sebahu teman-teman sebanyaku. Untung Mr. Fay tak bilang yang kudisan dan bodoh tak ketulungan itu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;?? Hehehe…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya beliau menemukan namaku. Diajaknya kami pergi kesebuah kedai fast food. Aku lupa namanya. Aku tak berselera makan malam itu. Aku hanya ingin ngobrol saja. Lain tidak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami ngobrol ngalor-ngidul laiknya teman saja. Beliau adalah mantan guru SMPku. Tapi sekarang sekat-sekat itu serasa hilang saja. Beliau memang gurung yang supel luar biasa. Otaknya encer, cara mengajarnya enak dan pantaslah menjadi guru favorit di setiap otak anak didiknya. Aku salah satunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Triana harus istirahat malam ini. Dia capek dan penat kurasa. Makanya kami segera berpisah untuk sebisa mungkin bertemu lagi dilain waktu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah pak Fay berlalu, kami, aku, Triana dan Iqbal yang setia menemaniku, menemui satu temeku yang tinggal juga di Bojonegoro. Nurul namanya, tapi kami biasa memanggilnya Hezek. Entah apa artinya. Dia sudah beranak pinak disini. Anaknya satu. Umurnya sekira enam bulan. Istrinya juga bernama Nurul, kebetulan yang tak tekira.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami hanya bertemu sebentar. Badanku juga tak bisa dibohongi, capek luar biasa. Aku berjanji, esok selepas isyak aku akan kerumahnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akupun berpisah dengan Nurul, Triana dan alun-alun Bojonegoro. Besok pagi aku akan kekosan Triana. Kami akan keliling Tuban. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; legendaris di utara pulau jawa. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tempat Ronggolawe diakui keperkasaanya. Kota Sunan Bonang memulai mengajarkan Islam ditanah jawa.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-8174725054661837350?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/8174725054661837350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=8174725054661837350&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8174725054661837350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8174725054661837350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/03/bojonegoro-arti-sebuah-ketenangan-nort.html' title='Bojonegoro, arti sebuah ketenangan... Nort East Java Journey..3'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-2118676039969719441</id><published>2008-03-17T20:12:00.000-07:00</published><updated>2008-03-23T07:03:02.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Sugio dan Waduk Gondang......Nort East Java Journey..2</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sugio dan Waduk Gondang&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R987RIqQyMI/AAAAAAAAARA/rgqM_OU6eS4/s1600-h/RECO1882.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R987RIqQyMI/AAAAAAAAARA/rgqM_OU6eS4/s400/RECO1882.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178923262067919042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Paginya aku segera susuri jalan Sugio dengan jalan kaki. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R985z4qQyLI/AAAAAAAAAQ4/8UtUOOJxEGM/s1600-h/RECO1824.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R985z4qQyLI/AAAAAAAAAQ4/8UtUOOJxEGM/s200/RECO1824.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178921660045117618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sempat mengambil beberapa gambar. Dan ada yang unik. Sebuah koperasi simpan pinjam syariah. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R988x4qQyNI/AAAAAAAAARI/yXlri8q62Co/s1600-h/RECO1826.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R988x4qQyNI/AAAAAAAAARI/yXlri8q62Co/s400/RECO1826.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178924924220262610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Entah motivasi apa kok ngasih namanya unik gitu. Hehehe… &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah berjalan hampir dua kilo Riefky menyusulku menggunakan motor. Aku sempat mengambil beberapa gambar di lapangan Sugio. SMPN 1 nya dan juga pasar. Juga nemu tulisan yang salah di misi dari &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99CrIqQyTI/AAAAAAAAAR4/LnfSpM8iiC0/s1600-h/RECO1833.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99CrIqQyTI/AAAAAAAAAR4/LnfSpM8iiC0/s320/RECO1833.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178931405325912370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;SMPN 1 Sugio. Masak nulis misinya aja salah. Apalagi pelaksanaanya. Mana nggak diperbaiki lagi. Wah dasar!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah puas melihat dan menfoto, kami langsung balik ke rumah Riefky. Mandi dan sarapan bareng-bareng. Setalah istirahat dan mengobrol sejenak kami langsung pamit untuk pergi ke Waduk &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R98_zYqQyQI/AAAAAAAAARg/Xq3h2I0poOU/s1600-h/RECO1844.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R98_zYqQyQI/AAAAAAAAARg/Xq3h2I0poOU/s320/RECO1844.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178928248524949762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gondang. Waduk ini tidak terlalu jauh dari rumah Riefky. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99Bh4qQyRI/AAAAAAAAARo/gpViBvmb7_U/s1600-h/RECO1874.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R99Bh4qQyRI/AAAAAAAAARo/gpViBvmb7_U/s320/RECO1874.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178930146900494610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekitar tiga kilometer. Terletak di desa Gondang Kidul kecamatan Sugio. Diresmikan oleh alm. Bapak HM Soeharto pada tahun 1987. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Waduk ini cukup ramai, karena bertepatan dengan hari libur. Kebanyakan mereka datang berpasang-pasangan. Setelah melihat-lihat kami sempat mampir di warung ayu. Warung yang seluruh penjualnya perempuan muda-muda yang akan ikut nimbrung bercakap-cakap akrab dengan pembeli. Rata-rata mereka cukup centil, jadinya hampir seluruh pengunjungnya laki-laki. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah hampir satu jam kami kembali ke Waduk Gondang. Aku pengen naik perahu. Sekedar untuk keliling waduk yang debit airnya terus surut tersebut. Padahal sekarang adalah musim penghujan. Biasalah karena illegal logging.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami harus menunggu penumpang lain untuk bisa keliling. Tiketnya cukup murah sih. Cuma dua ribu rupiah saja. Tak lebih. Ketika berkeliling waduk sempat juga melihat orang” sekitar yang mengangkut rumput menggunakan perahu. Sempat pula melihat anak muda pacaran sampai ‘cipokan’ yang kami soraki tapi cuek bebek. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R98_eYqQyPI/AAAAAAAAARY/lCjURYmQ6KM/s1600-h/RECO2027.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R98_eYqQyPI/AAAAAAAAARY/lCjURYmQ6KM/s320/RECO2027.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178927887747696882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wah anak Lamongan sekarang berani” oey.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah puas dengan Waduk Gondang dan melihat beberapa ‘drama percintaan’kami segera pulang. Sholat dzuhur dan istirahat. Sore hari kami harus balik ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; lagi. Berpelukan dengan kemacetan dan kesemrawutan kembali. Capek dech…&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R989TYqQyOI/AAAAAAAAARQ/r_Ly4_ahbQk/s1600-h/RECO1987.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R989TYqQyOI/AAAAAAAAARQ/r_Ly4_ahbQk/s320/RECO1987.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178925499745880290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hujan turun dengan derasnya siang itu. Kami tunggui sampai reda. Sekitar pukul tiga tigapuluh hujan mulai mereda. Kami langsung cabut ke arah Babat. Untuk mengambil GL Pro tercinta dan si Riefky harus pamitan dengan Elina. Setelah sampai dirumah pak Karim, tempat kami harus berpisah. Aku tak jadi langsung balik ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tetapi akan meneruskan perjalanan ke Bojonegoro. Dari pada balik ke Surabaya langsung mending ke Bojonegoro, siapa tahu aku bisa jalan-jalan, ketemu teman-temanku yang ada disana dan juga main-main ke Tuban yang terkenal dengan pantai dan gua Akbarnya. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-2118676039969719441?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/2118676039969719441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=2118676039969719441&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/2118676039969719441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/2118676039969719441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/03/sugio-dan-waduk-gondangnort-east-java.html' title='Sugio dan Waduk Gondang......Nort East Java Journey..2'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R987RIqQyMI/AAAAAAAAARA/rgqM_OU6eS4/s72-c/RECO1882.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-3655679151998859214</id><published>2008-03-16T21:26:00.000-07:00</published><updated>2008-03-23T07:03:02.879-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Lamongan, The City of Soto ...............Nort East Java Journey ...1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R93zqYqQyCI/AAAAAAAAAPw/1BgwRJMIY0U/s1600-h/RECO1771.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R93zqYqQyCI/AAAAAAAAAPw/1BgwRJMIY0U/s400/RECO1771.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178563056045705250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari sabtu ini adalah hari terakhirku kerja di kantor yang boring bukan main. Rasanya lega banget bisa lepas dari bayang-bayang bos yang membosankan dan menjengkelkan tersebut. Pulang sekitar pukul dua belas siang. Setelah bersantai sambil membaca beberapa buku, datang Riefky dengan pacarnya Elina ke kosan. Kami sempat ngobrol tentang banyak hal. Sekitar jam dua siang mereka memutuskan pulang ke Lamongan. Riefky ke Sugio dan Elina ke Babat. Karena belum pernah kesana aku memutuskan ikut saja. Sekalian biar tahu daerah lain. Aku sudah kayak katak dalam tempurung saja.&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu ayahku telepon agar aku pergi ke Bojonegoro menengok saudaraku yang abis operasi hernia, turun bero basa kasarnya. Jadi sekalian saja habis dari Babat dan Sugio aku langsung ke Bojonegoro. Masalah di sana entar gimana itu masalah nanti. Yang penting aku bisa jalan” dan menemukan pengalama-pengalaman baru.&lt;br /&gt;Setelah mandi dan sholat Dzuhur kami segera berangkat. Kami susuri jalanan kota Surabaya yang terik, sekitar satu jam kemudian kami sudah sampai di Kota Pudak, Gresik. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R93z34qQyDI/AAAAAAAAAP4/ANZVxpqRpn0/s1600-h/RECO1758.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R93z34qQyDI/AAAAAAAAAP4/ANZVxpqRpn0/s200/RECO1758.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178563287973939250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sempat berhenti beberapa menit untuk foto di ikon dari Kota ini, PT Semen Gresik. Setelah foto” narsitis tragis dan istirahat, kami segera melanjutkan perjalanan. Ditengah perjalanan kami sempat berhenti di daerah sekitar terminal Bunder.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R930DoqQyEI/AAAAAAAAAQA/5MakMxXPBB0/s1600-h/RECO1767.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R930DoqQyEI/AAAAAAAAAQA/5MakMxXPBB0/s200/RECO1767.