Senin, Februari 07, 2011
Rabu, Januari 05, 2011
Syarat jadi orang miskin
#Harus punya rumah yang baik karena nggak kuat ngontrak rumah dan biar nggak gampang sakit
#Harus punya kendaraan sendiri karena nggak kuat bayar ojek, angkot atau taksi
#Harus punya usaha sendiri yang baik karena tidak punya pengasilan tetap
#Harus punya asuransi jiwa, kesehatan yang lengkap dll karena nggak kuat bayar rumah sakit
#Harus punya dan...a darurat 12-48 X biaya hidup bulanan kita karena jaga2 kalau sakit tiba2
#Harus investasi di investasi yang memberi return besar(Reksadana, Saham, Emas..dll) dan stabil karena tidak memiliki uang yang banyak.
#Harus menyiapkan dana pendidikan anaknya sejak awal karena kalau mendadak bisa2 nggak sekolah tuh anaknya
#Harus menyiapkan dana pensiun sejak dini karena tidak ada warisan atau pesangon
#Harus menyiapkan anak2nya dengan cara terbaik agar jalan hidup anaknya lebih baik dari orang tuanya
NB : jika anda menjalankan semua ini, anda akan lebih nyaman menjalani kehidupan miskin anda
#Harus punya kendaraan sendiri karena nggak kuat bayar ojek, angkot atau taksi
#Harus punya usaha sendiri yang baik karena tidak punya pengasilan tetap
#Harus punya asuransi jiwa, kesehatan yang lengkap dll karena nggak kuat bayar rumah sakit
#Harus punya dan...a darurat 12-48 X biaya hidup bulanan kita karena jaga2 kalau sakit tiba2
#Harus investasi di investasi yang memberi return besar(Reksadana, Saham, Emas..dll) dan stabil karena tidak memiliki uang yang banyak.
#Harus menyiapkan dana pendidikan anaknya sejak awal karena kalau mendadak bisa2 nggak sekolah tuh anaknya
#Harus menyiapkan dana pensiun sejak dini karena tidak ada warisan atau pesangon
#Harus menyiapkan anak2nya dengan cara terbaik agar jalan hidup anaknya lebih baik dari orang tuanya
NB : jika anda menjalankan semua ini, anda akan lebih nyaman menjalani kehidupan miskin anda
Selasa, Juni 29, 2010
Tahun yang baik
Tahun ini bukanlah tahun yang mudah, tetapi menghasilkan hasil yang yang benar-benar bernilai
keknya harus sering masuk kesulitan-kesulitan besar, biar sikap mentalnya tumbuh
Cobalah lebih berani. Niscaya Tuhan akan menolong kita semua
keknya harus sering masuk kesulitan-kesulitan besar, biar sikap mentalnya tumbuh
Cobalah lebih berani. Niscaya Tuhan akan menolong kita semua
Senin, Juni 28, 2010
Tuhan sungguh luar biasa
Aku sering kali mempertanyakan keadilan takdir Tuhan.
Kenapa ini, kenapa itu, kenapa ini tidak adil, kenapa itu tidak adil.
Sampai disuatu saat, aku tercerahkan oleh-Nya.
Bahwa semua yang sebelumnya kita rasakan tidak baik, sebenarnya bertujuan untuk memuliakan kita.
Hanya itu tujuan Tuhan.
Bagaimana kita bisa melihatnya. Dengan melihat sisi baiknya dari semua hal.
Kita ambil sisi baik, itulah tujuan dari Tuhan.
Semoga kita makin baik dari waktu ke waktu
Amien
Kenapa ini, kenapa itu, kenapa ini tidak adil, kenapa itu tidak adil.
Sampai disuatu saat, aku tercerahkan oleh-Nya.
Bahwa semua yang sebelumnya kita rasakan tidak baik, sebenarnya bertujuan untuk memuliakan kita.
Hanya itu tujuan Tuhan.
Bagaimana kita bisa melihatnya. Dengan melihat sisi baiknya dari semua hal.
Kita ambil sisi baik, itulah tujuan dari Tuhan.
Semoga kita makin baik dari waktu ke waktu
Amien
Kebaikan
Tahun ini mungkin adalah salah satu tahun paling menguras energiku.