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178563489837402178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Riefky membeli oleh” untuk calon mertuanya. Setelah itu kami segera memacu motor menuju Lamongan. Langit makin mendung, akan turun hujan kurasa.&lt;br /&gt;Kami sempat berhenti di Tugu Perbatasan waktu memasuki kota Lamongan. Untuk sekedar mengambil gambar keperluan dokumentasi dan memenuhi hasrat narsitisku yang meluap-luap. Hehehe…&lt;br /&gt;Tak berapa lama kami sudah memasuki kota. Kami segera beranjak ke alun-alun Lamongan. Sempat beberapa kali foto di pendopo tempat Pak Masfuk, Sang Bupati yang termasyur karena berhasil mengangkat ekonomi Lamongan secara luar biasa berkantor. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R930x4qQyGI/AAAAAAAAAQQ/owuAWnlHhHk/s1600-h/RECO1794.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R930x4qQyGI/AAAAAAAAAQQ/owuAWnlHhHk/s200/RECO1794.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178564284406351970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah selesai, kami segera mencari makanan. Aku memang ingin makan, makanan yang khas Lamongan. Ada Soto dan juga tahu campur. Tapi itu bisa aku temukan di Surabaya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R931foqQyJI/AAAAAAAAAQo/zQujR576Du8/s1600-h/RECO1809.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R931foqQyJI/AAAAAAAAAQo/zQujR576Du8/s200/RECO1809.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178565070385367186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ada nasi yang hanya dijual di Lamongan. Nasi Boranan namanya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R931n4qQyKI/AAAAAAAAAQw/FF1ga3gauyc/s1600-h/RECO1803.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R931n4qQyKI/AAAAAAAAAQw/FF1ga3gauyc/s200/RECO1803.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178565212119287970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R931ZIqQyII/AAAAAAAAAQg/7yOKPwD8cg4/s1600-h/RECO1810.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R931ZIqQyII/AAAAAAAAAQg/7yOKPwD8cg4/s200/RECO1810.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178564958716217474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R931QoqQyHI/AAAAAAAAAQY/DLfraUFghrA/s1600-h/RECO1806.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R931QoqQyHI/AAAAAAAAAQY/DLfraUFghrA/s200/RECO1806.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178564812687329394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Penjualnya menyimpan nasinya di Boran atau Bakul dalam istilah Lamongan. Mereka menjual di beberapa sudut kota. Dipinggir jalan, lesehan lagi. Ditemani udara mendung Lamongan kami makan nasi Boran. Cukup lezat. Aku bahkan sempat nambah. Hehehe… Dasar kamu aja yang makanya banyak…&lt;br /&gt;Matahari makin berarak ke barat. Kami segera berkejaran dengan waktu. Target kami adalah Babat. Disini Elina tinggal bersama keluarganya. Ditengah jalan kami berhenti di sebuah SPBU. Sekedar untuk buang air kecil dan sholat magrib.&lt;br /&gt;Kami segera melanjutkan perjalanan. Tapi waktu menyalakan motor, tak ada angin tak ada hujab, kick stater motorku patah. Asem tenan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R930d4qQyFI/AAAAAAAAAQI/5qgpMwwf_5U/s1600-h/RECO2073.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R930d4qQyFI/AAAAAAAAAQI/5qgpMwwf_5U/s200/RECO2073.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178563940808968274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Akhirnya motorku harus dinyalakan dengan cara didorong. Ada kejadian lucu dimana wakrtu Riefky mendorong motorku sampai tersengal-sengal. Kontak belum aku posisikan on. Aku lupa menyalakan.&lt;br /&gt;Aku : senyum” saja dan akhirnya tertawa meledak-ledak.&lt;br /&gt;Riefky : tersengal-sengal dan mengutuk dalam hati.&lt;br /&gt;Elian : tersenyum kecut.&lt;br /&gt;Motorku : tertawa riang melihat penderitaan orang lain.&lt;br /&gt;Aku : Sorry Reif. Hehehe.&lt;br /&gt;Setelah nyala kami segera menuju rumah Elina. Sebenarnya kami nggak pengen berhenti lama-lama. Karena takut entar motorku justru nggak mau nyala. Tapi karena disuruh mampir akhirnya kami mampir juga. Diluar hujan makin menderas saja. Setelah sekitar satu jam ngobrol kami segera beranjak pulang. Kejadian yang tadi terulang kembali. Aku sebagai actor dan kakak Elina sang pendorong motor sampai tersengal-sengal sebagai korbannya. Aku lupa lagi menyalakan on kunci kontaknya. Hehehe… Maap mas.&lt;br /&gt;Aku : tersenyum saja.&lt;br /&gt;Kaka Elina : tersengal-sengal kehabisan napas.&lt;br /&gt;Riefky : Tersenyum pahit melihat calon kakak iparnya disiksa.&lt;br /&gt;Elina : Tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;Setelah hidup kami segera kearah Sugio. Rumah Riefky. Karena motornya ada dua, motorku sang biang kerok akan aku titipkan di rumah Pak Kosku. Pak Karim namanya. Kami sempat berhenti di sebuah warung dekat rumahnya. Kami tak tahu letak rumahnya. Sesampai di warung kami telepon anaknya yang juga kuliah di Stesia Surabaya. Ipung namanya. Kami tunggu Ipung diwarung. Dari pada entar kami susah nyarinya. Setelah beberapa saat Ipung akhirnya datang. Kami segera beranjak menuju rumahnya. Karena dekat motor aku tuntun saja. Males nyalainya. Setelah ngobrol beberapa saat dengan pak Karim dan juga istrinya kami segra minta pamit. Melewati daerah Kedungpring yang penuh sawah dan hutan kami akhirnya sampai juga di Sugio. Sekitar jam setengah sepuluh malam. Setelah istirahat, kami keluar rumah. Mengisi perut yang mulai minta diisi kembali. Dasar perut karet. Hehehe…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-3655679151998859214?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/3655679151998859214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=3655679151998859214&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3655679151998859214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3655679151998859214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/03/lamongan-city-of-soto-nort-east-java.html' title='Lamongan, The City of Soto ...............Nort East Java Journey ...1'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R93zqYqQyCI/AAAAAAAAAPw/1BgwRJMIY0U/s72-c/RECO1771.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-285236745702901029</id><published>2008-01-27T23:47:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:04:27.733-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Konsumerisme</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari ini aku dapat tugas stand by di daerah Surabaya barat. Sebuah Mall megah bernama PTC. Akronim dari Pakuwon Trade Centre. Kulihat hilir mudik pengunjung Mall. Kebanyakan mereka adalah anak-anak muda. Mereka bergerombol beberapa orang. Tapi kebanyakan berpasang-pasangan. Mereka penuh suka cita dan tentunya canda ria.&lt;br /&gt;Ku perhatikan denga seksama. Mulai dari atas sampai bawah. Mulai dari jepit rambut sampai sandal jepit. Hampir semuanya merek-merek terkenal. Dan terlihat keren tentunya. Minimal itu membuat mereka lebih ‘pd’.&lt;br /&gt;Jadi teringat dulu waktu masih di Bandung. Aku begitu merek minded. Kalau tidak bermerek mentereng rasanya malu untuk memakainya. Memang merek mencitrakan kualitas barang. Seringkali aku membeli bukan karena fungsionalitas atau keawetan dan kenyamanan barang tersebut, tapi lebih pada gengsi semu yang ditawarkan merek tersebut. Sebuah kesemuan yang dibuat oleh sang merek untuk membutakan pikiranku. Dan sekarang budaya semu itu terlihat dimana-mana. Dan aku melihat begitu nyata disini. Di Mall ini.&lt;br /&gt;Tapi tak bisa dipungkiri. Televisi begitu kuat memberi pengaruh budaya semu tersebut. Jangankan di Surabaya, di kampungku yang terpencil di lereng Gunung Wilis pun budaya itu mulai tumbuh. Dari mulai baju, sepatu, celana, tetapi yang paling mencolok adalah ‘tunggangan’ dan handphone.&lt;br /&gt;Dulu kami terbiasa jalan kaki atau maksimal naik sepeda untuk jarak tempuh sekitar satu kilometer, dan bahkan lebih. Tetapi sekarang, untuk jarak beberapa ratus meter saja kami enggan naik sepeda, apalagi jalan kaki. Kami gunakan motor. Kami mulai malu kalau naik sepeda atau jalan kaki. Itu akan menurunkan derajat dalam masyarakat. Begitu  pikir kami. Dan kami masih bersaing, tentang model, merek serta kebaruannya. &lt;br /&gt;Serupa handphone. Dulu tak ada handphone di kampung kami. Datanglah era telepon nirkabel dengan GSM sebagai ‘babonnya’. Kampung kami tak mengenal AMPS. Awalnya kami membeli handphone sekedar bisa telpon dan sms. Tetapi sekarang, kami begitu membanggakan handphone yang penuh fitur, modern dan baru tentunya. Walaupun kami tak tahu kegunaan fitur-fitur tersebut. Yang penting terlihat canggih dan keren.&lt;br /&gt;Ataupun yang paling kasat mata adalah gaya pacaran. Dulu kami paling pacaran di rumah ataupun kalo keluar paling” ketempat wisata. Sekarang, emms... Mall” yang makin menjamur dengan kafe-kafenya yang nyaman tapi mahal menjadi tujuannya. Dengan semakin menjamurnya ‘gaya hidup modern’ tersebut, makin kuatlah sang konsumerisme menancapkan kuku-kukunya. Menghujamkan pengaruhnya.&lt;br /&gt;Tak bisakah hal tersebut dicegah? Atau dihilangkan sekalian?...Susah dan nyaris mustahil.  Mungkin yang bisa kita lakukan adalah mengurangi hal-hal tersebut dari daftar kebiasaan dan keinginan kita. Tak perlu drastis. Cukup mengurangi frekwensinya saja. Dari yang biasa belanja pakaian setiap minggu menjadi setiap bulan, dari ganti handphone setiap bulanya jadi per setengah tahun dan seterusnya.&lt;br /&gt;Saya yakin, kita tak akan jadi orang purba ataupun orang terbelakang jika tidak melakukan hal-hal tersebut. Dan mungkin budget dari hal-hal tersebut bisa kita alihkan untuk yang lain. Membeli buku, berbagi dengan sesama yang lebih membutuhkan, atau yang lain. Saya yakin itu akan lebih menumbuhkan kebahagiaan. Bukan kebahagiaan semu yang menuntut pengakuan orang lain. Bukan kebahagiaan yang timbul karena kita diakui sebagai orang gaul, atau orang modern. Kebahagiaan yang lebih dalam dari sekedar itu. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-285236745702901029?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/285236745702901029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=285236745702901029&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/285236745702901029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/285236745702901029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/01/konsumerisme.html' title='Konsumerisme'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-3614466909546891857</id><published>2008-01-27T23:19:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:05:25.528-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><title type='text'>Puisi Satire</title><content type='html'>Rokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari yang sunyi&lt;br /&gt;Kau temani diriku&lt;br /&gt;Ku hisap kau pelan-pelan&lt;br /&gt;Kau masuki setiap inci paru-paruku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurelakan tubuhku kau rasuki&lt;br /&gt;Ku tahu itu&lt;br /&gt;Ku rasakan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi cinta sebagai pasanganmu&lt;br /&gt;Menemani hari-hariku&lt;br /&gt;Tak lebih tak kurang&lt;br /&gt;Penghancur pelan&lt;br /&gt;Dengan nikmat sesaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin ku hisap dirimu&lt;br /&gt;Makin tak kuasa ku tolak&lt;br /&gt;Walau ku sadar kau wahai racun jingga&lt;br /&gt;Yang mengotori setiap tetes darahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus berhenti menjadikanmu teman&lt;br /&gt;Kau harus kutinggalkan di hari-hariku kini&lt;br /&gt;Walau dalam kesendirianku&lt;br /&gt;Dalam kesunyian dan kesepian&lt;br /&gt;Aku yakin aku bisa&lt;br /&gt;Selamat tinggal racun jingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangkaki pagi ini dengan doa&lt;br /&gt;Ku berjalan dengan mantap menuju-Mu&lt;br /&gt;Dengan harap tanpa tepi&lt;br /&gt;Ku yakin Kau ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nam cinta&lt;br /&gt;Aku terus bekerja&lt;br /&gt;Atas nama cinta&lt;br /&gt;Ku relakan tubuhku berkelana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku teriak dalam sunyi&lt;br /&gt;Ku berontak dalam hati&lt;br /&gt;Ku tahu Kau takkan diam&lt;br /&gt;Ku tahu aku milik-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tepekur dalam keramaian dunia&lt;br /&gt;Jiwaku berjalan dalam kematian hati&lt;br /&gt;Sepercik cahaya terlihat dari lorong gelap&lt;br /&gt;Ku hanya ingin kesana&lt;br /&gt;Menuju Mu&lt;br /&gt;Bersama Mu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-3614466909546891857?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/3614466909546891857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=3614466909546891857&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3614466909546891857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3614466909546891857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2008/01/puisi-satire.html' title='Puisi Satire'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-3717633144247485398</id><published>2007-12-27T18:03:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:05:25.529-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><title type='text'>IBU</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku hanya bisa menangis di saat itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tak lebih. Ibu selimuti diriku dengan kehangatan. Dengan senyum penuh makna ketulusan. Ibu susui aku dengan cinta dan kasih sayang. Aku tertawa girang. Tanpa tahu makna hidup. Tanpa dosa terus meminta. Terima kasih ibu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku belajar semua tentang hidup. Ibu ajari dengan ketulusan dan kebijakan. Tanpa keluh meski seringkali dengan peluh. Tanpa amarah meski seringkali dengan darah. Tanpa lelah ku terus menangis. Tanpa henti bahkan. Terima kasih ibu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku buat kesalahan-kesalahan. Ibu maafkan dengan kelapangan. Aku buat kenakalan, ibu balas dengan cinta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ibu. Ibu begitu agung untuk menghadapiku. Ibu begitu berkilau ditengah lumpur dosa diriku. Sedari kemarin aku hanya meronta, tanpa tahu makna. Harum jiwamu tanpa pamrih terus menyebarkan wangi kepada dunia. Terima kasih ibu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, aku telah beranjak dewasa. Senyum agungmu terus tersungging. Meski sering kali aku berderit tanpa dosa. Segunung dosa telah kubuat. Bahkan ibu terus melindungi. Dari hujan dan badai dunia. Terima kasih ibu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Diperantauan ini sekarang ibu. Aku hanya bisa berdoa untuk semuanya. Baru itu yang bisa aku lakukan. Baru itu yang bisa aku jalankan. Tak bisa aku melakukan yang lebih. Maafkan aku ibu. Maafkan dengan tulus. Aku yakin tanpa memintapun aku pasti mendapatkanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cintamu begitu tulus dan agung. Terimalah secuil baktiku ini. Aku akan berusaha untuk lebih baik. Sekedar untuk menghadirkan senyum diwajahmu yang makin menua. Sekedar membuat lega hari-harimu sekarang ini. Aku berjanji. Setulus-tulusnnya. Sebenar-benarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Terima kasih ibu.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-3717633144247485398?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/3717633144247485398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=3717633144247485398&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3717633144247485398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3717633144247485398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/12/ibu.html' title='IBU'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-1872755315657345382</id><published>2007-12-27T18:01:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:04:27.734-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Sebuah Oase Cinta</title><content type='html'>&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ku duduk terpekur. Ku rayapi sunyi malam dengan doa. Kulihat sunggingan senyummu di wajah rembulan . Aku &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;si pungguk tak tahu diri. Aku yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengejarmu penuh harap. Dua tahunku dihinggapi cemas dan takut. Dua tahun kupupuk benih cinta didada.   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bulir-bulir cinta mulai tersemai dihatimu. Kurasai hari itu makin dekat. Hari kita bersatu. Hari tanpa sekat, hanya sang amor tersimpul dihati.Oh dewi embunku. Kau yang membuta sekaligus membuka hati. Terima kasih tak teperi kuberikan. Terima kasih Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku hijapi tubuh dengan doa. Sekedar untuk melihatmu tersenyum dan tertawa. Setelah sekian lama akhirnya tunai sudah. Ku riut kata demi kata. Hari demi hari. Purnama demi purnama. Memandangmu serasa oase yang menyirami sahara hatiku yang penuh luka. Penuh amarah dan dosa. Detik-detik penuh makna kurasai dekatmu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekembalinya ku dirantau. Kebinatanganku membuncah keluar. Serigala gurun tanpa adab dan rasa. Oase itu ku tinggalkan. Sekedar untuk melihat pelangi senja. Ternyata itu hanya fatamorgana. Membias dan akhirnya hilang. Tanpa bekas bahkan. Fatamorgana sialan yang menuntunku pada jurang kenistaan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku ingin bangkit dan kembali. Badai gurun menderu dan terus berarak serasa tanpa henti. Tanpa tepi. Aku hanya pasrah terpekur duduk. Sang serigala gurun tanpa matahati. Buta sebuta-butanya. Senista-nistanya. Tanpa arah dan harapan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berbukit-bukit ku lewati menuju oase cinta. Tak disangka serombongan kafilah bersandar disana. Meriut-riut luka dihati. Menghujam tanpa tepi. Aku harus membalas. Aku harus membalas. Sekejam-kejamnya. Sekeras-kerasnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kuliuri oase itu dengan racun darahku. Darah kotor yang bersemayam sedari jurang. Racun sang fatamorgana. Oase hanya berderit pelang. Laiknya danau dilempari baru. Berderit pelan dan akhirnya melenyap. Dia tetap anggun. Dia tetap oase cinta yang hanya memberi. Tak minta kembali barang setetespun. Oase cinta yang agung. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Luka itu terus menganga. Menghabiskan setetes demi setetes darah kotorku. Tubuhku mengejang hebat. Kurasai ajalku makin dekat. Tapi darah kotor itu mulai mengering. Dalam kehausan di tengah sahara. Oase itu datang memberi. Air kehidupan yang mengaliri kerongkongan hidupku. Pelan namun pasti. Hatiku berderit pelan menangis. Tak seharusnya kutinggalkan oase itu. Dengan dendam bahkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Darah kotor mulai hilang dibadanku. Aku mulai belajar jalan. Setapak demi setapak. Semoga ada oase lagi yang bisa kusinggahi. Atau mungkin aku akan bersanding disana. Di oase cinta gurun sahara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;* Terima kasih sekali aku sampaikan untukmu. Sudah terlalu banyak bahagia kau berikan. Aku selalu membalasnya dengan ketaknyamanan, derita dan sering kali tangis. Maafkan aku ya. Aku hanya berharap senyum rembulanmu terus bersinar. Tak kenal siang dan malam. Kau seorang wanita anggun disana.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-1872755315657345382?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/1872755315657345382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=1872755315657345382&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/1872755315657345382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/1872755315657345382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/12/sebuah-oase-cinta.html' title='Sebuah Oase Cinta'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-7802940018115173552</id><published>2007-12-23T23:44:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:04:27.734-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Negeri Pasta Gigi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sesuatu yang menarik yang pernah aku amati.. Sering kali dalam kesulitan muncul para pemenang” hebat. Begitu yang kurasakan. Dalam suasana terjepit sering kali aku justru bisa melakukan sesuatu yang ‘hebat’. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sebuah contoh kecil waktu kecilku. Ketika teman” main dengan layang” dan benang gelasan yang di beli dari toko, dengan penuh keterbatasan aku mampu membuat benang gelasan produk sendiri, kaca yang ditumbuk halus, dicampur getah pohon mangga dan juga putih telur. Layang” pun serupa. Dari kertas bekas, bambu yang diambil dari belakang rumah dan juga lem dari tepung kanji yang digodog. Hasilnya pun sangat memuaskan. Layang” dan benang ‘made in’ ku beberapa kali menang. Dan sangat tahan lama. Begitupun smp. Ketika teman-temanku menggunakan motor dan kadang diantar orang tuanya pergi sekolah. Sedang aku harus mengayuh sepeda, itupun berbocengan dengan teman sekampung. Panas dan tentunya peluh membasah. Tapi prestasiku di sekolah cukup ‘lumayan’.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Serupa rakyat negeri ini. Ketika krisis ataupun dalam keterbatasan justru keluar para pemenang”. Siapa yang tak kenal Edam Burger. Dengan I Made Bagiana sebagai motornya, yang justru mengalami peningkatan omset yang luar biasa setelah negara mengalami krisis moneter. Dia mengakomodir keinginan orang makan burger dengan harga yang terjangkau. Sebelum krisis siapa yang kenal dengan dia. Atau Tung Desem Waringin. Ditengah bangsa yang krisis, baik ekonomi, moral ataupun mental, dia keluar sebagai motivator nomor wahid. Ketika rakyat Indonesia semakin depresi, semakin stres &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;semakin dibutuhkan orang seperti dia. Dia berubah dari seorang karyawan BCA menjadi seorang motivator ulung justru karena dia dihadapkan dengan kenyataan, ketika gajinya yang ‘lumayan’ tak mampu membayar barang sehari perawatan ayahnya di sebuah rumah sakit Singapura. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sering kali para pemenang lahir justru ketika dia mengalami peristiwa yang sangat berat. Seringkali karena keterbatasan, lahirlah manusia” ‘super’ yang seringkali menjadi inspirasi. Dan hal itu jamak terjadi di sini. Di negeri ini. Layaknya Pasta Gigi, kalo nggak di pencet nggak akan keluar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;* Tulisan ini sebenarnya untuk memotivasi aku, karena sekarang begitulah keadaanku. Semoga aku juga bisa menjadi pemenang bagi hidupku. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-7802940018115173552?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/7802940018115173552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=7802940018115173552&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/7802940018115173552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/7802940018115173552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/12/negeri-pasta-gigi.html' title='Negeri Pasta Gigi'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-3474260223479348565</id><published>2007-12-19T22:25:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:04:27.735-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Perubahan Mindset</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu aku selalu berfikir hidupku bagai bola salju yang meluncur dari atas bukit. Pertama dia adalah sesuatu yang kecil. Setelah sekian lama menggelinding, dia akan membesar. Dan terus membesar. Dia akan menerjang segala rintangan yang ada. Dan akan berhenti di laut dengan ukuran yang besar.