Dan tahun ini jugalah banyak pencapaian-pencapaianku yang luar biasa.
sungguh nikmat Tuhan yang tak terkira.
Terima Kasih Tuhan, atas semua ini.
Aku berjanji untuk bisa lebih baik lagi, dan makin patuh pada semua takdir-Mu.
Amien Ya Rabb
Dan tahun ini jugalah banyak pencapaian-pencapaianku yang luar biasa.
sungguh nikmat Tuhan yang tak terkira.
Terima Kasih Tuhan, atas semua ini.
Aku berjanji untuk bisa lebih baik lagi, dan makin patuh pada semua takdir-Mu.
Amien Ya Rabb
Rabu, Maret 10, 2010
Gunung Lawu
Gunung Lawu(3265 Mdpl)
Gunung Lawu (3.265 m) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api "istirahat" dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara).Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.
Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit: Candi Sukuh dan Candi Cetho. Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk keluarga presiden kedua Indonesia, Suharto.
JALUR CEMORO SEWU
Jalur Cemoro Sewu ada jalan setapak berbatu yang sudah tertata rapi sampe menuju Pos 1. Awal perjalanan dari terus lewatin kebun sayur sampai Pos 1.
Sebelum sampai Pos 1 ada Sumber Air Wesanan(sendang panguripan). Jalur mendatar dan sedikit menanjak hingga Pos Pertama. Di Pos pertama ada pos untuk beristirahat juga ada warung makanan [enaknya naik gn. lawu bisa jajan makanan di jalur pendakian ], yang buka pada hari Kamis-Minggu dan pada musim-musim ramai pendakian dan ramai orang berjiarah.
Menuju Pos 2 jalur melewati tempat keramat Watu Jago, batu besar yang bentuknya menyerupai ayam jago.
Di Pos 2 bisa nge camp dengan nyaman karena terlindung dari hempasan angin. dan kalo lagi rame juga banyak yg menjual makanan
Dari Pos 2 menuju Pos 3 Jalur batu-batuan curam dan menanjak. Di jalur ini banyak asap belerang jadi jangan berlama-lama beristirahat disini.
Menuju Pos 4 jalur menanjak, merangkak pada batu-batuan. Pos 4 cuma berupa tempat datar yang sempit di cerukan tebing batu, cuma cukup untuk mendirikan satu tenda, tempat ini lumayan terlindung dari angin.(sekarang sudah tidak ada lagi sih)
Pos 5 atau Pos Sumur Jolotundo ada di dekat Sumur Jolotundo sumur keramat.
Dari Pos 5 kita sedikit turun, muterin salah satu puncak, untuk menuju ke Sendang Drajad. Dari Sendang Drajad bisa ke Puncak Argo Dumilah, atau jalan lagi melingkar salah satu puncak menuju Hargo Dalem. Dari Hargo Dalem bisa lewat Jalur Cemoro Kandang atau Jalur Candi Seto.
dari sini bisa keliatan samudra indonesia dan waduk gajah mungkur..
DARI CEMORO KANDANG
Jalur Cemoro Kandang jaraknya sedikit lebih jauh dibandingkan dengan jalur Cemoro Sewu.Kalo iseng Jalur Cemoro Kandang juga bisa pake Sepeda Gunung. Jalur ini didominasi tanah merah, kalo turun hujan atau sesudah turun hujan jalur sangat licin.
Dari Cemoro Kandang menuju Pos 1 (Taman Sari Bawah) jalur agak landai, dari sini kalo cuaca bagus bisa kliatan puncak Cokro Suryo.
Menuju Pos 2 (Taman Sari Atas). Di musim pendakian dan pada hari-hari besar Jawa seperti Suro, Mulud, dll. banyak orang melakukan jiarah-jiarah di tempat kramat, di Pos 2 ini seringkali ramai dan ada yg dagang makanan.