&lt;br /&gt;Serupa dengan itu. Aku harus menerjang rintangan yang berat. Dengan keringat dan seringkali darah. Ketika aku harus berhadapan dengan tembok tebal, aku masih menghatamkan ‘diriku’ kepadanya. Sampai aku hancur berkeping-keping. Sampai aku tak kuasa menahannya. Tapi aku terus berusaha menghantamnya. Serupa ketika aku sampai dilembahan. Ketika momentumku habis, aku terus berusaha untuk naik menuju punggung bukit. Tapi aku tak bisa menggapainya. Aku tak kuasa. Adakah yang salah dari cara pandang itu?&lt;br /&gt;Aku terus berfikir. Aku terus merenung. Memang apa yang salah dari cara pandang tersebut? Karena terbebani dengan keharusan untuk menuju laut secepatnya aku terus menghatam. Dan seringkali dengan menbabi buta. Itu berimplikasi langsung pada hidupku. ‘Aku’ sering terbebani oleh banyak hal. Impian-impian yang harus aku raih. Jalan yang sudah aku ‘buat’ yang harus kutempuh. Terjangan yang harus aku lakukan, tanpa melihat seberapa kekuatanku. Aku sering menipu diriku dengan mengatakan aku mampu. Meskipun itu membutuhkan waktu, tapi aku terus menerjang.&lt;br /&gt;Seringkali, yang terpenting rintangan itu hancur. Meskipun kehancuranya akan berimbas kepada kehidupan orang lain. Sering kali aku terlalu ngoyo hingga kehabisan tenaga ditengah jalan. Sering kali aku menyalahkan keadaan, tanpa melihat diriku terlebih dahulu. Dan semua bermula dari ‘aku’ tersebut.&lt;br /&gt;Disuatu titik aku menemukan sesuatu yang lain disana. Dari atas bukit aku lihat aliran sungai mengalir dengan derasnya menuju lautan. Bukankah asal dan tujuannya sama. Air disungai berasal dari gunung dan tujuanya adalah laut. Serupa ‘bola salju’. Berasal dari bukit dan menuju laut. Tapi kenapa ‘air’ seperti tanpa rintangan mengalir dengan derasnya. Setelah aku perhatikan dengan seksama, air bukanya tanpa rintangan. Ada banyak rintangan bahkan. Tapi mereka berkelok dengan anggun ketika menghadapi rintangan yang tak mungkin diterjang. Ketika mereka menghadapi batu yang kecil, mereka akan menggerusnya, sampai hilang. Disepanjang alirannya tumbuh subur semua tanaman. Bahkan hewan-hewan pun menggunakanya sebagai sumber kehidupan. Sesuatu yang indah. Dari yang mata air yang kecil. Menajadi muara yang besar. dengan menghadirkan kehidupan bagi yang dilewati. &lt;br /&gt;Dan begitupun seharusnya ‘aku’. Ketika menghadapi rintangan yang luarbiasa, aku harus mencari celah. Celah yang memungkinkan aku melewati tintangan itu. Tanpa perlu bersusah payah menghancurkanya. Tanpa harus merusak yang lain. Tanpa harus menyalahkan yang lain. &lt;br /&gt;Menjadi manusia yang fleksibel. Itulah ‘aku’ yang aku harapkan sekarang. Bukan orang yang kuat, tapi orang yang selalu tanggap dan mudah menghadapi perubahan. Orang yang terus menggeliat mengikuti roda kehidupan. Minimal tidak terdindas olehnya. Tidak terbebani jika sesuatu yang kita targetkan tak tercapai. Mungkin harus dengan jalan lain, dengan mencoba kembali, atau mencoba dengan cara lain. Ataupun ketika ada ‘sesuatu’ yang hilang atau ‘diambil’ oleh Nya. Akupun tak akan stress berkelanjutan. Bahkan mungkin bisa lebih bahagia, karena tanggungan itu akan mengurangi beban pikiranku.&lt;br /&gt;Ketika menuju kesana pun aku harus bermanfaat bagi orang lain. Seringkali aku hanya memikirkan kepentinganku. Meskipun itu ‘merusak’ untuk orang lain. Dan itu terus berulang. Maafkan jika mungkin aku pernah ‘merusak’ kalian.     &lt;br /&gt;Sekarang aku mulai menuju kesana. Dengan begitu ‘aku’ lebih besyukur dengan apa yang ku peroleh. Tak ngoyo tetapi selalu berupaya.&lt;br /&gt;Serupa dengan setengah gelas air. Sekarang aku melihatnya sebagai gelas setengah isi. Bukan gelas yang setengah kosong. Aku nikmati air yang setengah itu dengan nikmat. Senikmat-nikmatnya.&lt;br /&gt;Aku harap itu terus terjadi. Ketika apapun ‘datang’ dan ‘pergi’ aku tetap merasa kenikmatan. Tanpa ‘nikmat’ dan ‘sakit’ yang berlebih. Semoga.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-3474260223479348565?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/3474260223479348565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=3474260223479348565&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3474260223479348565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3474260223479348565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/12/perubahan-mindset.html' title='Perubahan Mindset'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-3828761506945594807</id><published>2007-12-19T22:22:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:04:27.735-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Jeda dan Waktu.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperempat abad sudah kulewati hidup. Ada senang, sedih, sakit, sehat, nikmat, sengsara, tangis dan sering kali tawa. Aku tahu berat memang tantangan kedepan. Aku tahu aku hanya salah satu pejalan hidup yang tak berarti apa”. Atau dalam bahasaku, From Nothing To Nowhere.&lt;br /&gt;Aku rasai hidupku seperti mendaki pegunungan. Ada kala harus mendaki. Terjal dan berkeringat. Seringkali aku kepayahan dan harus sejenak berhenti. Ada naik, ada turun dan kadang mendatar. Aku nikmati semua itu senikmat-nikmatnya. Memang, kadang aku tak kuasa menahan berat beban di pundak. Jeda. Itu kata yang cukup mewakili. Dalam pendakian, sering aku harus berhenti. Sekedar untuk minum, melemaskan kaki dan melihat alam sekitar. Puncak gunung memang penting, tapi perjalanan yang mengasikkan seringkali lebih penting.&lt;br /&gt;Serupa dengan itu. Hidup tak melulu tujuan, target ataupun cita-cita. Sering kali proses kesana begitu nikmat untuk dirasakan. Bahkan mungkin itu yang terpenting. Seringkali kita mendapat pelajaran didalamnya. Dan dalam proses itu aku sering kali kepayahan. Ketika itu jeda sering kali dibutuhkan. Untuk ‘men-charge’ semangat yang mulai memudar.&lt;br /&gt;Aku tak muda lagi. Angka dua puluh lima adalah angka penting. Seringkali ulang tahun ke dua puluh lima dirayakan dengan pesta. Apakah itu umur seseorang, ataupun sebuah mahligai perkawinan. Duapuluh lima adalah milestone menuju pendewasaan. Karenanya tak seharusnya aku terus bersikap kekanak-kanakan. Meski terkadang itu perlu. Sekedar untuk istirahat sejenak dari proses pendewasaan yang menguras tenaga. Sekedar jeda sesaat.&lt;br /&gt;Aku bersyukur kepada Tuhan. Dia masih mau memberi pada hampanya yang papa ini. Terlalu banyak nikmat yang Dia beri. Dan seringkali aku tak bersukur karenanya. Maafkan aku Tuhan. Maafkan aku yang selama ini menyianyiakan begitu banyak nikmatmu. Terutama waktu.&lt;br /&gt;Waktu. Dimensi yang melengkapi dimensi ruang. Besaran yang ternyata sangat relatif. Seringkali aku merasa waktu itu pendek ketika membaca sebuah buku. Atau main game jaringan dengan teman-teman. Seringkali waktu itu terasa begitu panjang. Ketika harus berhenti dilampu merah ditengah hujan dan macet yang sangat. Atau menunggu seseorang yang telah lama dinanti.&lt;br /&gt;Waktu, kata-kata pendek dengan berbagai makna. Dan Tuhan menganugrahkan kepadaku tanpa imbalan. Dia hanya minta pertanggungan jawab. Mulai sekarang, akan ku intensifkan penggunaanya. Itu mungkin wujud rasa syukur tertinggi yang bisa aku lakukan. Mengisinya dengan kegiatan positif dan membangun. Semoga.&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-3828761506945594807?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/3828761506945594807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=3828761506945594807&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3828761506945594807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/3828761506945594807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/12/jeda-dan-waktu.html' title='Jeda dan Waktu.'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-5572570164983102048</id><published>2007-12-19T22:15:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:04:27.736-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Tempat Baru.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Remang temaram malam sering kali mengalirkan rasa sunyi. Rasa sunyi yang membuat kesepian. Diperantauan ku yang kedua setelah Bandung, sering kali aku dihinggapi rasa sedih. Sedih kehilangan kegiatan rutin yang aku lakukan dirumah. Masak di dapur dengan ibu tercinta di pagi hari, ngopi di warung deket lapangan sama teman”, nongkrong dipinggir jalan dan bercanda bareng teman sekampung, bercengkrama dan diskusi bersama keluarga di ruang tengah, makan pagi masakan ibu yang lueezaat dan masih banyak lagi yang lain. Seringkali keinginan untuk merasakannya hadir dengan kuat. Entah kenapa.&lt;br /&gt;Ada yang pergi ada pula yang datang. Ketika semua hal tadi melenyap, timbul hal” baru yang datang tanpa diundang. Candaan Rizki dan Anang “Pak Mori”Banyuwangi yang seringkali mengundang tawa. Anang Madura yang seringkali menghadirkan senyum dengan bahasa jawa logat madura yang kental. Mbak Yani dengan beberapa petuah bijaknya. Malik yang sunda(hore, ayeuna urang diajar basa sunda deui) yang harus banting tulang untuk membiayai kuliahnya sambil siangnya berkerja. Dia orang Tasik asli. Lulusan SMA 1 Indihiang, katanya dia adik kelas Indra L Bruggman. Irman dengan senyumannya yang khas. Riang yang seorang jebolan STM tapi jago banget utak-atik motherboard. Dan masih banyak yang lain.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan ada yang datang dan ada yang pergi. Silih berganti. Proses alamiah yang seringkali membuatku rasai sakit, nikmat, menderita ataupun bahagia. Aku tak tahu. Mungkin inilah proses pendewasaan yang harus dijalani. Adaptasi dengan tempat baru selalu menuntut kedewasaan. Dimanapun dan kapanpun. Banyak sekali hal baru yang seringkali tidak sesuai dengan keinginan. Tapi itulah hidup didunia. Seringkali tak sesuai dengan ekspektasi. &lt;br /&gt;Hidup harus terus berjalan. Sesuai atapun tak sesuai. Aku hanya harus menjalaninya sebaik-baiknya, senikmat-nikmatnya. Tak perlu berharap telalu banyak. Tak perlu rasa cemas yang berlebih. Seperti kata sebuah iklan, Enjoy Aja!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-5572570164983102048?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/5572570164983102048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=5572570164983102048&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5572570164983102048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5572570164983102048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/12/tempat-baru.html' title='Tempat Baru.'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-8938601958394786750</id><published>2007-12-19T22:13:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:03:02.879-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Segarnya Udara Lereng Welirang (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam Hangat di Perkemahan yang Dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami(aku dan temenku Nur Cahyo, selanjutnya aku panggil Cahyo) sampai juga di perkemahan temen-temennya. Mereka adalah staf pengajar dan siswa dari lembaga bimbingan belajar InLAC. LBB ini baru ada sekitar tahun 2005. Cahyo adalah salah satu staf pengajar pertama di LBB. Mereka sering ngadain acara seperti ini. Untuk refresing dan juga pengakraban. Kebanyakan staf pengajarnya lulusan jurusan Psikologi Untag Surabaya, termasuk Cahyo tentunya.