Dari Pos 2 Menuju Pos 3 Jalur sempit melingkari puncak Cokro Suryo, ati-ati karena disini rawan longsor dan sering berkabut tebal sampe2 jalur aja susah keliatan’
Abis Pos 3 kita akan melewati salah satu tempat yang dikeramatkan masyarakat yaitu sumber air yang bernama Sendang Panguripan. bentuknya mirip sebuah sumur dengan air yang jernih dan dingin. jangan kaget kalo disini sering ditemuin sesajen karena disini diwaktu-waktu tertentu banyak yg dateng ziarah
Menuju Pos 4 Jalur meliuk-liuk menyusurin lereng terjal, ada siih jalur pintasnya tapi terjal banget dan licin kalo ujan.
Dari Pos 4 Menuju Pos 5 Jalur bervariasi agak mendatar, sedikit menurun, sedikit mendaki.
Dari Pos 5 bisa langsung menuju ke Puncak Hargodumilah, Puncak Hargo Puruso, atau Puncak Hargo Tulling. Bisa juga langsung berjiarah ke makam kuno di Hargo Dalem, atau Pasar Dieng/Pasar Setan.
Gunung Lawu ada banyak puncak, puncak tertinggi adalah Hargo Dumilah dengan ketinggian 3.265 m dpl. Di puncak ini ada tugu dengan prasasti, dulu prasastinya ditulisin huruf jawa kuno. Sekarang prasasti tersebut sudah diganti tugu setinggi sekitar 3-4 mater.
Gunung Lawu (3.265 m) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api "istirahat" dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara).Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.
Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit: Candi Sukuh dan Candi Cetho. Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk keluarga presiden kedua Indonesia, Suharto.
JALUR CEMORO SEWU
Jalur Cemoro Sewu ada jalan setapak berbatu yang sudah tertata rapi sampe menuju Pos 1. Awal perjalanan dari terus lewatin kebun sayur sampai Pos 1.
Sebelum sampai Pos 1 ada Sumber Air Wesanan(sendang panguripan). Jalur mendatar dan sedikit menanjak hingga Pos Pertama. Di Pos pertama ada pos untuk beristirahat juga ada warung makanan [enaknya naik gn. lawu bisa jajan makanan di jalur pendakian ], yang buka pada hari Kamis-Minggu dan pada musim-musim ramai pendakian dan ramai orang berjiarah.
Menuju Pos 2 jalur melewati tempat keramat Watu Jago, batu besar yang bentuknya menyerupai ayam jago.
Di Pos 2 bisa nge camp dengan nyaman karena terlindung dari hempasan angin. dan kalo lagi rame juga banyak yg menjual makanan
Dari Pos 2 menuju Pos 3 Jalur batu-batuan curam dan menanjak. Di jalur ini banyak asap belerang jadi jangan berlama-lama beristirahat disini.
Menuju Pos 4 jalur menanjak, merangkak pada batu-batuan. Pos 4 cuma berupa tempat datar yang sempit di cerukan tebing batu, cuma cukup untuk mendirikan satu tenda, tempat ini lumayan terlindung dari angin.(sekarang sudah tidak ada lagi sih)
Pos 5 atau Pos Sumur Jolotundo ada di dekat Sumur Jolotundo sumur keramat.
Dari Pos 5 kita sedikit turun, muterin salah satu puncak, untuk menuju ke Sendang Drajad. Dari Sendang Drajad bisa ke Puncak Argo Dumilah, atau jalan lagi melingkar salah satu puncak menuju Hargo Dalem. Dari Hargo Dalem bisa lewat Jalur Cemoro Kandang atau Jalur Candi Seto.
dari sini bisa keliatan samudra indonesia dan waduk gajah mungkur..
DARI CEMORO KANDANG
Jalur Cemoro Kandang jaraknya sedikit lebih jauh dibandingkan dengan jalur Cemoro Sewu.Kalo iseng Jalur Cemoro Kandang juga bisa pake Sepeda Gunung. Jalur ini didominasi tanah merah, kalo turun hujan atau sesudah turun hujan jalur sangat licin.
Dari Cemoro Kandang menuju Pos 1 (Taman Sari Bawah) jalur agak landai, dari sini kalo cuaca bagus bisa kliatan puncak Cokro Suryo.
Menuju Pos 2 (Taman Sari Atas). Di musim pendakian dan pada hari-hari besar Jawa seperti Suro, Mulud, dll. banyak orang melakukan jiarah-jiarah di tempat kramat, di Pos 2 ini seringkali ramai dan ada yg dagang makanan.