&lt;br /&gt;Sampai disana aku berkenalan dengan beberapa orang. Ada Brantas(kayak nama sungai aja, atau jangan-jangan lahir di tepi sungai), Alfin, Mahar, Yunita dan masih banyak lagi. Maap aku lupa oey. Mereka ini para staf pengajarnya. Mereka menyebut InLACru. Sedang yang junior antara lain Putri, Hany, Era, Imei dsb. Mereka disebut InLACers. Mereka kebanyakan datang dengan pasangan masing-masing. Memang tempatnya asyik banget buat pacaran. Cahyo yang sebenarnya juga pengen ngajak pacarnya gitu. Berhubung pasangannya nggak bisa, akulah yang ketiban sampur. Jadilah kamilah pasangan homo satu-satunya di situ.  Hehehehe…&lt;br /&gt;Berhubung dilereng gunung, udaranya dingin banget. Tapi asyik. Sudah lama aku tak merasakan dinginya udara pegunungan. Sejak dari Malang sekitar sebulan yang lalu lah.&lt;br /&gt;Balik lagi ke anak InLAC. Mereka rata-rata ramah lho. Kami sempat ngobrol ngalor-ngidul. Ditemani kopi, teh hangat dan bebera bungkus makana ringan, obrolan jadi tambah asik. Tentang sejarah InLAC, ternyata yang punya adalah senior dari Bob Foster Nainggolannya GO. Tentang perjalan tadi siang yang mereka tempuh, tentang perjalanku yang sempat kehujanan dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Setelah ngobrol beberapa lama, Brantas dan Alfin ngusulin gimana kalo main game aja. Gamenya tentang penjahat dan polisi. Ada penjahat, ada dokter, ada polisi dan tentunya juga rakyat biasa. Dibantu dengan satu set kartu untuk memudahkan memainkannya. Gamenya adalah tebak-tebak untuk ‘membunuh’ penjahat. Jadi dipilih satu penjahat, dua dokter dan dua polisi. Tugas penjahat adalah memilih seseorang untuk ‘dibunuh’. Tugas dokter adalah ‘menolong’ orang yang dipilih oleh sang penjahat agar tidak terbunuh. Polisi ditugaskan untuk ‘mencari’ penjahatnya. Permainan selesai jika sang penjahat ‘tertangkap’ oleh polisi. Ketika kita menuduh seseorang, haruslah didasari sebab yang harus di argumentasikan. Itu melatih anak-anak biar berani mengeluarkan pendapat. Dan yang dituduhpun harus bisa membela diri tentunya. Game yang menghibur sekaligus edukatif.&lt;br /&gt;Hampir tiga jam kami memaikan game itu. Tak terasa sudah ‘lewat tengah malam’. InLACer dan InLACru sudah banyak yang ngantuk. Akhirnya game kami sudahi. Tinggal aku dan beberapa anak saja yang masih ‘idup’. Ditemani kopi dan rokok kami terus ‘mengidupkan’ suasana.. Sembari jaga” tentunya. Karena banyak sekali anak yang camping disini. Dan di bawah tempat kami ada beberapa anak yang minum” gitu.&lt;br /&gt;Dingin makin terasa di kulit. Dan bodohnya aku, jaket satu-satunya yang aku bawa, aku pinjemin(maap, emang aku bego dari orok!). Dan tas yang didalamnya ada sarung yang aku bawa terselip di tenda entah yang mana(kebegoan kedua). Mana nggak bisa lihat” tenda. Udah pada tidur semua. Terpaksa aku cuma pake celana dan kaos lengan pendek doang.&lt;br /&gt;Sekitar jam dua, ada seorang anak yang sakit. Shinta namanya. Kelihatanya dia kena hypothermia. Banyak yang panik gitu melihat keadaan Shinta. Sebenarnya aku nggak enak bantuin. Takut nyampurin urusan internal mereka. Tapi berhubung yang lain pada panik, terpaksa aku bantuin. Setelah beberapa saat kemudian kesadaranya mulai pulih. Hampir setengah jam kami ‘merawat’ Shinta. Dengan peralatan seadanya tentunya. Setelah agak mendingan, dia dirawat ma cewek” di tenda.&lt;br /&gt;Sekitar pukul 3.30 rasa kantuk menyapaku. Aku pejamkan mata diatas jas hujan yang aku pinjam dari mereka(aku datang tanpa persiapan. Cuma bawa sarung, eh terselip. Bawa jaket malah dipinjemin! Bego!!). Segera aku ‘berlayar’ dengan ‘peralatan’ seadanya. Tak terasa aku bangun kembali. Kebelet kencing penyebabnya. Jam di hapeku menunjukkan 05.05. Aku segera beranjak ke kamar mandi.&lt;br /&gt;Anak-anak yang lain masih banyak yang terlelap. Dinginnya minta ampun, jadinya enak buat tidur pake selimut didalem tenda. Sedang Cahyo masih saja terlelap sedari selesai game polisi-polisian semalem.&lt;br /&gt;Matari mulai menyeruak dibalik gunung. Pertanda pagi mulai menjelang. Meskipun musim penghujan, tapi hujan tidak turun tadi malem. Semua acara kami semalam berjalan lancar.  Thanks God!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-8938601958394786750?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/8938601958394786750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=8938601958394786750&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8938601958394786750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8938601958394786750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/12/segarnya-udara-lereng-welirang-2_19.html' title='Segarnya Udara Lereng Welirang (2)'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-5046335761510003537</id><published>2007-12-19T21:55:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:03:02.879-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Segarnya Udara Lereng Welirang (3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Air Terjun Dlundung dan Penatnya Kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak InLAC mulai keluar dari tendanya masing-masing. Jam di hapeku nunjukin 06.08. Cahyopun baru keluar dari tenda yang dia tumpangi. Sambil meminum kopi aku nikmati udara pagi yang segar ini. Polusi dan panas udara Surabaya telah membuatku merindukan hal ini dengan sangat. Seringkali karena tuntutan hidup kita akan berkorban dan mengorbankan apapun.&lt;br /&gt;Kadang akui  piker kenapa kita tebangi hutan yang sangat berguna buat kita. Tuntutan kebutuhan ekonomi selalu jadi alasan. Meski menurutku itu sebuah keserakahan bukan kebutuhan. Seharusnya kita bisa menghadirkan udara segar seperti ini di kota. Jika kita lebih bijak terhadap alam tentunya.&lt;br /&gt;Pagi ini akan diadakan outbond mengelilingi daerah sekitar air terjun. Akupun didapuk sebagai volunteer bersama beberap InLACru. Ada tiga pos yang harus dilewati peserta. Aku mendapat tugas jaga dipos satu.&lt;br /&gt;Para InLACer dibagi menjadi dua kelompok. Untuk memudahkan pengawasan tentunya. Peserta diminta meleweti semua pos yang ada. Dan disetiap pos, setiap regu akan diminta untuk menjawab pertanyaan. Ketepatan jawaban, ketepatan waktu dan kekompakan tim yang akan dinilai.&lt;br /&gt;Gerimis mendatangi lereng Welirang. Hal itu tak menyurutkan semangat InLACru dan InLACres. Acara yang dimulai jam 7.30 selesai jam 9.30.&lt;br /&gt;Setelah semua selesai, kami segera berkumpul kembali di camp. Setelah musyarawarah untuk menentukan jam pulang kami segera berangkat ke air terjun Dlundung. Tidak terlalu istimewa. Tapi lebih dari cukup untuk mengurangi penat pikiran. Beberapa InLACer mandi dan berfoto di air terjun. Aku hanya melihat dari pinggir. Sembari melihat orang yang terus berdatangan. Hampir semuanya berpasangan. Jadi iri oey. Tapi tak mengapa, kan udah biasa ngejomblo. Hehehehe…&lt;br /&gt;Setelah puas memandangi air terjun yang tak berubah-ubah(emang mau berubah gimana lagi) aku segara beranjak menuju camp. Jarak antar camp dan air terjun sekitar lima ratus meter. Selepas tangga aku dan Cahyo sempat mampir di warung bakso. Sekedar untuk mengisi perut yang sedari tadi cuma terisi kopi dan roti.&lt;br /&gt;Selesai makan aku segera beranjak ke camp. Rombongan akan balik jam setengah dua. Karena kami pengen balik sekitar jam dua belasan, terpaksa kami nggak bisa pulang bareng. Kami segera pamit dan beranjak pulang. Segera kupacu motor menelan aspal-aspal lereng Welirang.&lt;br /&gt;Di kanan-kiri aku lihat banyak sekali anak-anak manusia sedang asyik memadu asmara. Memori itu mengingatkanku pada masa-masa SMA. Masa hidup yang paling indah. Hampir tanpa beban hidup. Yang melingkupi hanya kesenangan yang bersambung tiada habis. Sesampai di jembatan kali Porong daerah Mojosari aku berhenti sejenak. Jembatan itu sedang dibangun. Ditambah satu lagi. Sebagai jalan alternatif dari arah timur Jawa ke arah barat tanpa melewati Lumpur Panas Lapindo. Selain memberi efek negatif, ternyata Lumpur juga memberi efek positif, walau hanya sebagian. Mojosari salah satunya.&lt;br /&gt;Selepas Pabrik Tebu Tulangan kami berbelok mengikuti alur sungai sudetan Kali Porong. Air mengalir dengan jernih. Tembok” tebal yang menyikupi sungai berdiri kokoh tanpa retak. Untuk masalah pengairan Bangsa Belanda Memang luar biasa. Salut.&lt;br /&gt;Jalannya sempit dan banyak sekali polisi tidur. Tapi lumayan sepi. Eh keluar-keluar udah deket pasar Larangan Sidoarjo. Lumayan menghibur ditengah badan yang mulai memenat.&lt;br /&gt;Aku segera memacu motor di atas jalan aspal Sidoarjo-Surabaya. Siang itu terasa begitu terik. Badanku masih adaptasi. Dari tempat dingin ke tempat panas. Sesuatu yang menyiksa tentunya. Badanku yang mulai didera kantuk dan lelah mulai sulit diajak kompromi. Cahyo yang aku bonceng, berkali-kali tidur. Hal itu seringkali membuyarkan konsentrasiku terhadap jalan. Terpaksa aku jalan lebih pelan. Jam satu lima belas akhirnya sampai juga aku dirumah Cahyo. Dia langsung tertidur begitu sampai dirumah. Sedang aku yang minta diantakanya ke kosan terpaksa menunggu dia bangun. Sembari menunggu aku minta ijin untuk mandi. Badaku yang sedari kemarin tak tersentuh sabun minta untuk diperhatikan. Selesai mandi akupun menyusul Cahyo tidur. Badanku tak bisa dibohongi. Jam setengah lima aku bangun. Karena Cahyo sibuk dengan pacarnya, terpaksa aku diantakan adiknya menuju kosan. Tak terasa badanku masih ingin tidur kembali. Kurebahkan sejenak di kasur butut kamarku.&lt;br /&gt;Aku bermimpi alangkah indahnya jika kita bisa menghadikan kesejukan itu di kota ini. Mall-mall yang terus bertebaran tanpa menyisakan ruang terbuka publik, seakan menyesakkan jiwa. Seringkali kita harus berjuang jauh untuk mendapatkan sesuatu bernama udara segar. Sesuatu yang terasa mewah bagi kita tapi tidak untuk mereka penghuni lereng Welirang. Terima kasih Welirang, suatu saat aku akan kembali. Dengan ijin Tuhan tentunya. Entah kapan!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-5046335761510003537?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/5046335761510003537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=5046335761510003537&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5046335761510003537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/5046335761510003537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/12/segarnya-udara-lereng-welirang-2.html' title='Segarnya Udara Lereng Welirang (3)'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-6428568343073575272</id><published>2007-12-07T19:35:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:03:02.880-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><title type='text'>Segarnya Udara Lereng Welirang.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Perjalanan yang melelahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R1oWB3mx3aI/AAAAAAAAAOg/0_4j03DKp24/s1600-h/DSC00966+%281%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R1oWB3mx3aI/AAAAAAAAAOg/0_4j03DKp24/s400/DSC00966+%281%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141446145959124386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;“Dingin banget oey!!” Kata ini terucap ketika motor Honda Supra 125R yang aku kendarai tiba di daerah Wana Wisata Air Terjun Dlundung sekitar pukul 21.00 tanggal 1 desember 2007. Terletak di lereng utara Gunung Welirang di ketinggian sekita 1500 meter dpl. Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto tepatnya. &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Berarti sekitar 2 jam waktu yang aku butuhkan untuk menggilasi jalan Surabaya-Dlundung. Aku berangkat dari Surabaya sekiar jam 17.30. Jalanan macet luar biasa. Ini waktunya orang bubaran kantor. parahnya, temenku sempat cek-cok dengan pacarnya. Dia ijin mendadak gitu ke pacarnya. Trus pacarnya marah-marah. Setelah berdebat sekitar 30 menit akhirnya dia dapat ijin juga. Sebenarnya ini acara temenku tersebut. Sebuah LBB di Sidoarjo bernama InLAC yang dulu tempat dia berkerja ngadain acara outbond gitu.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R1pF6nmx3dI/AAAAAAAAAO4/v3430vSjkcE/s1600-h/DSC00951.