Dari Pos 2 Menuju Pos 3 Jalur sempit melingkari puncak Cokro Suryo, ati-ati karena disini rawan longsor dan sering berkabut tebal sampe2 jalur aja susah keliatan’
Abis Pos 3 kita akan melewati salah satu tempat yang dikeramatkan masyarakat yaitu sumber air yang bernama Sendang Panguripan. bentuknya mirip sebuah sumur dengan air yang jernih dan dingin. jangan kaget kalo disini sering ditemuin sesajen karena disini diwaktu-waktu tertentu banyak yg dateng ziarah
Menuju Pos 4 Jalur meliuk-liuk menyusurin lereng terjal, ada siih jalur pintasnya tapi terjal banget dan licin kalo ujan.
Dari Pos 4 Menuju Pos 5 Jalur bervariasi agak mendatar, sedikit menurun, sedikit mendaki.
Dari Pos 5 bisa langsung menuju ke Puncak Hargodumilah, Puncak Hargo Puruso, atau Puncak Hargo Tulling. Bisa juga langsung berjiarah ke makam kuno di Hargo Dalem, atau Pasar Dieng/Pasar Setan.
Gunung Lawu ada banyak puncak, puncak tertinggi adalah Hargo Dumilah dengan ketinggian 3.265 m dpl. Di puncak ini ada tugu dengan prasasti, dulu prasastinya ditulisin huruf jawa kuno. Sekarang prasasti tersebut sudah diganti tugu setinggi sekitar 3-4 mater.
Selasa, Desember 29, 2009
Tahun Baru
Selalu ada harapan baru di tahun baru.
seperti ketika kita melihat jendela kamar kita di pagi hari.
apakah kita melihat lahan becek di samping rumah kita,
atau melihat langit yang indah.
semua kembali ke kita.
selamat tahun baru...
semoaga kita lebih baik lagi
seperti ketika kita melihat jendela kamar kita di pagi hari.
apakah kita melihat lahan becek di samping rumah kita,
atau melihat langit yang indah.
semua kembali ke kita.
selamat tahun baru...
semoaga kita lebih baik lagi
Minggu, Desember 13, 2009
Ohhh Dongkrek, Gimana Kabarmu Kini???
Asal
Seni dongkrek lahir sekitar tahun 1867 di Kecamatan Caruban yang saat ini namanya berganti menjadi Kecamatan Mejayan, kabupaten Madiun. Kesenian itu lahir di masa kepemimpinan Raden Ngabehi Lo Prawirodipuro yang menjadi demang (jabatan setingkat kepala desa) yang membawahi lima desa.
Masa Kejayaan
Kesenian dongkrek hanya mengalami masa kejayaan antara 1867 - 1902. Setelah itu, perkembangannya mengalami pasang surut seiring pergantian kondisi politik di Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda, kesenian dongkrek sempat dilarang oleh pemerintahan Belanda untuk dipertontonkan dan dijadikan pertunjukan kesenian rakyat. Saat masa kejayaan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun, kesenian ini dikesankan sebagai kesenian genjer-genjer yang dikembangkan PKI untuk memperdaya masyarakat umum. Sehingga kesenian dongkrek mengalami masa pasang surut akibat imbas politik.
Kegunaan
Konon rakyat desa Mejayan terkena wabah penyakit, ketika siang sakit sore hari meninggal dunia atau pagi sakit malam hari meninggal dunia, dalam kesedihannya, Raden Prawirodipuro sebagai pemimpin rakyat Mejayan mencoba merenungkan metode atau solusi penyelesaian atas wabah penyakit yang menimpa rakyatnya. Renungan, meditasi dan bertapa di wilayah gunung kidul Caruban. Ia mendapatkan wangsit untuk membuat semacam tarian atau kesenian yang bisa mengusir balak tersebut.
Dalam cerita tersebut wangsit menggambarkan para punggawa kerajaan roh halus atau pasukan gondoruwo menyerang penduduk mejayan dapat diusir dengan menggiring mereka keluar dari desa mejayan, maka dibuatlah semacam kesenian yang melukiskanfragmentasi pengusiran roh halus yang membawa pagelebuk tersebut.