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R1pF6nmx3dI/AAAAAAAAAO4/v3430vSjkcE/s200/DSC00951.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141498797963206098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Karena temenku nggak jadi ngajak pacarnya, ya akhirnya ngajak aku. Hehehe… ya cuma serep sih… &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Melewati jalan Daendels dari daerah Wonokromo-Surabaya ke selatan sampai Candi-Sidoarjo, aku berbelok arah. Dan ternyata kami salah berbelok. Harusnya sekitar 500 meter lagi, baru belok ke arah barat. Setelah ketemu masjid kami sholat dulu. Sekitar lima belas menit kami disini. Segera kami beranjak menuju mojosari. Setelah memutar kami langsung tancap gas kearah barat, ke daerah Tanggulangin. Kami lewati daerah sentra Tas dan Sepatu Kulit di daerah tersebut yang menyepi gara-gara lumpur panas yang lebih beken disebut Lumpur Lapindo tersebut. Setelah melewati kawasan itu kami berbelok kerah selatan, melewati jembatan layang diatas Tol Surabaya Gempol. Disini, beberapa hari yang lalu sempat meninggal dua orang pesepeda motor, gara-gara &lt;i style=""&gt;kunduran&lt;/i&gt; truk tua yang tidak kuat menaiki jalan layang tersebut. Sungguh tragis, nyawa di negeri ini sering dikorbankan oleh masalah-masalah sepele.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R1pEPnmx3cI/AAAAAAAAAOw/ntLQ6e15IyE/s1600-h/DSC00958+%281%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R1pEPnmx3cI/AAAAAAAAAOw/ntLQ6e15IyE/s200/DSC00958+%281%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141496959717203394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Sekitar lima belas menit kami sampai didaerah Tulangan. Sosok Sanikem atau Nyai Ontosoroh di tetralogi Buru menghayal di memoriku. dia berasal dari daerah ini. Ekonomi daerah ini digerakkan oleh industri tebunya, dari hulu sampai hilir. Persis sperti cerita Pram.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Aku terus mempercepat lari sang motor. Sampai juga di daerah Mojosari. Pembangunan di daerah ini menggeliat dengan hebat akibat Lumpur Lapindo. Jalur Mojosari memang jalur alternatif utama jika tak ingin melewati kawasan Lumpur. Jalanan dan juga jembatan dilebarkan setiap hari. Ternyata ada imbas positif juga dari Lumpur itu, meski cuma beberapa saja.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Di jalur Mojosari-Trawas yang menanjak, cuaca kurang bersahabat. Hujan turun, memaksa kami berteduh di sebuah warung. Dasar perut juga sudah lapar, kami segera memesan es teh dan nasi goreng. Sekitar 45 menit kami berhenti. Hujan menunjukkan internsitas yang makin berkurang. Kami segera beranjak. Udara yang mulai dingin tak menyurutkan niat kami. Motor segera aku pacu di jalan yang menanjak terus-menerus, tak kami temui jalan menurun, maklum kan lagi kedataran yang lebih tinggi. Hehehe…&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R1odHXmx3bI/AAAAAAAAAOo/VjdxAAF_qfs/s1600-h/DSC00965+%281%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R1odHXmx3bI/AAAAAAAAAOo/VjdxAAF_qfs/s200/DSC00965+%281%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141453937029799346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;Akhinya sampai juga di pos penjagaan. Ini yang bikin nggak maju pariwisata Indonesia, mereka sangat tidak ramah terhadap kami. Ramah aja nggak apalagi informatif, dan ini aku temui hampir disetiap tempat pariwisata. Hanya beberapa yang tidak. Jadi selain obyek wisata, tentunya SDM yang begelut didalamnya harus ditingkatkan juga.&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: arial;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;Aku segera mencari rombongan InLAC tersebut. Setelah putar-putar dan nggak ketemu, hehehe… temenku inisiatif menelpon. Setelah diberitahu tempat pastinya akhirnya ketemu juga. Mbok ya dari tadi nelponya mas!! Biar nggak capek nyariinnya. Hehehe…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-6428568343073575272?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/6428568343073575272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=6428568343073575272&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6428568343073575272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6428568343073575272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/12/segarnya-udara-lereng-welirang.html' title='Segarnya Udara Lereng Welirang.'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R1oWB3mx3aI/AAAAAAAAAOg/0_4j03DKp24/s72-c/DSC00966+%281%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-8166460664798206218</id><published>2007-11-23T06:48:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:04:27.736-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Taman Tempat Memendam Rindu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;SETIAP kali ada pergeseran musim, terutama dari musim kemarau ke&lt;br /&gt;musim hujan, mendadak sontak ada kegembiraan yang muncul. Setiap mata&lt;br /&gt;yang dibekali kejernihan, setiap telinga bersahabat dengan kepekaan, setiap rasa yang sering bersahabat dengan getaran-getaran semesta, melihat munculnya kegembiraan ketika musim hujan datang.&lt;br /&gt; Kegembiraan ini memang tidak disertai oleh tepuk tangan, tidak&lt;br /&gt;diikuti suara musik, apalagi pemberian piala. Sekali lagi, hampir tidak ada hiruk pikuk di sana. Yang ada hanyalah ungkapan kegembiraan sebagai cermin rasa syukur yang mendalam.&lt;br /&gt; Perhatikan pohon apa saja. Lengkap dengan akar, batang, daun, bunga sampai dengan buah. Wajahnya berbeda ketika musim hujan datang.&lt;br /&gt;Bahkan dibandingkan dengan pohon yang disiram tangan manusia tiga&lt;br /&gt;kali sehari pun, berbeda penampakannya.&lt;br /&gt; Tidak saja daun dan bunganya yang bertambah banyak, melainkan&lt;br /&gt;kualitas ekspresi daun dan bunganya juga berbeda. Tidak saja akar yang memeluk tanah yang tampak gembira, bahkan tanah tempat banyak sekali hal berasal juga seperti menampakkan wajah-wajah gembira. Sehingga dalam totalitas, ketika musim hujan tiba, seperti ada yang bersuara di taman sana.&lt;br /&gt; Ada yang menyebutnya suara rindu, ada yang mengiranya sebagai&lt;br /&gt;ungkapan rasa syukur, ada yang mengatakan kalau itu sebentuk perayaan.&lt;br /&gt;Entahlah, yang jelas alam yang berumur jauh lebih panjang dari manusia sebenarnya menghadirkan makna jauh lebih banyak dari sekadar alasan keberadaan fisik manusia.&lt;br /&gt; Memang benar, hampir semua input kehidupan manusia datang dari alam. Makanan, minuman, dan bahkan pemikiran manusia pun sebagian berasal atau terinspirasi dari alam. Disinari cahaya-cahaya pemahaman seperti ini, ada sahabat yang berbisik: alam ada lebih dari sekadar alasan phisical survival. Alam juga menjadi petunjuk jalan yang meyakinan ketika manusia hendak pulang.&lt;br /&gt; Tersentak oleh bisikan sahabat kejernihan terakhir, ada sepasang mata yang mencermati, bagian mana dari alam yang bisa menjadi petunjuk&lt;br /&gt;jalan manusia untuk pulang.&lt;br /&gt; Pohonkah, batukah, tanahkah, langitkah, matahari, atau malah&lt;br /&gt;binatang. Karena semuanya memiliki bahasa yang berbeda dengan manusia, tentu saja semuanya tidak bisa memberi jawaban dalam bahasa manusia.&lt;br /&gt; Sebagian lebih dari jejaring semesta bahkan hanya mengenal bahasa hening dan diam tanpa penghakiman. Seperti mau berbisik: hening dan diam tanpa penghakiman itulah jalan-jalan penghantar manusia untuk pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas&lt;br /&gt; Sebutlah guru kejernihan yang bernama pohon. Ia tidak pernah berhenti berjalan dengan sebuah bahasa: ikhlas! Hujan datang, musim kering yang panas, tanah yang subur, tanah yang kerontang, bahkan di depan manusia yang mau menghabisi, atau bahkan di depan kematian pun&lt;br /&gt;modalnya sama: ikhlas!&lt;br /&gt; Bunga juga serupa. Begitu tugasnya menebar bau wangi selesai, ia layu kemudian jatuh ke tanah untuk melakukan tugas berikutnya sebagai pupuk.&lt;br /&gt; Air apalagi. Sejauh apa pun jalan yang harus ia tempuh, tugasnya sebagai pejalan kehidupan tetap ia lakukan sepenuh hati. Terlebih tanah yang kerap disebut Ibu Pertiwi. Ia hanya mengenal sebuah bahasa: memberi. Tidak ada protes tentang hasil di sana, wacana, apalagi perlawanan. Yang ada hanyalah ketekunan melakukan semua tugas-tugas kehidupan. Sekali lagi seperti mau berbisik, lakukan tugas-tugas kehidupan dengan tekun. Biarkan hasilnya ditentukan sepenuhnya oleh yang punya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Kehidupan&lt;br /&gt; Ini soal taman di pekarangan rumah, sebenarnya ada taman yang lebih besar dan megah: kehidupan. Serupa dengan taman sebenarnya, kehidupan juga mengenal perubahan dan perayaan. Perubahannya tidak perlu diceritakan karena sudah terlalu jelas.&lt;br /&gt; Namun perayaannya, inilah bedanya dengan taman. Taman melakukan&lt;br /&gt;perayaan hampir setiap hari di setiap perubahan. Taman kehidupan manusia baru ada perayaan kalau perubahan 'sesuai' dengan kriteria-&lt;br /&gt;kriteria di kepala.&lt;br /&gt; Taman tidak mengenal kompetisi, baik untuk alasan pertumbuhan ataupun alasan lain. Tidak ada satu pun batang pohon yang sikut menyikut di taman. Sedangkan taman kehidupan memerlukan kompetisi. Terutama karena alasan pertumbuhan. Seolah-olah tanpa kompetisi pasti tidak ada pertumbuhan.&lt;br /&gt; Belajar dari taman kehidupan yang sudah mulai demikian panas dan&lt;br /&gt;sumpeknya oleh perang, konflik, permusuhan, dan perceraian. Ada sahabat-sahabat di pojokan tertentu taman kehidupan berfikir lain: in&lt;br /&gt;the garden of mystics, there is no I, she or he. There is only we and&lt;br /&gt;us. Seeing our selves as islands is the cause of our inability to&lt;br /&gt;find the fullest experience of life. Setidaknya itu yang ditulis&lt;br /&gt;Wayne W. Dyer dalam Wisdom of The Ages.&lt;br /&gt; Di taman kehidupan, memang tidak ada pulau. Yang ada hanyalah&lt;br /&gt;jejaring kebersatuan yang saling kait-mengait. Siapa saja yang mendirikan pulau 'saya' di sana, ia pasti mengalami kesulitan untuk&lt;br /&gt;mengalami hidup yang penuh. Persis seperti setetes air. Setetes air&lt;br /&gt;memang bisa melakukan hal yang teramat sedikit. Jangankan menghanyutkan sesuatu, mengobati rasa haus pun jauh dari cukup. Cuma, ketika setetes air tadi bersatu dengan samudera, ia memiliki kekuatan yang amat dahsyat. Hal yang sama terjadi dalam setiap kehidupan yang menjadi satu dengan kebersatuan. Ia sedahsyat samudera! Dalam keadaan demikian, bisa dimaklumi kalau ada yang menyebut taman kehidupan dengan sebutan taman tempat memendam rindu. Rindunya setetes air bersatu dengan samudera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari tulisan Gede Prama&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-8166460664798206218?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/8166460664798206218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=8166460664798206218&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8166460664798206218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8166460664798206218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/11/taman-tempat-memendam-rindu.html' title='Taman Tempat Memendam Rindu'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-6473135946987864697</id><published>2007-11-23T06:31:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:04:27.737-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Waktu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Gunakan Waktu Luangmu sebelum datang Waktu Sempitmu&lt;br /&gt;Gunakan Waktu Sehatmu sebelum datang Waktu Sakitmu&lt;br /&gt;Gunakan Waktu Mudamu sebelum datang Waktu Tuamu&lt;br /&gt;Gunakan Waktu Hidupmu sebelum datang Waktu Matimu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu, kata yang sangat familiar ditelinga kita. Sesuatu yang sangat penting bagiku sekarang. Tetapi aku terlalu sering menyianyiakanya. Mungkin banyak hal bisa kita beli didunia ini. Tapi hal ini tak berlaku buatnya, walau sedetikpun. Meskipun aku tahu hal tersebut, tetapi apa yang kuperbuat? Aku terus menyianyiakanya lagi. Entah dengan perguncingan bahkan fitnah, menonton film-film unyil, nongkrong dipinggir jalan sambil suit-suit cewek yang lewat, minum-minuman beralkohol, dan banyak hal negatif lain.&lt;br /&gt;Mulai sekarang, cara pandangku harus kuubah ketika melihatnya. Begitu sering aku menyianyiakan bahkan membuangnya. Kadang dengan tidak sadar, dan seringkali dengan kesadaran penuh. Aku tahu aku salah. Dan semua berulang begitu saja. Banyak hal-hal menarik dan nikmat yang membuaku menyianyiakannya. Alasan klise itu yang selalu  terlontar ke pedalamanku jika “dia” berontak.&lt;br /&gt;Aku harus berubah, dan perubahan itu harus sekarang juga. Aku berjanji tak akan menyianyiakanmu lagi, apalagi membuangmu. Akan kuisi penuh “kau”. Intensifikasi umur, istilah sang maestro, Dahlan Iskan.  Aku terlalu banyak berhutang kepada “mu”. Dan aku yakin aku mampu melakukanya. Aku yakin.&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan, yang masih memberikan “kau” kepadaku. Aku harus bersyukur kepada Tuhan dengan mengisimu sebaik-baiknya, semanfaat-manfaatnya,  sekuat tenagaku. Aku janji kepadamu Tuhan. Janji seorang hamba yang mulai mencarimu dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-6473135946987864697?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/6473135946987864697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=6473135946987864697&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6473135946987864697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6473135946987864697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/11/waktu.html' title='Waktu'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-4384176976395907452</id><published>2007-11-23T06:24:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:04:27.737-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Wanita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seringkali sebagai cowok aku sulit memahami mereka. Banyak sekali hal-hal yang mereka perlihatkan sebagai sinyal untuk menyampaikan suatu hal saja. Dan sering kali aku salah menafsirkannya. Begitu bermacamnya sampai-sampai sering kali aku jengkel. Itu membuat aku jadi makin bingung dengan sinyal-sinyal tersebut.&lt;br /&gt;Sekarang aku sedang pdkt dengan seseorang. Dia masih kuliah. Aku bingung harus berbuat gimana teman. Dia sekarang sudah punya pacar. Dan pacarnya kelihatanya sih “better than me”. Aku pernah mengalami jatuh cinta sekuat ini sebelumnya. Dan sangat susah untuk menghilangkannya.&lt;br /&gt;Tetapi, ini yang mungkin bisa menjadi kontroversi. Pedalamku mengatakan bahwa aku harus terus memperjuankanya. Tetapi dia sudah “milik” orang lain. Dan salahkah aku pdkt kepada pacar orang lain?&lt;br /&gt;Aku takut sekali kehilangannya. Itu membuatku serba salah menghadapinya. Ketika berbuat apapun terhadapnya aku harus berfikir berkali-kali. Bagaimana akibatnya entar terhadapnya. Atau jangan-jangan itu membuat dia marah.&lt;br /&gt;Aku berkonsultasi kepada beberapa teman. Ada empat versi pendapat dari mereka. Yang pertama. Cari aja cewek lain. Emang cewek cuma dia doang, masih banyak boo!! Sekarang ini cewek lebih banyak dari cowok. Nyantai aja. Pokoknya cari aja yang lain. Yang kedua. Sekarang nggak usah mikirin cewek dulu. Udah mikirin nyari duit aja. Kalo kehidupanmu udah “bagus dan mapan”, cewek bakal datang sendiri kok. Pikirin nyari duit. Yang ketiga. Maju terus!! Jika kamu yakin dengan dia, pdkt terus. Dia akan menilai keseriusanmu kok. Dan dia akan berfikir. Apalagi dia baru pacaran, belum nikah kan?? Maju terus ya, kamu pasti bisa kok!! Yang keempat. Pacaran itu dilarang. Tidak ada dalam islam istilah tersebut. Jadi setelah pengenalan, kalau cocok langsung nikah. Begitu. Jadi nggak usah main pacaran-pacaran gitu!! Itu bisa menimbulkan dosa tau!! Jadi jangan pacaran-pacaran nggak jelas gitu dech!!&lt;br /&gt;Mungkin teman-teman bisa ngasih usulan, pencerahan, “tips and trik” atau apa saja berkaitan dengan “masalah” ku ini. Kalau bisa sih para kaum hawa, karena aku udah banyak konsultasi ke kaum adam. Tapi kaum adam pun nggak papa kok. Thanks ya sebelumnya!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-4384176976395907452?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/4384176976395907452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=4384176976395907452&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4384176976395907452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4384176976395907452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/11/wanita.html' title='Wanita'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-8488936744317758738</id><published>2007-11-23T06:03:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:05:25.529-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><title type='text'>Menulis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Menulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu apakah aku bisa menulis dengan baik. Tapi yang aku tahu, hidupku akan susah tanpa menulis. Itu mulai aku rasakan setelah kelar kuliah. Aku sering menemukan jiwaku dengan menulis. Aku hanya ingin menulis. Entah enak dibaca atau tidak. Aku tak tahu. Tapi aku akan terus belajar untuk memperbaiki tulisanku.&lt;br /&gt;Seringkali tulisanku berhenti ditengah jalan. Aku terlalu lemah menghadapi “kerikil” kesulitan. Aku seringkali mengalami kebuntuan waktu menulis. Tapi aku akan terus melaju dan melaju. Aku lihat sinar putih di lorong kegelapan tulisanku.&lt;br /&gt;Juga, seringkali tulisanku tak berdaya melawan egoku. Banyak sekali tulisanku yang sesuai dengan pedalamanku, tapi tak sesuai dengan kelakuanku, yang bejat dan bangsat. Didalamnya timbul pertentangan, kegelisahan dan bahkan dendam. Dan itu menjadikan energi menulisku mengalir kembali.&lt;br /&gt;Mungkin aku seorang pendendam. Pendendam terhadap segala hal. Terutama dendam terhadap segala “pelecehan hidup” yang sering aku dapatkan. Dan aku harus menyalurkan energi dendam itu dengan positif. Salah satunya dengan menulis.&lt;br /&gt;Banyak orang bilang, menulis itu gampang. Menulis itu pekerjaan sepele, pekerjaan orang yang nganggur. Tapi aku berbeda dengan untuk hal ini dengan mereka. Menulis itu pekerjaan berat, nggetih dan menguras energi. Menulis itu butuh komitmen. Dan itu yang belum aku punyai.&lt;br /&gt;Aku harus belajar berkomitmen dari sekarang. Aku tak boleh lagi menghindar dari segala komitmen yang ada didalamnya. Banyak hal-hal didunia yang melenakan. Aku tahu, komitmenlah yang membuat orang-orang besar berhasil. Karena komitmen itu akan menimbulkan konsistensi, dan konsistensi itulah yang membuat keajaiban-keajaiban terjadi.&lt;br /&gt;Aku harus terus menulis dan menulis. Tanpa menunggu “mood dan ide” datang. Aku yakin ide akan datang seiring dengan perkembangan tulisanku. Selain itu untuk memperkaya “mood dan ide” aku harus terus membaca dan belajar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-8488936744317758738?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/8488936744317758738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=8488936744317758738&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8488936744317758738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/8488936744317758738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/11/menulis.html' title='Menulis'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-7790792212491930625</id><published>2007-11-19T20:47:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:04:27.738-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Journey'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Meretas Asa Di Tapak Bima(1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0JpjXlgxzI/AAAAAAAAALc/drdkFS9QDwg/s1600-h/DSC00006.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Ceceran keringat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendakian ini sebenarnya sudah aku rencanakan sejak lama. Pendakian masal ke Gunung Tapak Bima. Aku ingin mengenalkan sosok gunung ini pada para penggiat alam bebas. Selain untuk pelestarian hutan, siapa tahu jika gunung ini terkenal, penduduk sekitarnyapun akan mendapat imbas positifnya. Terutama imbas ekonomi. Peningkatan tingkat ekonominya. Meskipun untuk seramai gunung Lawu akan sangat sulit. Gunung Tapak Bima berada sekitar tigapuluh kilometer dari Madiun dan duapuluh kilometer dari Ponorogo. Kearah tenggara untuk Madiun dan Timur Laut untuk Ponorogo. Gunung ini berada di gugusan pegunungan Wilis bagian Barat. Merupakan puncak tertinggi di gugusan barat tersebut sekitar 2000 meter. Kalau di gugusan timur, puncak tertingginya gunung Liman sekitar 2500an meter. Tapak Bima bisa dilalui dari dua jalur, Jalur Mendak atau Pesanggrahan di Madiun dan Jalur Ngebel di Ponorogo. Aku sebut sama antara jalur pesanggrahan dan mendak karena jalur pesanggrahan yang lebih jauh akan melewati jalur mendak juga. Makanya sekarang jalur pesanggrahan jarang dilewati. Rata-rata para pendaki langsung motong di jalur di mendak yang lebih atas. Lumayan sekitar satu jam perjalanan. Diantara kedua rute tersebut, rute paling nyaman/mudah adalah rute Telaga Ngebel Ponorogo.&lt;br /&gt;Hari yang kami rencanakan sebenarnya adalah hari rabu, H+5 lebaran. Tapi berhubung terlalu mepet, diundur hari kamisnya. Kamis pagi naik, jumat pagi turun. Jumatan di desa Mendak. Selesai jumatan langsung pulang.&lt;br /&gt;Seminggu sebelum lebaran, ada wacana baru, anak-anak mau naik hari sabtu, H+7 lebaran. Katanya beberapa anak dari Ponorogo dan Dolopo (golongannya Lina, baca: Lintas Bumi Mojopahit) akan ikut juga. Tapi mereka nggak memberi kepastian pada kami. Setelah berdebat sengit, kami tidak menemukan kata kata sepakat. Aku udah rencanakan jauh-jauh hari untuk mendaki hari kamis. Terpaksa aku akan naik berdua saja. Dengan temanku yang lain, Edi. Kalaupun Edi nggak mau, ya terpaksa melakukan pendakian solo. Ya untuk latihan mental lah. Udah lama aku nggak ngelakuin pendakian solo.&lt;br /&gt;Anak Ponorogo dan Dolopo membatalkan janjinya pada malam takbiran. Terpaksa anak-anak berembug lagi. Aku tak ikut dalam rembukan tersebut. Aku sudah mantap untuk mendaki hari kamis, dengan atau tanpa teman. Diputuskan pendakian dilakukan hari kamis. Yah, akhirnya aku tidak mendaki solo. Sedikit menyesal. Tapi tak apalah, lain waktu mungkin.&lt;br /&gt;Pendakian dibagi dua klodak (kelompok pendakian), pagi dan sore. Yang pagi lewat jalur Pesanggrahan, yang sore langsung lewat jalur Mendak.&lt;br /&gt;Kamis pagi jam enam, Tharom(baca: Lintas Bumi Mojopahit) sudah kerumahku. Dia konfirmasi masalah keberangkatan. Aku segera packing barang. Jam tujuh aku sebenarnya udah siap, tapi justru anak-anak yang lain yang belum siap. Katanya rombongan pagi ada delapan orang. Aku, Edi, Tharom, dan yang lain aku belum kenal.&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134782581503477554" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0JpjXlgxzI/AAAAAAAAALc/drdkFS9QDwg/s200/DSC00006.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Jam delapan kami sudah pergi ke daerah Pintu, Dagangan. Tempat nyari omprengan menuju jalur pesanggrahan. Setelah menunggu cukup lama anak-anak yang lain belum datang juga. Terpaksa aku nyamperin mereka. Di konter HP milik Eli yang berjarak sekitar sekilo dari tempat mencari omprengan. Disinilah biasanya anak-anak melakukan rapat. Inilah base camp kami. Disitu baru ada satu orang yang akan berangkat pagi, Robert alias Sodik. Robert ini anak Ponorogo satu-satunya yang datang.