Komposisi
Komposisi para pemain fragmen satu babak pengusiran roh halus tersebut terdiri dari barisan buto kolo, orang tua sakti dan kedua perempuan tua separuh baya. Para perempuan yang disimbulkan posisi lemah sedang dikepung oleh para pasukan buto kala dan ingin mematikan perempuan tersebut, maka muncullah sesosok lelaki tua dengan tongkatnya mengusir para barisan roh halus tersebut untuk menjauh dari para perempuan tersebut.
Selanjutnya, melalui peperangan yang cukup sengit, pertarungan antar rombongan buto kolo dengan orang tua sakti, dan dimenangkan oleh orang tua tersebut. Pada episode selanjutnya, orang tua tersebut dapat menyelamatkan kedua perempuan dari ancaman para buto kolo tersebut dan rombongan buto kolo itu mengikuti dan patuh terhadap kehendak orang tua sakti tersebut, kemudian orang tua yang didampingi dua perempuan itu menggiring pasukan buto kolo keluar dari desa mejayan sehingga sirnalah pagebluk yang menyerang rakyat desa mejayan selama ini dan tradisi ini menjadi ciri kebudayaan masyarakat caruban, dengan sebutan Dongkrek.
Bunyi
Masyarakat pada waktu itu mendengar musik dari kesenian dongkrek ini yang berupa bunyian ‘dung’ berasal dari beduk atau kendang dan ‘krek’ ini dan alat musik yang disebut korek. Alat korek ini berupa kayu berbentuk bujur sangkar, di satu ujungnya ada tangkai kayu bergerigi yang saat digesek berbunyi krek. Dari bunyi dung pada kendang dan krek pada korek itulah muncul nama kesenian Dongkrek.Dalam perkembangannya digunakan pula komponen alat musik lainnya berupa gong, kenung, kentongan, kendang dan gong berry sebagai perpaduan antar budaya yang dialiri kebudayaan Islam, kebudayaan cina dan kebudayaan masyarakat jawa pada umumnya.
Dalam tiap pementasan dongkrek, ada tiga topeng yang digunakan para penari. Ada topeng raksasa atau ‘buto’ dalam bahasa Jawa dengan muka yang seram. Ada topeng perempuan yang sedang mengunyah kapur sirih serta topeng orang tua lambang kebajikan. Dan kalau ditarik kesimpulan, maksud jahat akhirnya akan lebur juga dengan kebakan dan kebenaran sesuai dengan sesanti atau moto surodiro joyoningrat, ngasto tekad darmastuti. Dalam islam istilahnya, Ja’al haq wa zahaqal bathil. Innal Bathila kaana zahuqa
Seni dongkrek lahir sekitar tahun 1867 di Kecamatan Caruban yang saat ini namanya berganti menjadi Kecamatan Mejayan, kabupaten Madiun. Kesenian itu lahir di masa kepemimpinan Raden Ngabehi Lo Prawirodipuro yang menjadi demang (jabatan setingkat kepala desa) yang membawahi lima desa.
Masa Kejayaan
Kesenian dongkrek hanya mengalami masa kejayaan antara 1867 - 1902. Setelah itu, perkembangannya mengalami pasang surut seiring pergantian kondisi politik di Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda, kesenian dongkrek sempat dilarang oleh pemerintahan Belanda untuk dipertontonkan dan dijadikan pertunjukan kesenian rakyat. Saat masa kejayaan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun, kesenian ini dikesankan sebagai kesenian genjer-genjer yang dikembangkan PKI untuk memperdaya masyarakat umum. Sehingga kesenian dongkrek mengalami masa pasang surut akibat imbas politik.
Kegunaan
Konon rakyat desa Mejayan terkena wabah penyakit, ketika siang sakit sore hari meninggal dunia atau pagi sakit malam hari meninggal dunia, dalam kesedihannya, Raden Prawirodipuro sebagai pemimpin rakyat Mejayan mencoba merenungkan metode atau solusi penyelesaian atas wabah penyakit yang menimpa rakyatnya. Renungan, meditasi dan bertapa di wilayah gunung kidul Caruban. Ia mendapatkan wangsit untuk membuat semacam tarian atau kesenian yang bisa mengusir balak tersebut.