&lt;br /&gt;Sekira setengah jam, rombongan yang lain baru datang(kambing!!! budaya ngaret seperti inilah yang membuat kita banyak membuang waktu untuk hal-hal yang nggak perlu), Gian, Yudi, Andik, dan Samsul. Setelah ngumpul semua di counter hp milik Eli(dia akan ndaki sore), kami segera nyari omprengan. &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134783075424716610" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0JqAHlgx0I/AAAAAAAAALk/dC2n349xdcM/s200/DSC00010.jpg" border="0" /&gt;Dapet sih, tapi omprengan ngetem dulu(ini juga buang-buang waktu!!). Nunggu penumpang yang lain katanya. Penumpang yang ditunggu-tunggu tak juga datang. Setelah kami desak, akhirnya pak sopirnya mau juga. Kami langsung diantarnya ke Pesanggrahan. Titik awal pendakian.&lt;br /&gt;Tiga puluh menit waktu yang dibutuhkan sang mobil untuk membelah jarak Pintu-Pesanggrahan. Kami kena empat puluh ribu. Sebenarnya mereka minta enampuluh ribu, ya kami nego dong. Masih banyak omprengan yang lain jika dia tiada mau.&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0bme3lgx1I/AAAAAAAAALs/gQJMygl7DTU/s200/DSC00023.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136045843054380882" /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sampai pesanggarahan kami langsung berangkat. Pesanggarahan berada sekitar 600 mdpl. Terdiri dari hutan pinus dan diselingi tanaman-tanaman produktif yang dikelola oleh penduduk setempat.&lt;br /&gt;Siang itu udara terik sekali. Ubun-ubunku rasanya mau merekah. Tetapi itu tak menyurutkan langkah kami. Sesampainya dilembahan, disungai pertama yang kami lewati, kami istirahat. Capek juga sih. Sekira lima belas menit tak ada haiwan yang nampak.&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0bqS3lgx4I/AAAAAAAAAMQ/U_Vz79ZQoK8/s200/DSC00028.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136050034942461826" /&gt; Monyetpun tiada. Padahal sekitar sepuluh tahun yang lalu di kawasan pesanggrahan sering sekali aku temui kawanan monyet. &lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0bn5Xlgx2I/AAAAAAAAAL8/m-ybegHm7qA/s200/DSC00025.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136047397832542050" /&gt;Dulu tempat ini adalah kawasan orang-orang bermadu kasih(baca:pacaran), dan aku salah satunya. Hehehe… Setelah puas beristirahat kami segera melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0bpanlgx3I/AAAAAAAAAMI/v1P_KHg16JE/s200/DSC00036.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136049068574820210" /&gt;&lt;br /&gt;Kami sempat kehilangan jalan. Kelihatanya jalur ini sudah lama tak dilalui. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya ketemu juga jalur yang dimaksud. Sekira satu jam kami berjalan, sampai juga di desa terakhir. Dusun Gedangan, Desa Mendak di Kabupaten Madiun dan Dusun Semenok, Desa Ngebel di Kabupaten Ponorogo. Dua dusun ini hanya dipisahkan oleh sungai kecil. Dua-duanya bisa dilalui. Tapi lewat dusun Semenok jalannya lebih lebar, karena sering digunakan oleh para pendaki.&lt;br /&gt;Kami istirahat di dusun Semenok, untuk mengisi perekalan air dan untuk mengisi perut kami yang mulai keroncongan. Tharom dan Gian tadi bawa nasi dua bakul, satu untuk di sarapan di Semenok, dan satunya waktu sampai puncak. Kami segera istirahat di bawah pohon. Perbekalan segera kami buka.&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0bq0nlgx5I/AAAAAAAAAMY/cD0AmZ8igZY/s200/DSC00040.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136050614763046802" /&gt; Tinggal makan aja. Lewat penduduk setempat. “Dik di bawah itu ada kakus.” Anjrittt, sapi perah!!!! Dia nyuruh kami pindah ketempat yang lebih layak. Pantesan dari tadi baunya kok nggak enak gitu, Kampret!!. Udah terlanjur basah. Dibawah bayang-bayang bau dan isi kakus, makanan kami sikat habis. Bahkan daun pisang yang jadi alasnyapun hampir kami sikat jua.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0breHlgx6I/AAAAAAAAAMk/_KOxS7zMDz0/s200/DSC00042.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136051327727617954" /&gt;&lt;br /&gt;Setelah persiapan semuanya selesai, pukul 12.30 kami berangkat dari Semenok. Jalan awal sih landai banget, datar gitu. Setelahnya kami menemui tanjakan pertama.&lt;br /&gt;Cukup lumayan. Kampring!!! Dengan kemiringan sekitar limapuluh derajat. Badan serasa dibebani tubuh yang luar biasa berat.&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0bsUXlgx7I/AAAAAAAAAMs/iLr6ZZSR0Wk/s200/DSC00046.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136052259735521202" /&gt; Baru sepuluh langkah istirahat, lima langkah istirahat, begitu seterusnya. Akhirnya sampai juga dipersimpangan jalur. Tempat landai, yang biasa kami sebut pos satu. Sekira pukul 13. 45. Kami istirahat lima menit. Kami saling tertawa. Melihat teman-teman kelelahan dalam kebersamaan, membuat kami semangat kembali.&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0bsiXlgx8I/AAAAAAAAAM0/1E1isYHhYEs/s200/DSC00051.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136052500253689794" /&gt;&lt;br /&gt;Reco Macan adalah tujuan berikutnya. Biasa kami sebut pos dua. Disini sebenarnya tiada Reco(Arca). Yang ada cuma kumpulan batu-batu besar tak beraturan yang mirip orang bersila. Alkisah menurut penduduk, dulu di batu-batu itu sering nampak macan(harimau) bertengger diatasnya. Makanya penduduk sekitar menyebutnya Reco Macan(arca yang sering di singgahi macan, atau arca yang seperti macan, atau apalagi ya?? Arca yang pacaran ma macan!!!hehehehe…) Kami sampai di Reco Macan 14.00. &lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0btIHlgx-I/AAAAAAAAANE/v7c4fnoI-6k/s200/DSC00062.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136053148793751522" /&gt;Sekitar lima menit kami istirahat. Disitu kami sempatkan bercanda. Terutama untuk memompa semangat teman-teman yang mulai meluntur, mengikuti fisik yang makin melemah. Tetapi melihat hijaunya hutan, membuat semangat kami bangkit lagi.&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0bsznlgx9I/AAAAAAAAAM8/y6auefIoM9M/s200/DSC00059.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136052796606433234" /&gt;&lt;br /&gt;Puncak Tapak Bima sudah menunggu kami. Segera kami beranjak. Dengan semangat empat lima, (kenapa harus empat lima, kenapa nggak semangat dua delapan, pas tahunnya sumpah pemuda ya?? Atau semangat 2007??) Gian memimpin pasukan.&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0btf3lgx_I/AAAAAAAAANM/UJuBeiRVR2Y/s200/DSC00064.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136053556815644658" /&gt; Menyusuri ilalang yang lebih tinggi dari tubuh kami. Badan beret terkena ilalang, beban menggantung dipundak, peluh membasah, tak mematahkan asa kami. &lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0btyHlgyAI/AAAAAAAAANU/USD8q8UuN_8/s200/DSC00068.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136053870348257282" /&gt;Tubuh makin lelah, jalan makin menanjak, memaksa kami untuk sering istirahat. Kami sampai di pos tiga, tempat landai terakhir sebelum puncak, pukul 15.05. Jarak pos tiga dan puncak cukup dekat. Tapi karena badan yang makin kelelahan, jadi terasa sangat lama.&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0bu1XlgyCI/AAAAAAAAANk/ug6OR-YYgCs/s200/DSC00074.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136055025694459938" /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan tertatih-tatih(biar dramatis), berdarah-darah(kan beret-beret kena daun ilalang) dan megap-megap(cause udaranya mulai tipis), akhirnya sampai juga kami di puncak. &lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0buTXlgyBI/AAAAAAAAANc/TdFIYHoTlCQ/s200/DSC00069.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136054441578907666" /&gt;Angka di hp menunjuk 15.30. Kami langsung rebahan kelelahan. Kami sampai puncak secara bersamaan. Delapan orang sekaligus, tanpa ada yang kececer satupun. Dan rasa lelah itu terbayar sudah. Thanks God!!!&lt;br /&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0bv4nlgyDI/AAAAAAAAANs/CbFq7IZjL9o/s400/DSC00107.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136056181040662578" /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali keberhasilan itu harus dilalui dengan jalan berat. Jalan menanjak, penuh rintangan penuh onak dan duri. Kadan perlu nggetih dalam prosesnya. Tapi seringkali juga, didalam proses yang berdarah-darah tersebut kita menemukan kenikmatan. Kenikmatan yang tidak kita dapat jika kita berada di “comfort zone”. Kenikmatan yang Tuhan berikan seiring dengan kerja keras kita.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-7790792212491930625?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/7790792212491930625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=7790792212491930625&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/7790792212491930625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/7790792212491930625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/11/meretas-asa-di-tapak-bima1.html' title='Meretas Asa Di Tapak Bima(1)'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_sXJ_DXYHpug/R0JpjXlgxzI/AAAAAAAAALc/drdkFS9QDwg/s72-c/DSC00006.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-6332123524046603832</id><published>2007-11-15T07:15:00.000-08:00</published><updated>2008-03-23T07:05:25.530-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><title type='text'>Malang Kota Bunga</title><content type='html'>Tadi pagi malang ujan abu gitu. entah dari gunung semeru atau gunung kelud, aku nggak tau. kelihatanya sih dari gunung semeru.&lt;br /&gt;aku udah seminggu ini di malang. rencananya sih cuma 3 hari aja di malang. kasihan surabaya, terlalu lama aku tinggalin. tapi aku lagi menikmati kota malang dengan segala positif dan negatifnya...&lt;br /&gt;aku cuma bisa I Love Malang very much!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-6332123524046603832?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/6332123524046603832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=6332123524046603832&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6332123524046603832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/6332123524046603832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/11/malang-kota-bunga.html' title='Malang Kota Bunga'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5768501619334359787.post-4208918788580539165</id><published>2007-11-13T09:05:00.001-08:00</published><updated>2008-03-23T07:05:25.530-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Satire'/><title type='text'>Welcome to Silence Road</title><content type='html'>Ketika tulisan ini terbaca... Ini saatnya aku harus menulis...&lt;br /&gt;Berkreasi dengan segenap kekuatan...Menjelajah  kata-kata tanpa tepi...Tanpa akhir...&lt;br /&gt;Aku yakin aku bisa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5768501619334359787-4208918788580539165?l=silenceroad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silenceroad.blogspot.com/feeds/4208918788580539165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5768501619334359787&amp;postID=4208918788580539165&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4208918788580539165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5768501619334359787/posts/default/4208918788580539165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silenceroad.blogspot.com/2007/11/welcome-to-silence-road.html' title='Welcome to Silence Road'/><author><name>Aliep "aWik " Purwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01330683889521232824</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