Dalam cerita tersebut wangsit menggambarkan para punggawa kerajaan roh halus atau pasukan gondoruwo menyerang penduduk mejayan dapat diusir dengan menggiring mereka keluar dari desa mejayan, maka dibuatlah semacam kesenian yang melukiskanfragmentasi pengusiran roh halus yang membawa pagelebuk tersebut.
Komposisi
Komposisi para pemain fragmen satu babak pengusiran roh halus tersebut terdiri dari barisan buto kolo, orang tua sakti dan kedua perempuan tua separuh baya. Para perempuan yang disimbulkan posisi lemah sedang dikepung oleh para pasukan buto kala dan ingin mematikan perempuan tersebut, maka muncullah sesosok lelaki tua dengan tongkatnya mengusir para barisan roh halus tersebut untuk menjauh dari para perempuan tersebut.
Selanjutnya, melalui peperangan yang cukup sengit, pertarungan antar rombongan buto kolo dengan orang tua sakti, dan dimenangkan oleh orang tua tersebut. Pada episode selanjutnya, orang tua tersebut dapat menyelamatkan kedua perempuan dari ancaman para buto kolo tersebut dan rombongan buto kolo itu mengikuti dan patuh terhadap kehendak orang tua sakti tersebut, kemudian orang tua yang didampingi dua perempuan itu menggiring pasukan buto kolo keluar dari desa mejayan sehingga sirnalah pagebluk yang menyerang rakyat desa mejayan selama ini dan tradisi ini menjadi ciri kebudayaan masyarakat caruban, dengan sebutan Dongkrek.
Bunyi
Masyarakat pada waktu itu mendengar musik dari kesenian dongkrek ini yang berupa bunyian ‘dung’ berasal dari beduk atau kendang dan ‘krek’ ini dan alat musik yang disebut korek. Alat korek ini berupa kayu berbentuk bujur sangkar, di satu ujungnya ada tangkai kayu bergerigi yang saat digesek berbunyi krek. Dari bunyi dung pada kendang dan krek pada korek itulah muncul nama kesenian Dongkrek.Dalam perkembangannya digunakan pula komponen alat musik lainnya berupa gong, kenung, kentongan, kendang dan gong berry sebagai perpaduan antar budaya yang dialiri kebudayaan Islam, kebudayaan cina dan kebudayaan masyarakat jawa pada umumnya.
Dalam tiap pementasan dongkrek, ada tiga topeng yang digunakan para penari. Ada topeng raksasa atau ‘buto’ dalam bahasa Jawa dengan muka yang seram. Ada topeng perempuan yang sedang mengunyah kapur sirih serta topeng orang tua lambang kebajikan. Dan kalau ditarik kesimpulan, maksud jahat akhirnya akan lebur juga dengan kebakan dan kebenaran sesuai dengan sesanti atau moto surodiro joyoningrat, ngasto tekad darmastuti. Dalam islam istilahnya, Ja’al haq wa zahaqal bathil. Innal Bathila kaana zahuqa
Kamis, November 05, 2009
Parikan suroboyoan
mangan tahu sak bungkuse
jangan malu sama ane
nang pare lewat kediri
weteng luwe njlauk di isi
masuk hutan mau berburu
ngantuk tenan ayo ndang turu
kota madiun kota kediri
baru bangun dicepaki kopi
tahu campur soko pemalang
kurang tidur karena begadang
nontok asu onok kirike
kowe ayu sopo bapake
onok bencong nang pinggir ratan
perut keroncong keknya kurang makan
boto watu sak wedine
ayo turu sak tangine
jangan malu sama ane
nang pare lewat kediri
weteng luwe njlauk di isi
masuk hutan mau berburu
ngantuk tenan ayo ndang turu
kota madiun kota kediri
baru bangun dicepaki kopi
tahu campur soko pemalang
kurang tidur karena begadang
nontok asu onok kirike
kowe ayu sopo bapake
onok bencong nang pinggir ratan
perut keroncong keknya kurang makan
boto watu sak wedine
ayo turu sak tangine
Rabu, Oktober 14, 2009
Langganan:
Postingan (Atom)